Pengobatan Kanker Komplementer

Definisi Pengobatan Kanker Komplementer

Pengobatan kanker komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional.

Pengobatan kanker komplementer, pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki fungsi dari sistem-sistem tubuh, terutama “Sistem Kekebalan dan Pertahanan Tubuh”, agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri yang sedang sakit, karena tubuh kita sebenarnya mempunyai kemampuan utnuk menyembuhkan dirinya sendiri, asalkan kita mau mendengarkannya dan memberikan respon dengan asupan nutrisi yang baik dan lengkap serta perawatan yang tepat.

Latar Belakang: Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Tiap insa dilengkapi dengan alat dan organ tubuh yang canggih, seimbang, dan diatas segalanya diberi akal fikiran yang dapat digunakan untuk menimbang yang baik dan yang buruk, dan juga untuk mempelajari segala sesuatu yang diciptakan Tuhan selengkap dan sesempurna manusia, dan justru karena itu juga, manusialah yang ditugasi sebagai wakit Tuhan untuk mengurus alam ini. Dengan akal fikiran itu, manusia.

Selain anugerah yang telah disebutkan diatas, Tuhan juga telah melengkapi tubuh kita dengan suatu Sistem Pertahanan dan Kekebalan Tubuh yang super canggih untuk melindungi tubuh kita dari setiap bentuk gangguan dan serangan musuh, baik yang datang dari luar, seperti bakteri, virus, jamur, parasit, polusi lingkungan, dan sebagainya, maupun musuh yang ada didalam tubuh, seperti radikal bebas, racun-racun hasil samping metabolisme, sel-sel kanker, dan sebagainya.

Sistem kekebalan tubuh berhubungan erat dengan sistem-sistem lain dalam tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh bekerja secara arif dan efektif, maka kita akan senantiasa berada dalam keadaan sehat, namun bila sistem kekebalan tubuh mengalami kelelahan atau bekerja tidak dengan kapasitas penuh, maka bagian-bagian tubuh Anda yang lain terbiar dan mudah diserang oleh kuman-kuman, virus dan bakteri-bakteri yang bertaburan di lingkungan hidup kita saat ini ataupun digerogoti oleh radikal bebas, sel-sel kanker, dan sebagainya. Bila Anda masih pula membebani tubuh Anda dengan diet yang buruk, tidak melakukan latihan jasmani yang cukup, serta pola hidup yang syarat tuntutan (ketegangan), maka sistem kekebalan Anda sama sekali tidak mendapatkan bantuan yang sangat diperlukannya. Pada hal sistem kekebalan tubuh harus bekerja sepanjang waktu untuk melindungi Anda, dan karena hal-hal tersebut, seringkali dia akan gagal melindungi Anda pada saat-saat yang paling dibutuhkan dan Anda dapat menderita sakit.

Sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mampu menghadapi tantangan yang dihadapinya setiap hari, akan memberi kesempatan pada tiap sistem dalam tubuh Anda berfungsi pada tingkat yang terbaik. Sistem kekebalan yang sehat akan meratakan jalan menuju diri Anda yang lebih sehat pula. Dan karena Anda sudah terserang penyakit, maka kelemahan dan ketidak berdayaan Sistem Pertahanan dan Kekebalan Tubuh anda harus dibantu, agar dapat kembali berfungsi secara efektif.

Hal inilah yang dilakukan dalam terapi komplementer dengan beragam cara, termasuk berdoa sebagai terapi secara psikis atau spiritual, karena kesembuhan hanya datang dari Yang Maha Kuasa. Manusia juga dapat mempelajari susunan tubuhnya dan sistem-sistem yang bekerja untuk menjalankan fungsi tubuhnya agar tetap dapat hidup, sehat dan beraktivitas. Dengan akal fikiran itu juga manusia mempelajari dan mengerti tata surya dan lain-lain di alam ini.

Tubuh kita dijadikan Tuhan sedemikian rupa, dan bekerja dengan beragam sistem tubuh. Tubuh kita ini dapat diumpamakan seperti pabrik yang terdiri dari jutaan mesin-mesin kecil yang sebagian bekerja serempak, sedang yang lain bekerja secara independen, namun tetap dalam keharmonisan, agar kita dapat hidup dengan sehat.

