Pengukuran Tes Fungsi Paru (PFTs), Spirometri, dan Arus Puncak Ekspirasi (PEF)

Tes fungsi paru (PFTs) – seperti namanya – tes yang dirancang untuk mengukur dan menilai fungsi paru-paru. PFTs awalnya alat-alat penelitian, yang tersedia hanya di pusat-pusat rumah sakit pendidikan. Sekarang alat-alat ini tersedia secara luas dan seringkali digunakan karena manfaatnya dalam diagnosis dan pengobatan asma. Perlu diingat ketika Anda membaca hasil pemeriksaan pada tes PFT bahwa kelainan fungsi paru yang terlihat pada asma aktif adalah reversibel.

Istilah PFTs digunakan untuk menggambarkan secara kolektif beberapa tes khusus yang berbeda dari fungsi paru-paru. Spirometri adalah PFTs yang paling berguna ketika digunakan dalam diagnosis dan pengobatan asma. Spirometri, pada gilirannya, termasuk dua subtes yang penting. Yang pertama disebut arus puncak ekspirasi yang disebut PEF. Yang kedua yaitu FEV1, volume ekspirasi paksaan dalam 1 detik. Pengukuran PEF dan FEV1 merupakan bagian atau subtes dari PFTs spirometri. Ketersediaan alat murah, sangat portabel, dan monitor arus puncaknya di rumah setiap hari untuk memantau aktivitas asma. Pengukuran FEV1, di sisi lain, memerlukan penggunaan spirometer, yang lebih mahal, memerlukan perawatan khusus, dan belum saat ini disarankan untuk digunakan di rumah. Pemantauan PEF sendiri memberikan penderita asma pengetahuan mengenai kondisinya dan mengizinkan penilaiian terhadap pengendali asma. Kedua PEF dan FEV1 memainkan peranan sangat penting pada Program Nasional Pendidikan dan Pencegahan Asma (NAEPP), mulai dari diagnosis asma, klasifikasi, dan panduan pengobatan.

Untuk melakukan spirometri dan PEF, pasien pertama diminta untuk menarik napas dalam. Kemudian, dihembuskan napas tunggal terbesar dengan kuat dan cepat ke mulut yang dihubungkan ke spirometer atau peak flow meter. Manuver ini diulang beberapa kali selama tes untuk memastikan nilai-nilai yang akurat dan reprodusibel. Spirometer mengukur volume paru-paru saat pengeluaran napas, serta aliran udara melalui mulut selama waktu ekshalasi berlangsung. Hasil pengukuran spirometri dicatat oleh spirometer, dicetak dan digambarkan untuk review dan referensi di masa mendatang. Setiap hasil pengukuran pasien dibandingkan dengan nilai prediksi. Nilai prediksi tes fungsi paru didasarkan pada tiga variabel : umur, tinggi badan, dan jenis kelamin. Nilai prediksi berbeda untuk seorang pria berusia 21 tahun, tinggi 182,88 cm dari wanita, berusia 64 tahun dengan tinggi 152,40 cm. Ini berarti bahwa nilai PEF (dan FEV1) yang dianggap dalam batas normal bagi wanita tua, pendek, penderita asma diatas, akan rendah abnormal jika diberlakukan untuk laki-laki tinggi, remaja, penderita asma, meskipun mereka berdua sama-sama penderita asma.

Karena asma dikarakteristikkan sebagai penyakit mengosongkan paru, dengan waktu ekshalasi memanjang abnormal pada gejala asma. Siapa pun dengan asma aktif yang mencoba untuk meniup semua lilin pada kue ulang tahun dengan satu hembusan udara yang kuat mengetahui akan terjadi gangguan pengosongan paru secara langsung! Tergantung pada derajat asma dan faktor lainnya, seperti berapa besar penyempitan saluran napas, atau bronkospasme, jika ada, ekshalasi penuh selama pemeriksaan spirometri mungkin berlangsung selama 14 detik sedangkan normal, 5 sampai 6 detik. Nilai FEV, dan PEF mencerminkan efisiensi dan status mengosongkan paru, dan dengan demikian memberikan informasi tentang bagaimana fungsi paru seorang penderita asma dipengaruhi oleh kondisinya.

