Patogenesis Penyakit dari Kerusakan Kartilago

Keseimbangan antara proses anabolik dan katabolik (repair and damage) selalu terjadi pada kartilago sendi. Bertambahnya usia, stres biomekanik pada sendi dan proses katabolik menjadi lebih dominan, sehingga terjadi degradasi kartilago. Kartilago sendi terdiri dari :
* kondrosit dan
* matriks
yang disusun oleh serabut kolagen (80%) dan proteoglikan (20%), keduanya merupakan produk kondrosit. Proteoglikan tersusun dari molekul-molekul agrekan dan hialuronat yang berfungsi sebagai pengembali bentuk kartilago sendi. Sifat proteoglikan yang mudah menyerap dan mengeluarkan air, membuat kartilago sendi berfungsi sebagai peredam kejut dan pengatur distribusi beban pada persendian. Degradasi kartilago berkaitan dengan degradasi kolagen dan proteoglikan oleh enzim autolitik seluler seperti : kolagenase, prokolagenase, agrekanase, mataloproteinase, stromelisin, apoptosis (kematian sel), serta inflamasi kartilago.

Inflamasi adalah respon normal jaringan terhadap adanya lesi (jejas), proses inflamasi dapat berupa aktivasi beberapa enzim, pelepasan mediator inflamasi, migrasi sel, keluarnya cairan dari pembuluh darah (oedem), pelebaran pembuluh darah, kerusakan jaringan, dan akhirnya perbaikan atau penyembuhan.

Proteoglikan, merupakan struktur yang dominan pada kartilago sendi yang terdiri dari 90% rantai glikosaminnoglikan, dibentuk oleh molekul keratan sulfate (KS, yang berisi N- acetylglucosamine- galactose) dan chondroitin sulfate (CS yang mengandung disaccharide N-acetylgalactosamine-glucoronic acid). Glikosaminoglikan merupakan komponen fungsional utama pada kartilago sendi dalam mendukung konstelasi elastisitas terhadap beban biomekanik.

Saat ini telah ada terapi osteoartritis dengan glukosamin untuk memperbaiki cartilaginosa yang rusak, hingga sendi dapat membaik, dan osteoartritis dapat sembuh.

Konsep Dasar Mekanisme dari Degradasi Matrik pada Osteoartritis

Perubahan utama pada osteoartritis terjadi pada rawan sendi dan merupakan akibat dari kinerja lhondrosit yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan sintesis dan degradasi rawan sendi. Namun, berbagai perubahan juga terjadi pada kapsul sendi, sinovium, maupun tulang subkhondral.

Selama ini, patogenesis osteoartritis pada umumnya diyakini terkait dengan penuaan. Tetapi dengan melihat adanya kejadian osteoartritis pada usia yang sangat muda serta percepatan proses osteoartritis yang dapat diinduksi oleh berbagai bahan kimiawi atau pengaruh fisik, maka patogenesis osteoartritis tidaklah murni proses degeneratif (penuaan).

Seperti pada osteoartritis anak, bisa disebabkan oleh faktor obesitas, kekurangan nutrisi, cidera, dan lain-lain.

Gambaran Umum Osteoartritis (Bagian 2)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.