Jenis Pengobatan Kanker Komplementer

1. Imunoterapi

Imunoterapi digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh melawan kanker. Misal, vaksin yang terdiri dari antigen diperoleh dari sel tumor bisa menaikkan fungsi tubuh pada antibodi atau sel kekebalan (limpiosit). Ekstrak bakteri tuberkolosis yang dilemahkan, yang diketahui untuk menaikkan reaksi kekebalan, telah berhasil ketika ditanamkan ke dalam kandung kemih untuk mencegah kambuhnya tumor kandung kemih.

Terapi antibodi Monoclonal memerlukan penggunaan antibodi yang dihasilkan secara eksperimental untuk menjadikan protein khusus di atas permukaan sel kanker sebagai sasaran. Trastuzumab adalah salah satu antibodi, yang menyerang HER-2/neu receptor yang hadir di atas permukaan sel kanker pada 25% wanita dengan kanker payudara. Trastuzumab meningkatkan efek obat kemoterapi. Rituximab sangat efektif mengobati lymphomas dan leukemia lymphocytic kronis. Rituximab yang dihubungkan dengan isotop radioaktif bisa digunakan untuk mengantarkan radiasi secara langsung ke sel lymphoma. Gemtuzumab ozogamicin, antibodi dan obat gabungan, efektif pada beberapa orang dengan leukemia myelocytic gawat.

Pemodifikasi reaksi biologis memperbaiki kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menemukan dan menghancurkan sel kanker, seperti dengan merangsang sel normal untuk menghasilkan utusan kimia (penengah). Interferon (di antaranya ada beberapa macam) adalah yang diketahui terbaik dan sangat luas pemodifikasi reaksi biologis yang digunakan. Hampir semua sel manusia menghasilkan interferon secara alami, tetapi juga bisa dibuat lewat bioteknologi. walaupun mekanisme etepat pada tindakan tidak benar-benar jelas, interferon mempunyai tugas di dalam pengobatan beberapa kanker, seperti Kaposi’s sarcoma dan ganas melanoma. Interleukin 2, yang dihasilkan pada sel darah putih tertentu, juga bisa membantu sel carcinoma dan metastatic melanoma di ginjal.

2. Transfer Factor

Kita menderita sakit apabila sistem kekebalan yang berfungsi menjaga agar tubuh kita terhindar dari serangan-serangan musuh, baik yang datang dari luar (seperti bakteri, virus, jamur, parasit, dan sebagainya), maupun yang datang dari dalam tubuh sendiri (seperti radikal bebas, toksin-toksin dari limbah metabolisme, sel-sel kanker, dan sebagainya), tidak berfungsi dengan semestinya. Hampir semua penyakit yang kita alami, terkecuali akibat trauma, luka dan lain-lain, dapat kita telusuri disebabkan oleh ketidak mampuan sistem kekebalan tubuh kita (immune system) memerangi agen-agen musuh yang mengancam dan merusak sel-sel tubuh kita. Ini berarti, bahwa kesehatan kita amat tergantung kepada baik tidaknya fungsi dari sistem kekebalan tubuh kita. Karena itu, bila sistem kekebalan tubuh, kita tingkatkan sedemikian rupa, sehingga dapat bekerja dengan efektif melawan agen-agen penyebab penyakit, maka kita akan terhindar dari menderita sakit.

