Pencegahan Impotensi

Upaya Pencegahan Impotensi

Impotensi bukan penyakit menurun. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting dilakukan agar terhindar dari impotensi. Namun demikian kalau seseorang lelaki sudah terkena impotensi, dia tidak harus panik berlebihan. Impotensi juga sudah ada obatnya. Penanganan medis dan berbagai terapi dapat dilakukan untuk menyembuhkannya.

Demi kenyamanan kelangsungan hidup, sebaiknya setiap lelaki yang ingin terhindari dari impotensi, menjaga kesehatannya sejak dini. Pencegahan adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan. Selain tidak memerlukan biaya, pencegahan juga bisa dilakukan dengan bersenang-senang.

Untuk mencegah terjadinya impotensi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh setiap orang.

Berhenti Merokok

Merokok akan mempercepat terjadinya pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung. Proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Sekarang merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi dan aksi pertamanya dimulai ketika seseorang menginjak usia 40 tahun. Jadi, kalau tidak ingin terkena impotensi, berhentilah merokok sekarang juga.

Fedele et. al. (1998) dapat menunjukkan adanya hubungan yang erat antara merokok dengan impotensi, yaitu :
1. kemungkinan menderita impotensi perokok adalah sebesar 1,5 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok.
2. dibandingkan orang yang merokok < 12 batang sehari, orang yang merokok > 30 batang sehari mempunyai kemungkinan menderita impotensi 1,5 kali lipat.

Jeremy dan Mikhailidis (1998) juga mengemukakan kaitan antara merokok dengan impotensi. Dengan demikian, berhenti merokok dapat meningkatkan fungsi ereksi. Merokok juga sangat tidak baik untuk kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, menghentikannya adalah tindakan bijaksana.

Kalau kesulitan untuk mengatasi kecanduan rokok, cobalah menemui dokter dan melakukan terapi yang tepat. Banyak orang yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok dengan metode “jam berikutnya”. Artinya, dia mulai puasa merokok satu jam. Setelah satu jam terlewati, dia menambah menjadi tidak merokok selama 2 jam. Demikian seterusnya, sehingga orang tersebut dapat menghentikan merokok sama sekali. Atau kalau pun terpaksa tidak bisa berhenti sama sekali, jumlah rokok yang dikonsumsi pun sudah sangat jauh berkurang.

Berlari ke Tempat Olahraga

Semakin bugar tubuh seseorang, semakin sering pula ia mampu berhubungan seksual. Kualitasnya pun akan semakin baik. Tidak peduli jenis aerobik mana yang dipilih, yang penting harus mengerjakannya, paling tidak 3 kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama 20 menit. Berlari, berenang, dan bersepeda merupakan pilihan-pilihan yang baik. Lari dan aerobik juga sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

Kurangi Lemak

Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasuk darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis. Pada dokter percaya bahwa diet untuk menjadi lelaki perkasa adalah diet rendah lemak dengan hanya 20% kalori berasal dari lemak.

Apabila seseorang makan 2.500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak adalah sekitar 50 gram. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang dibeli, cari produk-produk rendah lemak atau tanpa lemak, hindari gorengan atau jajanan pasar yang digoreng, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.

Rampingkan Pinggang

Kelebihan timbangan berat badan dapat menyebabkan panjang penis berkurang. Penelitian terhadap sejumlah lelaki yang mengalami kegemukan menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang lelaki yang kegemukan akan mendapatkan kembali 2,5 cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang disingkirkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang mengalami kegemukan agar mau menurunkan berat badannya. Akan tetapi, yang jelas mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan diabetes karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi.

Cermati Obat yang Dipakai

Ratusan jenis obat dapat memicu terjadinya impotensi sebagai efek samping, termasuk diuretik, obat penurun darah tinggi lainnya, beberapa obat antidepresi, dan obat antipsikotik. Pengguna obat-obatan tersebut sebaiknya menanyakan kepada dokter untuk mengetahui kadar tertentu yang aman dikonsumsi sehingga efek sampingnya dapat minimalkan.

