Penggunaan Obat Asma Selamanya

Asma ditandai dengan periode meningkatnya aktivitas dan remisi gejala. Bila asma anda aktif (persisten, sesuai dengan klasifikasi NAEPP), anda perlu menggunakan obat asma sehari – hari dan terus menggunakannya untuk beberapa waktu setelah asma anda menjadi lebih terkendali, dimana anda tetap minum obat meskipun anda sudah merasa baik! Jika asma anda tidak kambuh, maka anda tidak terbangun waktu malam, aktivitas normal tidak terganggu, dan anda minimal perlu obat hirup bronkodilator beta-2 kerja cepat, cepat melegakan (SABA). Tak ada dokter yang dapat memprediksi apakah pengobatan asma anda akan memerlukan waktu yang tidak terbatas (“selamanya”). Saya menganjurkan pasien saya untuk fokus di sini dan sekarang, menangani gejala sekarang juga daripada terperangkap dalam mentalitas pengkhayal. Poin utamanya adalah obat asma yang sangat efektif dan seharusnya diresepkan saat diperlukan. Salah bila menghentikan pengobatan yang tepat karena ketakutan terhadap beberapa lama pengobatan akan dilakukan!

Obat diindikasikan, dalam konteks rencana pengobatan asma, untuk menghilangkan gejala pernapasan seperti sesak napas, rasa tidak nyaman di dada, sesak, batuk, bersin, dan keterbatasan latihan. Obat asma membantu mengendalikan gejala asma, dan dengan melakukan hal demikian, jelas meningkatkan kualitas hidup sehari – hari. Manajemen asma yang berhasil tidak hanya mencakup paling sedikit resep obat yang dibutuhkan untuk mengendalikan asma secara adekuat, tetapi juga mengamanatkan penggunaan obatyang dapat ditoleransi dengan baik dan bebas dari efek yang tidak diinginkan. Suatu prinsip dasar perawatan asma modern termasuk pengingkatan dan penurunan dosis obat, yang mencerminkan sifat variabel alamiah penyakit itu sendiri dan respon individu terhadap pengobatan.

Obat asma harus selalu ditingkatkan sampai semua gejala menjadi terkendali. Pedoman asma terbaru mendefiniskan enam langkah perawatan dalam manajemen asma. Penilaian asma dapat diperoleh setiap minggu jika perlu dan harus fokus pada frekuensi dan intensitas gejala paru, terbangun malam hari, kebutuhan terhadap obat hirup bronkodilator beta-2 kerja cepat, keterbatasan fungsional, dan pengukuran fungsi paru. Keputusan untuk meningkatkan jumlah obat asma yang diresepkan merupakan hasil dari kecukupan sasaran reevaluasi yang berlangsung dan kontrol pemeliharaan. Jika gejala asma terkendali dengan baik selama minimal 90 hari berturut – turut, maka penegasan hasil pengukuran fungsi paru (FEV1) harus dipertimbangkan bersama dengan penilaian klinis dan jika pengendalian memang telah stabil, maka obat asma dapat dikurangi, atau “diturunkan”. Hal tersebut berjalan tanpa mengatakan, pasien dan dokter harus teliti memantau gejala asma setelah penurunan dosis untuk memastikan pengendalian berlanjut. Jika pengendalian dapat dipertahankan, penurunan dapat dilanjutkan sampai dosis obat minimal atau obat tidak diperlukan lagi.

Obat yang Bermanfaat dalam Mengobati AsmaPerbedaan antara Obat Generik dan Bermerek

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.