Transfer factor, yang baru dapat di ekstraksi dari colostrums sapi (susu pertama yang dihasilkan setelah melahirkan) dan dari kuning telur pada abad 21 ini, adalah suatu bahan pembawa pesan (immune messengers) yang dapat menstimulasi dan meningkatkan kerja dari sistem kekebalan tubuh, serta sekaligus mengendalikan reaksi sel-sel kekebalan tubuh yang berlebihan (over reaction), sehingga sistem kekebalan tubuh kita menjadi waspada dan dapat berfungsi secara efektif untuk melindungi tubuh dari serangan-serangan musuh. Transfer factor, dapat meningkatkan aktivitas sel-sel Natural Killer (NK-cells), yaitu suatu sel kekebalan tubuh, yang berfungsi meronda dan membunuh semua sel-sel yang bukan merupakan bagian dari sel-sel tubuh kita yang normal, termasuk sel-sel kanker hingga 400%. Karena itu pemberian trasnfer factor, merupakan suatu harapan baru untuk lebih mengefektifkan sistem kekebalan tubuh kita, agar dapat membantu menyembuhkan penyakit yang kita alami dan mempertahankan kesehatan kita. Kanker termasuk kategori penyakit karena lemahnya sistem imun, menurut Dr. William Hennen “penyakit” terjadi karena lemahnya sistem imun. Untuk perawatan dan pencegahan Kanker Payudara serta berbagai macam penyakit kanker, bisa mengkonsumsi “Transfer Factor” (TF), apa itu Transfer Factor, bagaimana cara kerjanya?
1. Transfer Factor adalah ‘Molekul Pendidik Sistem Imun’ (Immune IQ). 1 buah kapsul TF (300 mg) berpotensi mengenali lebih dari 200.000 jenis kuman, virus, jamur, parasit, bakteri, dan lain-lain. Informasi IQ yang terkandung didalam TF merangsang Tentara-tentara sistem imun untuk menyerang segala musuh-musuhnya, sel-sel rusak dan juga sel-sel kanker.
2. TF adalah gabungan anatar ekstrak kolostrum (susu awal sapi), kuning telur (gabungan sempurna molekul pendidik / pintar) dan dipadukan dengan berbagai tanaman obat seperti Cordyceps, Jamur Shiitake, Mitake, Olive leaf extract, Soya bean extract, Zinc (yang dikenal sebagai tanaman herbal / obat yang mampu melawan sel-sel kanker) tetapi ia tidak mengandung antibodi khusus seperti yang terdapat di dalam kolostrum (hewan), sehingga TF tidak memberi efek alergi kepada pengguna.
3. TF hadir setelah 50 tahun penelitian ditemukan oleh Dr. Henry Sherwood Lawrence (1916 – 2004) dan telah menghabiskan biaya lebih dari US$40 juta, dan diteliti oleh ilmuwan dari 60 negara.
4. TF adalah produk pertama yang disahkan penggunaannya oleh Kementrian kesehatan Rusia untuk digunakan di seluruh rumah sakit dan klinik di Rusia menggantikan obat “IL-2” yang memakan biaya terlalu besar untuk pengobatan kanker US$5000 dibandingkan TF hanya $100 per botol.
5. 4Life Research adalah Leader dalam Revolusi Sistem Imun. Teknologi ekstraksi TF dari konsumen dan kuning telur telah dipatenkan oleh 4Life Research (Teknologi Nanofactor) hingga tahun 2020.
6. Lebih dari 3500 laporan uji klinis dihasilkan untuk membuktikan kekuatan TF.
7. TF aman tidak mengandung kadar toksik boleh dipadukan dengan obat resep dokter dan baik dikonsumsi oleh pasien yang sedang melakukan proses kemoterapi, karena mampu menaikkan daya tahan tubuh hingga 283% dan 437%.

3. Terapi Ayurveda

Hampir setiap orang pernah mendengar tentang beberapa jenis kanker. Daftar dari jenis kanker sangatlah panjang dan membingungkan. Yang hanya bisa disimpulkan dari keseluruhan jenis kanker yang ada saat ini adalah mereka semua dipicu oleh satu sebab yang umum, yaitu: sel-sel ganas. Sel-sel ganas ini disebut sebagai radikal bebas. Meskipun para pakar pengobatan saat ini telah mengetahui bahwa penyebab utama dari kanker adalah radikal bebas mereka masih mempergunakan lokasi pengobatan khusus untuk menghancurkan tumor. Metode ini hanya menghambat pertumbuhannya tanpa sekalipun menyentuh inti permasalahannya.

Para ahli herbal telah melakukan penelitian untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dari radikal bebas tersebut. Sehingga akhirnya didapatkan suatu kesimpulan bahwa radikal bebas disebabkan oleh kekacauan daya tahan tubuh. Mekanisme sistem pertahanan tubuh menjadi rusak dan memproduksi sel-sel yang dapat menghancurkan dirinya sendiri dengan sasaran pada sel-sel yang baik dalam proses penghancuran integritas sel-sel tersebut.

