Pengobatan SLE

Karena tidak diketahui penyebabnya, maka pengobatan penyakit ini ditujukan untuk meminimalkan akibat gejala yang dialami pasien. Lupus adalah penyakit kronik yang diderita seumur hidup. Namun banyak pasien lupus yang dapat hidup dan beraktivitas normal, namun banyak pula yang sungguh-sungguh sakit parah. Telah disetujui para ahli bahwa menjalani pola hidup sehat akan dapat meminimalkan efek penyakit ini.

Komplikasi yang paling berbahaya dari lupus adalah lupus nephritis yang dapat menghancurkan fungsi ginjal sehingga terjadi gagal ginjal. Pasien perlu menjalani dialysis atau transplantasi ginjal. Namun obat-obatan mutakhir dapat membantu melindungi tubuh dari komplikasi mematikan ini.

Berikut ini obat-obatan yang digunakan untuk meredam berbagai gejala lupus.

* NSAIDs, menurunkan inflamasi dan rasa sakit pada otot, sendi, dan jaringan lain. Contoh obat: aspirin, ibuprofen, baproxen, dan sulindac. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan efek samping, yaitu gangguan perut, tukak’ulcer, sakit perut, perdarahan tukak.

* Kortikosteroid, potensial menurunkan inflamasi dan memperbaiki fungsi penggunaan oral, injeksi ke sendi dan intravena. Contoh: prednison. Efek samping: meningkatkan berat badan, penipisan kulit, tulang, mudah infeksi, diabetes, katarak, nekrosis sendi, moon face.

* Hidroksikloroquin (plaquenil), obat antimalaria, efektif untuk SLE dengan gejala fatique, kulit, dan sendi. Baik untuk mengurangi ruam tanpa meningkatkan penipisan pembuluh darah. Contoh : obat malaria kloroquin. Efek samping : diare, gangguan perut, dan pigmen mata berubah (harus dipantau oleh spesialis mata).

* Minyak ikan omega-3, menurunkan aktivitas penyakit dan resiko penyakit jantung.

* Vitamin D, perlu bagi pasien lupus, karena mereka tidak dapat terpapar sinar matahari.

* Kalsium, penting bagi penyandang lupus yang hamil dan menopause.

* Imunisasi : influenza, rubella, varicella, polio, pneumococcal.

* Hindari : rokok, terpapar bahan kimia / sinar matahari, minuman keras.

Mencegah SLE | Apakah Kanker Lazim Pada Penderita Lupus?

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.