FEV1 mengukur jumlah (volume) udara yang dihembuskan pada detik pertama dari ekshalasi paksaan selama pemeriksaan spirometri seperti Anda menghembuskan napas keluar sekuat dan secepat yang Anda bisa setelah Anda menarik napas dalam. Ketika gejala asma sangat tidak terkendali, diperlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk paru-paru menjadi kosong sepenuhnya. Karena waktu ekshalasi total memanjang pada gejala asma dan asma yang tidak terkendali dengan adekuat, maka jumlah (volume) udara yang dihembuskan selama detik pertama ekshalasi itu lebih rendah dari yang diperkirakan. Penurunan FEV1 terjadi pada gejala asma atau asma yang tidak terkendali. Dengan pengobatan, pengosongan paru lebih efisien, dan nilai FEV kembali ke batas normal. Ketika dicurigai terdapatnya gejala asma, pemeriksaan spirometri dilakukan sebelum dan setelah inhalasi obat bronkodilator aksi pendek untuk mencapai keadaan FEV1 yang normal, fenomena ini disebut reversibilitas. Pedoman paling up-to-dateĀ  dari EPR ketiga (Laporan Panel Ahli) dari Institut Nasional Jantung, Paru, dan Darah mendefinisikan peningkatan 12% atau lebih dari acuan FEV1 pada spirometri setelah penggunaan bronkodilator merupakan respon yang signifikan.

Ketika asma dalam kondisi aktif atau dalam keadaan eksaserbasi asma akan memperpanjang ekshalasi, aliran udara melalui saluran udara yang menyempit menjadi berkurang. Pemeriksaan spirometri pada penderita asma aktif juga menunjukkan berkurangnya laju arus udara. Arus puncak merupakan nilai tunggal tertinggi dari pengukuran arus yang terjadi saat paru mulai mengosong.

Arus puncak mencerminkan aliran udara melalui saluran yang lebih bedar, yang disebut saluran napas penghantar pada asma. Arus puncak biasanya melacak aktivitas asma. Pemantauan arus puncak di rumah memungkinkan untuk perbandingan prediksi PEF seseoran, dengan hasil pengukuran terbaik personal yang aktual tersebut diperoleh saat asma terkendali dengan baik. Pemantauan PEF di rumah, selanjutnya dapat membantu mengidentifikasi bahkan untuk eksaserbasi ringan sekalipun dan memandu penyesuaian naik atau turun pengobatan, tergantung pada bagaimana nilai PEF berfluktuasi dari pengukuran terbaik personal. Hasil pengukuran PEF yang dilakukan sendiri dari waktu ke waktu merupakan komponen dari rencana tindakan asma.

Peak flow meter adalah perangkat yang mudah digunakan, dirancang untuk membantu Anda menilai tingkat pengendalian asma Anda. Orang yang menderita asma persisten sedang atau berat, orang dengan riwayat eksaserbasi berat, dan orang-orang yang mengalami kesulitan memahami ketika asma mereka memburuk, yang paling mungkin merasakan manfaat dari pemantauan arus puncak sendiri ini. Pemantauan jangka panjang, pengukuran arus puncak setiap hari dapat mendeteksi perubahan awal pada pengendali asma yang memerlukan penyesuaian dalam pengobatan dan membantu mengukur respon terhadap perubahan pengobatan tersebut. Pemantauan asma sendiri seharusnya tidak mengganggu. Sebaliknya, pemantauan arus puncak sehari-hari di rumah telah terbukti dapat meningkatkan pengendalian asma, mengurangi eksaserbasi, dan menurunkan ketidakhadiran di sekolah dan tempat kerja. Menggunakan pemantauan arus puncak juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda karena membantu Anda mempelajari bagaimana mengoptimalkan pengendalian asma dan mencapaipengendalian asma yang lebih baik. Sebagian besar anak dapat secara akurat mengukur arus puncak mereka di bawah bimbinganĀ  orang dewasa mulai dari usia sekitar 6 tahun. Pemantauan arus puncak juga memungkinkan untuk membuat keputusan yang objektif untuk memodifikasi rejimen asma Anda berdasarkan informasi yang terdapat dalam rencana tindakan asma tertulis yang telah disediakan dokter Anda.

Jika dokter Anda memberi resep untuk pemantauan arus puncak di rumah, Anda akan diminta untuk menentukan nilai terbaik personal berdasarkan pengukuran yang diperoleh saat Anda dalam keadaan baik dan bebas gejala. Rencana tindakan asma memberikan petunjuk tentang apa obat asma yang diambil sebagai nilai arus puncak, termasuk dalam salah satu dari tiga zona berlabel hijau, kuning, atau merah. Zona hijau meliputi pengukuran arus puncak dalam kisaran 80 – 100% dari personal terbaik Anda. Kuning berhubungan dengan pengukuran arus puncak dalam kisaran 60 – 80% dari nilai personal terbaik. Zona merah meliputi semua nilai arus puncak di bawah 60% dari yang terbaik. Pengukuran arus puncak di zona merah menunjukkan bahwa asma Anda sangat tidak terkendali, dan Anda perlu menghubungi dokter Anda, lanjutkan ke ruang emergensi, atau keduanya.

Tes Diagnostik untuk Mendiagnosis Asma | Tes Tantangan Metakolin (Bronkoprovokasi)

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.

Comments are closed.