AV Metacare telah dipersiapkan untuk menjadi sebuah inovasi baru yang ditujukan untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran sel-sel kanker atau metastasis dengan dua cara kerja dasar, yaitu : aktifitas Immunomodulatory dan aktifitas anti Metastatik. Komposisi herbal AV Metacare terdiri dari tumbuhan pilihan yang diperoleh dari penelitian selama bertahun-tahun. Tumbuhan ini, terbukti secara klinis, memiliki bahan yang mengandung immunomodulatory dan mampu mengawasi penyebaran sel kanker dengan cara mengikat pada permukaan luar protein E-Cadherin sehingga menghalangi adhesi sel kanker ke dalam jaringan yang masih baik. Proses ini mencegah penyebaran sel kanker ke dalam jaringan yang masih baik. Proses ini mencegah penyebaran sel kanker dan memastikan bahwa perlindungan alami tubuh membiarkan berbagai perubahan biokimia dalam tubuh menjadi normal kembali. Kapasitas antioksidan dalam tumbuhan ini telah diakui oleh kalangan dunia pengobatan internasional dalam memainkan peranan yang penting untuk perlindungan terhadap kanker serta pengawasan penyebaran kanker dengan bertindak sebagai “free radical scavengers”. Hasil riset pada 50 penderita kanker payudara, AV Metacare terbukti menunjukkan kemajuan yang signifikan pada 41 penderita (82%) dengan hasil test menurun / melemahnya sel-sel kanker. Hal ini menunjukkan bahwa AV Metacare merupakan anti oksidan yang sangat kuat.

4. Terapi Metabolik (Nutrisi dan Herbal untuk Kanker)

Sampai detik ini penyakit kanker menjadi ancaman, sementara obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Toh upaya pencegahan terus diusahakan dengan terapi radiasi dan sitostatika.

Namun sebagian penderita lebih memilih terapi alternatif. Guna menakar besarnya manfaat dan resiko terapi alternatif, sangat diperlukan pemahaman tentang cara kerja terapi alternatif, termasuk penggunaan suplemen makanan (senyawa antioksidan serta vitamin mineral) dan preparat herbal yang dapat bekerja melawan kanker.

Berbagai jenis makanan ternyata terbukti mengandung zat-zat antikanker. Bahkan tumis campuran brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat, dan daging ikan amat kaya dengan unsur antioksidan.

Berbagai senyawa tertentu seperti alil sulfida dalam bawang putih, kurkumin dalam kunyit, isoflavon dalam kedelai, likofen dalam tomat, polifenol dalam teh hijau, revesratrol dalam kulit buah anggur merah, dan sulforafan dalam brokoli merupakan makanan pencegah kanker. Beberapa vitamin dan mineral juga merupakan antioksidan yang sering dipromosikan untuk pencegahan kanker: beta-karoten, vitamin C, E, dan selenium.

Untuk terapi herbal, ada bermacam tumbuhan yang berdasarkan pengalaman empiris, bisa melawan kanker. Di antaranya benalu (Dendrophtoe petandra), tapak dara (Catharanthus roseus), meniran (Phyllanthus niruri L), kunir putih (Kaempferia rotunda L), tangguh (Pettiveria alliacea) dan jamur maitake (Grifola frondosa).

Senyawa flavonoid kuersetin dalam benalu diperkirakan bekerja sebagai inhibitor enzim isomerase DNA sel kanker (berperan dalam proses perbanyakan dan peningkatan keganasan kanker). Tapak dara diketahui pula memiliki dua senyawa golongan alkaloid vinka yang berkhasiat menghambat perbanyakan dan penyebaran sel kanker. Kedua senyawa tersebut adalah vinkristin dan vinblastin.

Selain itu tapak dara mengandung alkaloid catharanthin, yang mirip dengan senyawa dalam plasma sel kanker. Penyerapan senyawa ini ke dalam sel kanker diperkirakan akan mendesak dan melarutkan inti sel kanker tersebut.

