Penggunaan Obat Asma jika Merasa Baik-baik Saja

Mungkin mitos terbesar asma yang beredar saat ini diringkas dalam frasa tidak ada gejala berarti bukan asma. Salah! Konsep yang bener adalah “tidak ada gejala berarti saya masih punya asma, saya merasa baik-baik saja karena asma saya terkendali dengan baik”. Dua skenario klinis yang berbeda berlaku pada saat gejala asma menjadi tak terlihat dan Anda merasa baik-baik saja. Baik asma Anda berada pada bagian yang lebih ringan dari spektrum tingkat keparahan asma, intermiten (berdasarkan klasifikasi NAEPP) dalam sifat, dan dalam remisi, atau ini adalah salah satu tipe asma yang lebih persisten dan Anda minum obat anti-asma Anda, untuk menjaga agar asma di bawah pengendalian yang baik. Obat asma dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar yaitu yang dibutuhkan, kerja cepat, pengobatan yang cepat melegakan, jangka panjang, pengendalian pemeliharaan, dan pengobatan untuk penggunaan sehari-hari. Orang dewasa dan anak-anak dengan asma intermiten minum obat, hanya jika mereka menunjukkan gejala secara aktif. Mereka tidak memerlukan pra program obat setiap hari. Penderita yang lain yang lebih jelas gejala asmanya, diklasifikasikan sebagai persisten, harus minum obat pengendali pemeliharaan setiap hari meskipun mereka telah bebas gejala dan merasa sehat. Sebuah kemajuan besar dalam pemahaman profesi medis asma adalah pengakuan atas peran penting dari paru-paru dan inflamasi saluran napas. Jika seorang individu dengan asma memiliki inflamasi paru yang sedang berlangsung, asmanya tidak terkendali secara efektif, dan yang pada gilirannya menyebabkan individu mengalami satu atau lebih gejala asma. Terlalu banyak penderita asma yang diobati tidak adekuat akan “beradaptasi” untuk fungsi paru yang tidak normal dan secara sadar atau tidak, belajar untuk “hidup” dengan gejala-gejala mereka. Ada seorang pasien perempuan, berusia paruh baya yang saat kunjungan awalnya, dilaporkan bahwa ia selalu naik taksi pulang pergi ke tempat ia bekerja di Manhattan sepanjang musim dingin meskipun mengeluarkan biaya. Daripada berjalan kaki, menunggu bus, atau naik kereta bawah tanah, ia selalu lebih suka naik taksi selama musim dingin karena perkembangan batuk kering yang diinduksi oleh udara dingin dan pernapasan yang tidak nyaman. Ketika suhu turun di bawah 40 derajat F, dia hanya bisa berjalan dalam jarak yang sangat dekat sebelym ia mengalami batuk dan sesak napas. Awalnya, ia dengan bangga mengatakan bagaimana dia telah “belajar hidup dengan asma”, yang ia sebut sebagai “kondisinya”. Ia percaya bahwa ia adalah model pasien yang menghadapi ketakutan. Dia keliru dalam asumsinya bahwa ia perlu menyesuaikan diri dengan asmanya, dan ia tidak menyadari, sebaliknya ia seharusnya mengambil kombinasi obat asma, yang akan membuat ia bebas dari gejala asma meskipun masih memiliki asma. Dalam manajemen asma, tujuan pengobatan primer yaitu tidak adanya gejala siang dan malam hari setiap hari. Napas Anda harus nyaman sepanjang waktu. Selama kondisi normal, seharusnya Anda tidak menyadari kalau Anda sedang bernapas, berupa pernapasan yang tenang, mudah dan otomatis. Jika asma Anda masuk ke dalam klasifikasi selain intermiten NAEPP, maka Anda mungkin diresepkan obat pengendali sehari-hari bersama dengan obat hirup pelega napas seperti yang dilakukan untuk pasien yang bepergian dengan taksi. Obat pengendali menujukan pada komponen inflamasi asma. Obat ini dirancang untuk digunakan setiap hari, tanpa henti, untuk menjaga agar inflamasi terkendali dan tenang. Ini adalah obat preventif. Anda harus menggunakannya sebagaimana diresepkan, terutama jika Anda tidak memiliki gejala. Fakta bahwa Anda tidak memiliki gejala berarti obat itu bekerja dengan sempurna! Lanjutkan menggunakannya! Jika Anda menghentikan obat karena Anda merasa baik-baik saja, Anda mungkin tidak merasa baik dalam waktu yang lama. Daripada menghentikan obat sesuai dengan keinginan Anda sendiri, hubungi dokter asma Anda untuk mereview keadaan. Kenyataan bahwa Anda merasa sehat tentu menunjukkan pengobatan Anda efektif. Hal ini juga dapat menjadi petunjuk bahwa sekarang gejala asma Anda telah merespon pengobatan, Anda mungkin siap untuk menurunkan atau mengurangi jumlah obat yang Anda gunakan untuk mengendalikan asma. Para ahli menyarankan bahwa, sebagai suatu peraturan, asma dapat dikendalikan dengan baik selama 3 bulan (90 hari berturut-turut) dan tes fungsi paru berada dalam batas normal (atau mendekati normal) sebelum menurunkan dosis obat asma.

Apa yang terjadi dengan pasien yang menderita gejala setiap hari dari Thanksgiving sampai Paskah? Setelah kunjungan pertamanya beberapa tahun yang lalu, dan resep dari dua inhaler yang berbeda, dia tidak lagi memiliki gejala dalam cuaca dingin. Bersama dipelajari bahwa asmanya hanya memerlukan obat hirup bronkodilator beta-2 agonis (cepat melegakan), kerja pendek, dengan dosis jarang, pada musim semi dan musim panas untuk pengendalian. Pada akhir musim gugur sampai musim dingin berakhir, ia perlu minum obat tambahan sehari-hari. Ia mulai menggunakan inhaler pengendali tambahan segera setelah udara dingin dan sebelum ia mengembangkan batuk yang diinduksi oleh udara dingin dan sesak napas. Sekarang ia memiliki pengendalian asma, ia memiliki lebih banyak pilihan tentang bagaimana cara pergi bekerja! Dia juga memutuskan untuk mendapatkan anjing kecil (yang selalu ia inginkan) dan dengan bangga berjalan bersama anak anjingnya sebelum berangkat dan sepulang bekerja, dalam segala macam cuaca buruk!

Rencana Tindakan Asma | Pemicu Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.