Alkohol Secukupnya

Alkohol adalah depresan yang berfungsi memperlambat refleks, termasuk dalam hal olah seksual. Di samping merusak kemampuan seksual secara langsung, alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang dapat berpengaruh langsung terhadap testis.

Keberadaan alkohol juga akan mengurangi produksi hormon testosteron dan mengganggu keseimbangan hormon-hormon dan bahan-bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilakn ereksi. Padahal keseimbangan itu sifatnya sangat rentan dan mudah terpengaruh.

Oleh karena itulah, batasi diri dalam penggunaan alkohol. Bagi mereka yang terbiasa dengan alkohol, pastikan mengkonsumsi di bawah standar yang diperbolehkan. Apabila sudah mulai mengalami masalah seksual, berhentilah minum alkohol selama 3 bulan untuk mengetahui manfaat meninggalkan alkohol.

Hati-hati Terhadap Cedera Penis

Cedera penis sering menjadi penyebab impotensi. Cedera pada penis bisa menyebabkan pecahnya dinding berserat yang berfungsi menahan tekanan ketika ereksi terjadi. Kerusakan yang terjadi dapat digambarkan seperti yang dialami oleh dinding ban mobil ketika pecah karena menabrak trotoar dengan kecepatan terlalu tinggi.

Posisi yang paling memungkinkan peristiwa ini terjadi adalah ketika perempuan berada di atas. Sewaktu-waktu penis dapat terlepas dari vagina dan bila kurang hati-hati, ulah perempuan dapat menyebabkannya menekuk penis ke arah yang salah. Selain tertekuk ke arah yang salah selama olah seksual, kecelakaan sepeda, dan hantaman pada selangkangan juga dapat merusak penis serta testis.

Olahraga Teratur

Olahraga sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Lelaki yang aktif dan mulai aktif berolahraga akan memiliki resiko yang rendah terhadap impotensi. Kegiatan olahraga ini harus diikuti dengan kegiatan positif lainnya, seperti berhenti merokok, menormalkan berat badan, tidak mengkonsumsi narkoba, maupun minum alkohol.

Berolahraga untuk pencegahan impotensi sama dengan berolahraga untuk mencegah penyakit jantung. Impotensi dan penyakit jantung terjadi karena aliran darah ke organ tubuh buruk. Olahraga membantu melancarkan peredaran darah itu. Dengan kata lain, impotensi dapat merupakan tanda awal penyakit jantung arteri karena penis lebih sensitif terhadap buruknya aliran darah daripada jantung.

Jaga Kondisi Tubuh

Impotensi dulu dipandang sebagai masalah psikologis. Sekarang para dokter percaya bahwa setidaknya ada tujuh di antara sepuluh kasus impotensi yang disebabkan oleh penyebab fisik, seperti penyakit diabetes mellitus, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis. Selain itu, obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol berlebihan, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah ereksi penis.

Inti dari masalah impotensi adalah apapun yang menghentikan aliran darah ke penis akan memperkecil peluang seorang lelaki untuk mendapatkan ereksi. Namun, jika seorang lelaki merawat diri dengan baik, dia akan tetap sehat, tetap bergairah, dan tetap mampu berhubungan seks hingga usia lanjut. Secara teori, memang menyebutkan bahwa kemampuan seksual seseorang tidak akan berubah karena usia seseorang bertambah.

Hindari Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk seseorang bermacam-macam. Ada yang suka begadang tidak jelas keperluannya, ada yang suka dugem dan clubbing, ada yang mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan, balap motor atau mobil tidak pada tempatnya, dan masih banyak lagi lainnya. Semuanya itu akan memberikan efek buruk pada kesehatan.