Tanaman meniran dan kunir putih juga memiliki khasiat antikanker lewat kerja imunomodulator-nya. Ekstrak kedua tanaman ini pada percobaan mencit ternyata memperbanyak jumlah limfosit, meningkatkan toksisitas sel pembunuh kanker (natural killer) dan sintetis antibodi spesifik. Sifat-sifat di atas akan menguatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus maupun sel kanker.

Daun tangguh juga diduga mempunyai khasiat penyembuh kanker karena diduga berasal dari senyawa mirip interferon yakni suatu antibodi alami terhadap virus dan sel knaker. Cara memberantas kanker dengan menghancurkan virus penyebab kanker yang dapat merusak DNA sel normal menjadi sel kanker. Daun tangguh ini katanya lebih berkhasiat untuk jenis kanker prostat, dubur, dan saluran napas. Jamur maitake pun sebagai obat kanker telah diteliti lewat kombinasi ekstrak jamur dengan preparat sitostatika kepada sejumlah penderita kanker. Menurut Dr. Iwan T. Budiarso, peneliti pada Balitbang Depkes RI, maitake bukan hanya meringankan gejala kanker payudara, paru-paru dan hati, tetapi juga mengurangi akibat sampingan yang ditimbulkan oleh sitostatika. Senyawa plosakarida B 1-6 glukans dalam maitake diyakini berperan menghambat pertumbuhan serta penyebaran sel kanker lewat peningkatan efektivitas semua sel dalam sistem pertahanan tubuh di samping meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap sitostika dan radiasi.

Kanker akan muncul bila DNA sel normal mengalami kerusakan sehingga menyebabkan mutasi genetik. Kalau ini tidak segera dikoreksi, perbanyakan sel yang DNA-nya ruska tersebut potensial menghasilkan sel kanker. Padahal perbanyakan sel dimaksudkan untuk pemulihan sel-sel yang aus atau rusak.

Dari sisi ilmu gizi, dua unsur yang dapat merusak DNA sel normal adalah radikal bebas dan karsinogen. Radikal bebas dapat dihasilkan lewat metabolisme tubuh atau dari lingkungan di sekeliling kita (gas buangan pabrik dan kendaraan, asap rokok, zat-zat kimia seperti insektisida, zat kimia atau bahan aditif dalam makanan). Untunglah radikal bebas dapat diikat dan dinetralkan oleh beberapa senyawa, vitamin, dan mineral yang bersifat antioksidan.

Adapun senyawa antioksidan yang menetralkan radikal bebas adalah polifenol (teh hijau), likofen (tomat), beta-karotin (wortel), serta beberapa senyawa lain dalam sayuran atau buah.

Khusus mengenai likofen dalam tomat, senyawa ini terikat kuat dengan serat buah tersebut. Untuk membebaskannya, tomat harus dimasak dahulu dengan sedikit minyak, mengingat sifat likofen yang mudah larut dalam minyak.

Penelitian Universitas Harvard terhadap 48.000 orang pada tahun 1995 menunjukkan, orang yang memakan 10 kali hidangan yang mengandung tomat per minggu akan turun resikonya terkena kanker prostat sampai hampir separuhnya. Vitamin C, E, dan selenium yang banyak terdapat dalam buah, sayuran, kecambah, serta biji-bijian juga merupakan antioksidan yang menetralkan radikal bebas.

Unsur kedua adalah zat karsinogen dalam makanan. Zat ini sebenarnya berasal dari prokarsinogen yang oleh enzim fase I dalam hati diubah menjadi karsinogen. Sementara itu, enzim fase II akan membuang residu produk enzim fase I, sehingga dapat menghambat pembentukan sel kanker. Jika enzim fase I bisa disebut enzim yang jahat, maka enzim fase II merupakan enzim yang baik.

Enzim fase I ternyata dapat dihambat oleh senyawa alil sufida dalam bawang putih sehingga perubahan prokarsinogen menjadi karsinogen bisa dikurangi. Salah satu contoh karsinogen yang terkenal adalah senyawa nitrosamin yang dihasilkan pembakaran daging / ikan (misal sate hangus) dan minyak jelantah yang sudah berkali-kali dipakai. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang menghambat pembentukan nitrosamin dalam saluran cerna.

