Pemeriksaan Terhadap Diri Sendiri

Pemeriksaan terhadap testis bisa Anda lakukan untuk memastikan ada tidaknya benjolan pada testis yang dapat menandakan adanya kanker. Pemeriksaan terhadap testis dapat Anda lakukan dengan cara :

* Sebelum pemeriksaan, mandilah dengan air hangat, untuk membuat kulit skrotum relaks dan lunak.
* Kenalilah bentuk, ukuran, dan berat testis Anda.
* Dengan menggunakan kedua belah tangan, pegang dan balikkan / gulingkan masing-masing testis.
* Kenali adanya epididimis, yaitu semacam struktur berbentuk seperti tali tambang yang ada di atas dan di belakang masing-masing testis. Hal ini sangat normal.
* Waspadai adanya benjolan kecil di bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Benjolan ini mungkin sebesar butiran beras atau kacang.
* Bila ada pembengkakan atau benjolan, segera periksakan diri ke dokter.
* Lakukan / ulangi pemeriksaan pada tanggal yang sama setiap bulan.
* Bila pada testis kita ada benjolan atau pembengkakan, Anda jangan terus menjadi panik. Benjolan tidak serta merta berarti terkena kanker, tetapi untuk memastikan apa yang sedang terjadi pada diri kita, tentunya kita harus segera memeriksakan diri ke dokter. Apabila deteksi dan diobati sejak dini, kanker testis biasanya dapat disembuhkan dengan sempurna.

Hal yang perlu Anda waspadai adalah jika menemukan adanya pembengkakan pada salah satu penis atau terasa lebih berat dari biasanya, dada (buah dada) membesar dan terasa lunak, timbul luka yang tak kunjung sembuh, dan ditemukan benjolan kecil pada testis.

Maka, Anda jangan tunggu sampai lama, segera periksakan ke dokter umum. Sebaiknya Anda mendatangi dokter langganan setahun sekali untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menyeluruh agar tidak terjadi perbedaan pengobatan dan pemeriksaan. Bila dalam pemeriksaan ini ditemukan ketidaknormalan dalam diri Anda dan dokter mengetahuinya, namun tidak dapat mendiagnosisnya, dokter Anda akan merujuk ke dokter spesialis urologi atau klinik kesehatan seksual.

Selain pemeriksaan rutin yang Anda lakukan setahun sekali, Anda juga harus segera memeriksakan diri apabila menemukan tanda-tanda sebagai berikut :

* Terdapat luka, lecet, atau ruam, atau kutil di daerah testis Anda.
* Terasa gatal terus-menerus pada testis Anda.
* Uretra atau saluran kencing Anda mengeluarkan cairan yang tidak biasa.

Anda jangan malu pada dokter jika menemukan tanda-tanda tersebut agar dokter segera memeriksa Anda dan mengambil langkah yang tepat untuk segera mengobati penyakit Anda tersebut. Beritahukanlah pula kepada dokter Anda apakah Anda sudah pernah melakukan hubungan seks, entah dengan aman atau tidak, pernah menggunakan obat bius atau tidak, serta hal-hal lainnya.

Sunat

Tentu saja Anda pernah berpikir dan bertanya mengapa sunat harus dilakukan pada seorang pria?

Sunat merupakan operasi kecil untuk membuang kulup penis dan membiarkan kepala penis tetap dalam keadaan terbuka. Biasanya, orang Muslim melakukan sunat sebagai tanda untuk pengesahan keislamannya. Namun, selain alasan agama tersebut, alasan lain seorang pria harus disunat adalah alasan kesehatan. Kalaupun Anda tidak melakukan sunat, Anda pun juga bisa menjaga kesehatan alat kelamin Anda dengan cara yang sudah dibahas di atas. Dari segi medis, dalam keadaan tertentu, sunat atau khitan harus dilakukan karena untuk mengatasi setiap masalah yang ada seperti kulup yang terlalu ketat dan tidak dapat untuk ditarik lagi. Beberapa kalangan medis berpendapat kalau sunat atau khitan tersebut dapat mengurangi resiko infeksi saluran kencing, kanker penis, dan resiko penularan penyakit menular seksual (PMS).

Perawatan Organ Reproduksi Pria | Mitos Seputar Kanker Testis

This entry was posted in Kanker Testis. Bookmark the permalink.