Pengobatan dan Perawatan Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

Tindakan Pengobatan dan Perawatan Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

1. Operasi

Tindakan operasi sangat tergantung dari kondisi kesehatan Anda sebagai pasien dan sejauh mana kanker itu telah menyebar (metastasis) dalam tubuh Anda. Bagi penderita tumor atau kanker yang bukan dalam stadium lanjut dan masih berada dalam usia produktif untuk melahirkan anak, dokter berupaya sebisa mungkin tidak melakukan operasi pengangkatan indung telur dan/atau rahim Anda. Di bawah ini adalah contoh-contoh operasi yang kerap dilakukan untuk menghentikan penyebaran kanker indung telur :

* Operasi pengangkatan satu indung telur perempuan (unilateral oophorectomy).
* Operasi untuk mengangkat kedua indung telur perempuan (bilateral oophorectomy).
* Operasi untuk mengangkat satu tuba fallopi (unilateral salpingectomy), yaitu saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim sehingga satu saluran lainnya, masih dapat digunakan untuk menyalurkan telur ke rahim.
* Operasi untuk mengangkat kedua tuba fallopi (bilateral salpingectomy).
* Unilateral.
* Operasi mengangkat satu bilateral salpingo-oophorectomy atau dua indung telur dan tuba fallopi (radical hysterectomy). Operasi pengangkatan rahim, termasuk kedua indung telur berikut salurannya (radical hysterectomy), juga kelenjar getah bening di sekiatrnya, dan omentum (sebuah jaringan lemak yang sering menjadi penyebab menyebarnya kanker indung telur). Operasi ini membuat seorang wanita tidak mungkin lagi untuk hamil. Operasi ini juga mempercepat masa menopause bagi perempuan yang sebetulnya masih dalam usia produktif. Setelah dilakukan operasi ini, pasien perlu dirawat di rumah sakit selama sekitar tiga sampai tujuh hari. Seteleh itu, pasien bisa melakukan kegitaan normal setelah empat sampai enam minggu setelahnya.
* Cytoreduction, yaitu tindakan operasi pengangkatan tumor sebanyak dan secepat mungkin.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan dengan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan kemoterapi dimasukkan langsung ke dalam jaringan pembuluh darah (biasanya melalui infus) atau diminum (obat oral). Menurut penelitian terakhir, kemoterapi yang diperuntukkan kanker ovarium (kanker indung telur) akan lebih efektif jika langsung diarahkan ke pembuluh darah perut. Kemoterapi ini juga penting untuk mencegah kanker menyebar ke organ tubuh lainnya.

Umumnya, perempuan dengan kanker indung telur pada sel epitel akan menerima kombinasi dari beberapa obat-obat kemoterapi, begitu juga pada perempuan dengan tumor indung telur yang menyerang sel germinal. Untuk penderita kanker ovarium (kanker indung telur) yang menyerang sel epitel, biasanya diperlukan 6 kali kemoterpai, dengan jarak satu kemoterapi dengan kemoterapi lainnya, adalah 3 – 4 minggu.

3. Terapi Radiasi

Terapi radiasi berguna untuk membunuh sel penular dengan menggunakan sinar radiasi tinggi. Walaupun pengobatan ini efektif untuk kebanyakan jenis kanker, pengobatan ini jarang digunakan pada pengobatan kanker ovarium (kanker indung telur).

4. Uji Coba Klinis

Untuk pengobatan kanker ovarium (kanker indung telur), Anda boleh saja menjadi “kelinci percobaan” uji coba klinis untuk pemakaian obat-obat atau metode perawatan kanker baru. Menjadi objek penelitian ini bisa jadi menguntungkan kalau Anda menderita kanker ovarium (kanker indung telur) pada stadium lanjut dan belum dapat sembuh dengan berbagai pengobatan yang ada. Akan tetapi, diskusikan dulu keinginan itu dengan dokter yang merawat Anda.

Pada saat pengobatan dan perawatan kanker ovarium (kanker indung telur) ini, Anda sebaiknya mematuhi jadwal kunjungan yang ditetapkan dokter. Laporkan gejala-gejala yang Anda hadapi, begitu dampak dari pengobatan yang Anda terima.

Pencegahan Kanker Ovarium | Testimoni

This entry was posted in Kanker Ovarium. Bookmark the permalink.