Sedangkan produksi enzim fase II dapat ditingkatkan oleh sulforafan yang banyak dijumpai dalam brokoli, kembang kol, dan sawi. Karena itu, menu sayuran yang terdiri atas brokoli, sawi, kembang kol, wortel, tomat, dan ikan ditumis sedikit minyak dan bawang putih merupakan salah satu menu pilihan yang kaya akan unsur antioksidan.

5. Terapi Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif membantu penderita kanker dalam mengurangi efek samping dari radiasi dan kemoterapi. Disamping itu, juga bisa menurunkan tingkat stres. Pengobatan alternatif juga membuat penderita merasa lebih kuat dan bersemangat, karena dengan cara ini mereka bisa memberi penanganan sendiri yang positif daripada hanya sekedar bergantung kepada dokter yang menangani kesehatan mereka. Sebagian besar pengobatan pelengkap dan alternatif termasuk ke dalam obat holistik. Artinya, cara untuk mendapatkan kesehatan tubuh dan keseimbangan yang menyeluruh tidak hanya didapat melalui tubuh tetapi pengobatan ini lebih fokus kepada pikiran, emosi dan spirit atau semangat.

Pengobatan alternatif, merupakan metode pengobatan yang menggunakan pendekatan diluar medis, yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern. Dalam pengobatan alternatif, segala metode dimungkinkan, dari penggunaan obat-obat tradisional seperti jamu-jamuan, rempah-rempah yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya. Juga pendekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat proses penyembuhan.

Walaupun namanya pengobatan alternatif, pengobatan ini sering menjadi pilihan pertama para penderita kanker, terutama yang sudah stadium lanjut atau takut dioperasi. Ragamnya sangat banyak, dari minum ramuan, pijat, tusuk jarum, doa, tenaga dalam, sampai yang bersifat supranatural.

Pada mulanya kalangan kedokteran bersikap sangat sinis dan menganggap pengobatan alternatif tidak bisa dipertanggung jawabkan karena tidak didukung riset medis yang memadai. Tetapi semakin banyaknya fakta-fakta keberhasilan membuat mereka tergoda untuk melakukan riset.

Hasilnya? Semakin lama semakin banyak teknik pengobatan alternatif yang diakui, bahkan digunakan para dokter sebagai terapi komplementer untuk mendapatkan tingkat kesembuhan yang lebih baik.

Berikut metode pengobatan alternatif yang bisa Anda gunakan, diantaranya:

* Pengobatan dengan Totok

Totok Energi pada Urat Saraf adalah salah satu jenis pengobatan alternatif yang baik untuk kanker. Disamping itu, totok ini juga bisa mencegah penderita dari muntah, rasa sakit, dan kelelahan. Sebagian besar terapi didasarkan pada ide bahwa “totok energi” dipercaya bisa membuat sehat dan membawa penyembuhan. Penyakit akan muncul jika energi ini lemah. Totok energi berdasarkan pada transformasi tenaga bioenergi melalui gerakan yang lembut, dan fokus pada pernapasan, gerakan yang lembut serta meditasi.

Transfer Energi ini digunakan sebagai penyesuai terhadap pengobatan kemoterapi dan radiasi, juga sebagai terapi primer bagi kanker yang tidak bisa dioperasi dan sudah menyebar. Banyak rumah sakit di Amerika menawarkan pengobatan Holistik seperti tai chi sebagai pelengkap terhadap pengobatan standar, dan pengobatan tai chi juga melakukan transformasi energi vital atau bioenergi. Karena pengobatan dengan transfer energi bisa meningkatkan rasa percaya diri, kualitas hidup, dan menumbuhkan perasaan yang nyaman sebagai tindak Pencegahan berupa Mentransformasikan bioenergi dengan menumpangkan tangan di atas tubuh pasien.

* Ramuan Tradisional

Pada umumnya bersifat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah dan melawan sel kanker, tetapi ada juga yang bisa membunuh sel kanker secara langsung, atau mencegah penyebaran kanker.

