Pengobatan Kanker Prostat

Jenis Pengobatan Kanker Prostat

Sebenarnya, pengobatan kanker prostat bagi penderita masih diperdebatkan. Pengobatan tersebut tergantung pada stadium dari kanker tersebut dan sudah seberapa parahkah kanker prostat tersebut sudah menyebar ke bagian kelenjar dan bagian tubuh yang lainnya.

* Pada stadium awal

Pada saat stadium ini biasanya pengobatan bisa dilakukan dengan cara protastektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran.

* Pada stadium lanjut

Yaitu ketika kanker sudah sampai menyebar ke anggota tubuh yang lain. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan manipulasi hormonal (pengurangan kadar hormon testosteron) melalui obat-obatan maupun sampai melalui pengangkatan testis atau melalui kemoterapi.

1. Pembedahan

a. Prostatektomi radikal (pengangkatan kelenjar prostat)

Cara ini sering dilakukan saat kanker sudah memasuki stadium A dan B. Proses pembedahan ini memiliki prosedur yang cukup lama dan biasanya dilakukan di bawah pembiusan total maupun spinal.

Sebuah sayatan biasanya dibuat di perut maupun daerah perineum dan si penderita harus menjalani perawatan rumah sakit. Komplikasi yang mungkin terjadi dari proses ini adalah impotensia dan inkontinensia uri. Pada penderita yang kehidupan seksualnya masih aktif, bisa dilakukan potency-sparing radical prostatectomy.

b. Orkiektomi (pengangkatan testis, pengibiran)

Pembedahan ini adalah tindakan pengangkatan kedua buah testis sehingga menyebabkan berkurangnya kadar testosteron. Akan tetapi, prosedur ini menimbulkan efek fisik dan psikis yang sulit diterima oleh si penderita karena kedua buah testisnya diangkat. Namun, proses ini merupakan pengobatan kanker prostat yang paling efektif dan tidak memerlukan pengobatan ulang, juga lebih murah dibandingkan dengan proses pengobatan yang lainnya dan pasien tidak perlu untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Orkiektomi biasanya dilakukan pada kanker yang sudah menyebar.

2. Terapi penyinaran

Terapi penyinaran ini biasanya lebih diutamakan digunakan untuk mengobati kanker yang sudah masuk pada stadium A, B, dan C. Biasanya, jika dengan jalan pembedahan memiliki resiko yang tinggi, cara lain yang bisa dilakukan sebagai jalan alternatif lainnya adalah dengan melakukan penyinaran. Terapi penyinaran untuk kanker kelenjar prostat ada beberapa cara, yaitu :

a. Terapi penyinaran eksternal, yaitu terapi yang dilakukan di rumah sakit dan tidak perlu menjalani rawat inap. Terapi ini memiliki efek samping berupa penurunan nafsu makan, kelelahan, reaksi kulit (kemerahan dan iritasi), cedera atau luka bakar pada rektum, diare, sistitis (infeksi kandung kemih), dan hematuria. Terapi penyinaran eksternal biasanya dilakukan sebanyak 5 kali / minggu selama 6 – 8 minggu.

b. Pencangkokan butiran yodium, emas, atau iridium radioaktif langsung pada jaringan prostat melalui sayatan kecil.

Keuntungan dari proses pengobatan kanker prostat dengan penyinaran ini adalah radiasi langsung dapat diarahkan pada prostat dengan kerusakan jaringan di sekitarnya yang lebih sedikit.

3. Obat-obatan

a. Manipulasi hormonal

Tujuan manipulasi hormonal adalah untuk mengurangi kadar hormon testosteron. Penurunan kadar testosteron sering efektif dalam mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker. Manipulasi hormonal terutama digunakan untuk meringankan gejala tanpa menyembuhkan kankernya, misalkan saja pada penderita yang kankernya sudah sampai menyebar.

Obat-obatan yang digunakan adalah :

* Obat sintetis

Obat ini berfungsi menyerupai LHRH (Luluteinizing Hormone Releasing Hormone). Obat ini biasa digunakan untuk mengobati kanker prostat pada stadium lanjut. Salah satu contoh obat sintetis ini adalah lupron dan zoladeks. Obat ini menekan perangsangan testis terhadap pembentukan testosteron (pengibiran kimiawi) karena memiliki hasil yang sama dengan pengangkatan testis. Obat ini diberikan dalam bentuk suntikan, dan biasanya dilakukan setiap 3 bulan sekali. Efek samping penyuntikan obat ini adalah rasa mual, muntah, wajah akan menjadi kemerahan, anemia, osteoporosis, dan impotensi.

* Obat lainnya yang digunakan untuk terapi hormonal adalah zat penghambat endrogen (misalnya, flutamid), yang berfungsi untuk mencegah menempelnya testosteron pada sel-sel prostat. Efek samping yang dimiliki oleh zat ini adalah impotensi, gangguan hati, diare, dan ginekomastia (pembesaran payudara pada pria).

b. Kemoterapi

Kemoterapi sering dilakukan untuk mengatasi kanker prostat yang kebal terhadap pengobatan hormonal. Biasanya, obat yang diberikan adalah obat tunggal atau kombinasi dari beberapa obat yang dapat menghancurkan sel-sel kanker.

Obat-obatan yang sering digunakan untuk mengobati kanker prostat adalah :
* Mitixantronx
* Prednisone
* Dosetaxel
* Estramustin
* Adriamycin

Efek samping yang ditimbulkan tergantung pada setiap obat yang diberikan kepada pasien.

4. Pemantauan

Pemantauan bagi penderita kanker prostat selalu dilakukan. Hal ini untuk meminimalisasi efek samping yang akan dialami pada setiap pasien yang sedang melakukan pengobatan ataupun obat yang telah diberikan dokter kepada pasiennya. Pemantauan untuk mengetahui perkembangan penyakit tersebut meliputi :

* Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA (biasanya dilakukan setiap 3 bulan – 1 tahun)
* Pemindaian dan atau CT scan tulang untuk mengetahui sudah seberapa jauh penyebaran kanker.
* Pemeriksaan lengkap dengan pemantauan tanda-tanda anemia.
* Pemantauan tanda dan gejala lainnya yang menunjukkan perkembangan penyakit tersebut terhadap diri Anda. Misalkan saja, kelelahan, penurunan berat badan, rasa nyeri yang semakin hebat, penurunan fungsi usus, dan kandung kemih serta kelemahannya.

Gejala Kanker Prostat dan Diagnosis Kanker Prostat |

This entry was posted in Kanker Prostat. Bookmark the permalink.