Kalau kesehatan sudah memburuk, otomatis kemampuan utnuk ereksi pun akan berkurang. Hindarilah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Gantilah dengan sesuatu yang bermanfaat. Hidup tidak berlangsung surut ataupun bisa kembali ke belakang. Waktu terus berjalan. Alangkah meruginya kita kalau terus-menerus menggunakan waktu dengan sia-sia dan tidak memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Hindari Stres dan Segala Bentuk Kelelahan Emosi

Kondisi stres, depresi, cemas, dan segala bentuk kelelahan emosi akan menyebabkan kondisi tubuh tidak prima, aliran darah di dalam tubuh pun akan terganggu. Gangguan tersebut akan menyebabkan seorang lelaki juga akan berkurang kemampuannya untuk ereksi. Oleh karena kesehatan sangat penting untuk seluruh aktivitas maka menghindari stres dengan segala bentuk kelelahan emosi tersebut sangatlah penting.

Setiap ada masalah, cobalah untuk segera menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak dapat menyelesaikan secara pribadi maka cobalah untuk mencari bantuan kepada orang yang ahli atau orang-orang terpercaya. Dengan demikian, beban emosi dan mental tidak akan menyebabkan depresi atau stres yang akan memicu timbulnya impotensi.

Menggunakan Obat-obatan Tradisional

Ada banyak obat tradisional yang dipercaya banyak kalangan sebagai obat untuk mencegah impotensi. Tidak ada salahnya mengkonsumsi ramuan-ramuan tradisional tersebut. Biasanya obat-obatan tradisional tidak memiliki efek samping negatif. Namun demi keamanan, pastikan mengkonsumsi obat tradisional yang sudah mendapatkan sertifikasi medis.

Berikut ini ada beberapa ramuan dari bahan-bahan yang dipercaya masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan impotensi. Para lelaki dapat memilih mana yang dianggap paling sesuai untuk dirinya masing-masing. Bahan-bahan tersebut adalah jahe, ginkgo biloba, ginseng, kayu manis, dan sanrego (lunasia amara blanco).

Pijat Refleksi

Banyak orang yang senang dipijat untuk menyembuhkan penyakit tertentu atau sekedar memulihkan kondisi badannya yang kelelahan. Pijat memang berfungsi melancarkan peredaran darah. Dengan pijatan refleksi di titik tertentu di telapak kaki dapat merangsang suplai darah. Sebenarnya, impotensi diakibatkan oleh stres yang menyebabkan kurangnya suplai darah ke penis. Dengan refleksi yang terarah maka aliran darah akan dapat diperlancar. Demikian pula suplai darah ke penis akan selalu mencukupi sehingga terhindar dari impotensi.

Keseimbangan Hidup

Sebenarnya, secara alamiah manusia sudah dibekali dengan modal bawaan bahwa segala sesuatu harus sesuai dengan keseimbangan. Bercermin pada alam maka segala sesuatunya akan selalu seimbang. Ada siang ada malam. Ada lelaki ada perempuan. Semuanya di alam bergerak dalam lingkaran kosmis yang seimbang sehingga dapat berjalan secara harmonis dan indah.

Demikian pula dengan kehidupan manusia. Seseorang yang mau berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangan hidupnya maka kehidupan akan berjalan selaras dan harmonis. Seseorang yang menjaga kesehatannya juga akan dapat menyeimbangkan keperluan hidupnya. Secara otomatis akan terlatih mengatur berapa banyak kalori makanan yang harus dikonsumsi, kapan harus istirahat, kapan harus berolahraga, kapan harus bekerja, hingga urusan beribadah mengabdi kepada Tuhan. Apabila semuanya terjaga maka kehidupan kesehatan pun akan terjaga. Kesehatan yang prima akan membuat seseorang terhindar dari penyakit, termasuk impotensi.

Demikianlah hal-hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan impotensi. Semakin dini seseorang melakukan pencegahan impotensi, semakin panjang pula harapan untuk dapat terus menikmati kehidupan seksual tanpa diganggu oleh masalah impotensi atau gangguan seks lainnya.

Impotensi dan Onani | Solusi Impotensi

This entry was posted in Impotensi. Bookmark the permalink.

Comments are closed.