Di Indonesia dikenal beragam bahan tradisional untuk pengobatan kanker, misalnya mahkota dewa, mengkudu, buah merah, kunir putih, sambungnyawa, tapak dara, bawang putih, benalu teh, dan sebagainya. Ada yang sudah dikemas baik dalam bentuk kapsul, tablet, maupun sirup, ada yang masih dalam bentuk bahan segar / kering yang harus direbus dulu.

Satu hal yang harus Anda ingat sebelum mengkonsumsi ramuan tradisional adalah, tidak semua bahan cocok untuk semua jenis kanker. Kunir putih misalnya, ternyata cocok untuk kanker mulut, kerongkongan, usus, payudara, kulit, tetapi belum terbukti cocok untuk kanker jenis lain. Sedang produk berbahan dasar kedelai cocok untuk kanker payudara, kanker prostat, usus besar, maupun paru-paru.

Lingkungan di mana tanaman bahan ramuan itu hidup dan cara perawatannya juga berpengaruh cukup besar pada tingkat efektivitasnya. Contohnya bawnag putih yang tumbuh di lereng gunung Rinjani, Lombok, diketahui lebih efektif untuk pengobatan kanker dibanding bawang putih dari daerah lain, karena mengandung selenium yang lebih tinggi.

Jadi Anda tidak bisa sembarangan, asal menuruti kata orang. Cari tahu bahan alami apa yang paling cocok untuk kanker Anda, atau lebih baik datanglah kepada ahlinya atau ke klinik obat tradisional di rumah sakit-rumah sakit terkemuka, dan mintalah ramuan yang paling tepat untuk Anda. Minumlah secara rutin menurut dosis dan dalam jangka waktu yang disarankan. Jangan lupa mengkonsultasikan jadwalnya dengan dokter Anda, agar efeknya tidak bertabrakan dengan efek obat medis Anda.

* Pengobatan secara Fisik

Termasuk dalam pengobatan secara fisik ini adalah pijat tradisional, pijat reflrksi, akupunktur, akupressur, tenaga dalam, terapi oksigen hiperbarik, kop, dan sejenisnya. Secara medis belum terbukti pengobatan ini menyembuhkan kanker secara langsung, tetapi diakui bisa mengurangi rasa sakit, menimbulkan rasa nyaman, menghilangkan stres, dan meningkatkan kualitas hidup / kebugaran, sehingga penderita lebih siap menjalani pengobatan medis.

Tidak hanya klinik-klinik kecil yang menyediakan pengobatan ini, kini rumah sakit-rumah sakit besar juga banyak yang melakukannya, dengan pengawasan dokter ahli yang belajar secara khusus.

* Pengobatan Psikis

Menurut penganut pengobatan ini, penyakit timbul akibat terganggunya keseimbangan tubuh, jiwa, pikiran, dan kehidupan spiritual seseorang. Karenanya pengobatan ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan itu, yang pada gilirannya akan membuat organ-organ tubuh bekerja normal, dan memulihkan kesehatannya.

Contoh pengobatan yang bersifat terapi psikis ini adalah meditasi, yoga, doa / zikir, hipnotis, olah napas, terapi musik, aromaterapi, ayurveda, dan sebagainya. Kegiatan ini diyakini dapat memperkuat mental, mengurangi stres dan kecemasan, menumbuhkan sikap positif, dan memperkuat kemauan hidup. Juga dapat mengurangi efek samping pengobatan, meningkatkan efektivitas pengobatan medis, dan mempercepat penyembuhan.

Berbagai agama di dunia memiliki kepercayaan masing-masing mengenai mukjizat penyembuhan illahiah. Penganut Islam umpamanya, percaya bahwa shalat tahajjud, doa dan dzikir dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang secara medis dianggap tak tersembuhkan. Penganut Kristen, Katolik, Hindu, dan agama-agama lain memiliki keyakinannya masing-masing. Demikian juga penganut aliran kepercayaan, bahkan komunitas-komunitas kecil di kampung-kampung.

