Penanganan Hipertensi

Kali ini kita akan membahas mengenai pengobatan hipertensi secara non-farmakologis. Pengobatan non-farmakologis merupakan pengobatan tanpa obat-obatan yang diterapkan pada hipertensi. Dengan cara ini, penurunan tekanan darah diupayakan melalui pencegahan dengan menjalani pola hidup sehat dan bahan-bahan alami.

Pengobatan non-farmakologis

Langkah awal pengobatan hipertensi secara non-farmakologis adalah dengan menjalani gaya hidup sehat :

1. Penderita hipertensi yang kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan bobotnya sampai batas ideal dengan cara membatasi makan dan mengurangi makanan berlemak.
2. Mengurangi penggunaan garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium, dan kalium yang cukup). Konsumsi alkohol dan kopi juga harus dikurangi.
3. Melakukan olahraga yang tidak terlalu berat secara teratur. Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali.
4. Berhenti merokok
5. Pandai menyiasati dan mengelola stres

Selain kelima hal di atas, penderita hipertensi juga harus mengonsumsi makanan yang bergizi bagi tubuh. Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya asupan makanan nabati ditingkatkan, khususnya makanan yang banyak mengandung kalium, karbohidrat kompleks, serta, kalsium, magnesium, vitamin C, dan asam lemak esensial. Selain itu, mengonsumsi sedikit asam lemak jenuh dan karbohidrat sederhana juga bermanfaat untuk menjaga tekanan darah tetap normal.

Makanan yang baik bagi pengidap hipertensi adalah seledri, bawang putih, bawang bombai, bawang merah, biji-bijian, kacang-kacangan, minyak yang mengandung asam lemak esensial, ikan air dingin seperti salmon, tenggiri, sayuran berdaun hijau (yang kaya magnesium dan kalsium), padi-padian utuh, kacang polong yang kandungan seratnya tinggi, serta makanan kaya vitamin C (seperti brokoli, jeruk sitrus, jambu, dll).

Seledri merupakan makanan yang sangat baik bagi pengidap hipertensi karena seledri mengandung 3-n-butyl phthalide yang dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Makanlah 4 tangkai seledri setiap hari, maka tensi pun akan turun. Bawang merah, bawang bombai, dan bawang putih juga makanan yang baik untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol. Karena mengandung sulfur, bawang putih dapat menurunkan tensi tensi sistolik antara 8 mmHg – 11 mmHg, dan tekanan diastolik sekitar 8 mmHg.

Kalium merupakan mineral yang baik untuk menurunkan atau mengendalikan tensi. Kalium (atau potasium) membantu menjaga keseimbangan air, tekanan darah, keseimbangan asam-basa, fungsi kontraksi otot, sel saraf, jantung, ginjal, dan kelenjar adrenal. Selain itu, peranan kalium juga sangat penting dalam mengubah gula darah menjadi gula otot (glikogen), yang disimpan dalam otot dan hati. Glikogen merupakan sumber tenaga yang digunakan otot untuk berkontraksi, sehingga kekurangan kalium dapat membuat tubuh lelah dan otot lemah. Dalam sehari Anda dapat mengonsumsi kalium sebanyak 2,5 – 5 gram. Kalium dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 12 mmHg dan diastolik sebanyak rata-rata 16 mmHg. Kalium terutama sangat baik bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun, yang tidak merespons obat anti-hipertensi. Berhati-hatilah mengonsumsi kalium jika ada gangguan ginjal, sedang menggunakan obat digitalis, diuretik, atau ACE inhibitor.

Selain kalium, magnesium juga merupakan mineral yang penting bagi penderita hipertensi. Jika kadar magnesium dalam sel darah rendah, kadar kalium pun rendah. Magnesium baik dikonsumsi sebagai suplemen dengan dosis 400 – 1.200 miligram per hari, dan dikonsumsi beberapa kali serta diberikan bersama kalium. Magnesium dapat menurunkan tekanan darah sekitar 9 mmHg. Asupan magnesium yang ideal adalah sekitar 6 miligram untuk setiap 2,2 pon berat badan Anda.

Bagi penderita sakit ginjal dan penyakit jantung berta, sebaiknya tidak mengonsumsi kalium dan magnesium, kecuali di bawah pengawasan dokter.

Pengelolaan hipertensi sekunder

Pengobatan hipertensi sekunder ditujukan kepada sumber penyakit penyebabnya. Mengatasi penyakit ginjal kadang dapat mengembalikan tekanan darah ke normal atau setidaknya tekanan darah akan menurun. Penyempitan arteri bisa diatasi dengan memasukkan selang dengan mengembangkan balon yang terdapat di ujung selang. Atau, bisa juga dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (operasi bypass).

Diagnosis Hipertensi | Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 1)

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.