Sementara nalar manusia belum mampu menerangkan terjadinya mukjizat ini, sebagian orang mencoba mengilmiahkannya dengan berteori bahwa ketenangan jiwa dan kondisi spiritual yang sehatlah yang meningkatkan kesehatan fisik secara umum.

* Diet dan Nutrisi

Diet dan nutrisi berperan penting dalam upaya mencegah dan menghambat pertumbuhan kanker. Pola makan yang salah (kurang serat, terlalu banyak lemak, komposisi tidak seimbang, banyak mengandung pewarna / pengawet / perasa buatan, atau cara memasak yang salah) merupakan salah satu pemicu penyakit kanker. Maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengubah pola makan yang salah menjadi pola makan yang sehat.

Di sisi lain, zat-zat gizi makanan dan minuman dapat juga dimanfaatkan untuk melawan kanker dengan berbagai cara. Ada yang bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, ada yang menetralisir efek buruk zat-zat pemicu kanker, ada yang mencegah mutasi gen, ada yang bisa memperbaiki kembali gen-gen yang rusak, ada yang bisa mencegah terjadinya metastase (penyebaran sel kanker), bahkan ada juga yang memicu sel kanker untuk melakukan bunuh diri (apoptosis).

Karena itu, mengatur diet dan nutrisi secara tepat merupakan satu hal yang harus dilakukan bersama-sama dengan upaya pengobatan kanker lainnya. Tanyakan kepada dokter atau ahli nutrisi mengenai makanan apa yang harus Anda hindari atau sebaliknya harus Anda konsumsi untuk mendukung pengobatan kanker Anda.

* Vitamin, Mineral, Makanan Suplemen

Masih banyak lagi ragam pengobatan alternatif untuk kanker, khususnya yang diproduksi oleh pabrik-pabrik farmasi dan dipasarkan sebagai vitamin atau makanan suplemen. Di Indonesia kita mengenal produk-produk lebah seperti madu, royal jelly, propolis; juga sirip ikan hiu, minyak ikan, chlorella, teh hijau, ginseng, dan sebagainya yang diklaim bisa menyembuhkan kanker. Demikian juga vitamin A dan beta karoten, vitamin B, C, E, K yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah pembentukan dan penyebaran sel kanker.

Lain-lain

Klinik-klinik pengobatan kanker juga memiliki beragam teknik pengobatan lain yang belum sepenuhnya diterima kalangan medis, misal kemoterapi herbal, infus T-cell (berasal dari thymus sapi) yang dikatakan bisa membunuh sel-sel kanker, penggunaan obat-obat tertentu untuk membersihkan tubuh dari racun dan logam berat sumber radikal bebas, dan sebagainya.

Sementara itu di berbagai daerah terdapat berbagai teknik pengobatan supranatural yang tampak tidak masuk akal, tetapi toh banyak yang mencoba. Misal mendiagnosa penyakit lewat seekor ayam, memindahkan penyakit kepada binatang / telur / kayu / buah, dan banyak lagi lainnya.

Sekalipun dokter agak skeptis terhadap berbagai jenis pengobatan alternatif itu, tidak ada salahnya Anda mencoba. Dokter berpegang pada teknik pengobatan (barat) yang sudah teruji secara klinis, sedang berbagai pengobatan alternatif pada umumnya berasal dari pengobatan tradisional (timur) yang digunakan dan terbukti efektif secara turun-temurun, tetapi banyak yang belum diuji secara klinis. Keputusannya tetap di tangan Anda. Toh tidak sedikit obat-obat tradisional yang setelah diuji secara klinis kemudian diadopsi menjadi obat-obat medis modern, seperti obat kemoterapi vincristine dan vinblastine, yang diambil dari ekstrak daun tapak dara.

Akan lebih maksimal hasilnya kalau pengobatan alternatif yang Anda pilih dilaksanakan bersama-sama dengan pengobatan medis, sehingga bisa saling mendukung. Yang penting Anda harus berpegang oada 4 Tepat dan 1 Waspada: tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat penderita, serta waspada terhadap efek samping. Dan sudah pasti, selalu berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Pengobatan Kanker Konvensional | Testimoni

This entry was posted in Kanker. Bookmark the permalink.