Penyakit Autoimun

Autoimun berhubungan dengan sistem imunitas tubuh. Sistem imunitas (sistem kekebalan tubuh) memproduksi sejenis protein yang bertugas sebagai antibodi yang memproteksi tubuh dari kuman-kuman (bakteri, virus) yang menimbulkan infeksi. Pada penderita lupus, sistem imun tidak dapat membedakan sel sehat dan sel bakteri atau virus, sehingga antibodi yang diproduksinya menyerang sel-sel sehat.

Untuk mudahnya, dapat Anda bayangkan bahwa dalam keadaan normal, sistem imun mempunyai fungsi mengendalikan pertahanan tubuh, yaitu melawan infeksi dalam arti memusnahkan kuman penyakit, bakteri, virus dan zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Pada lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem pertahanan tubuh berbalik menyerang jaringan tubuh sendiri, yaitu antibodi yang dihasilkan menyerang sel-sel darah, organ, dan jaringan tubuh yang sehat sehingga terjadi penyakit menahun. Mekanisme dan penyebab penyakit autoimun ini belum sepenuhnya dimengerti. Para peneliti masih menduga-duga. Karena itu, belum ditemukan obat-obatan yang mampu menyembuhkan lupus secara langsung.

Penyakit lupus adalah penaykit sistem imunitas dimana jaringan tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas tersebut bisa mengenai berbagai sistem tubuh, seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru, dan lapisan pada paru, hati, sistem pencernaan, mata, dan sebagainya, termasuk darah dan pembuluh darah. Inilah yang disebut SLE atau systemic lupus erythematosus. Jika lupus hanya menyerang kulit (timbul ruam-ruam pada kulit), maka itu adalah lupus jenis cutaneous: discoid lupus erythematosus (DLE) atau subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE).

Setiap orang bisa kena penyakit lupus. Namun dari hasil penelitian para ahli, lupus lebih banyak menyerang wanita daripada pria, perbandingannya 6 – 10 kali lipat. Di Amerika, sembilan dari sepuluh pasien lupus adalah wanita. Kemungkinan disebabkan faktor hormonal, karena meningkatnya gejala lupus adalah pada masa setelah menstruasi atau selama kehamilan. Namun penyebab yang lebih pasti kenapa wanita lebih sering diserang penyakit ini dibanding pria, masih belum diketahui. Bangsa Asia dan Afrika, juga bangsa pribumi Amerika dan Hispanik lebih rentan diserang lupus dibandingkan bangsa kulit putih. Hasil penelitian menyebutkan bahwa wanita kuliy berwarna tiga kali lebih rentan diserang lupus dibanding wanita kulit putih. Hasil penelitian lain menyatakan bahwa wanita kulit hitam dan wanita dari negara-negara Latin/Hispanik telah diserang lupus pada usia muda, dengan gejala yang lebih parah dibanding remaja kulit putih. Pasien lupus kulit hitam umumnya mendapat serangan stroke sedangkan pasien lupus Latin umumnya mendapat serangan jantung.

Timbulnya penyakit lupus disebabkan adanya faktor kepekaan, dan diduga ada hubungannya dengan hormon estrogen. Karena itu, diderita oleh wanita usia produktif 20 – 40 tahun, meskipun ada juga pria yang mengalaminya.

Jadi siapa saja yang beresiko kena penyakit lupus? Berikut ini faktor-faktor yang memudahkan seseorang diserang lupus.

* Gender. Sudah terbukti bahwa 90% penyandang lupus adalah wanita.
* Usia. Umumnya penderita penyakit lupus berusia remaja sampai 30-an.
* Etnik. Mereka yang berkulit gelap (berasal dari Asia, penduduk asli Amerika, Hispanik) beresiko lebih tinggi diserang lupus dibanding mereka yang berkulit putih.

Namun dari hasil banyak penelitian, telah diketahui bahwa penyakit lupus dapat dipicu oleh kondisi-kondisi sebagai berikut :

* saat pubertas
* setelah kelahiran (ibu maupun bayinya)
* selama menopause
* setelah infeksi usus
* setelah terpapar sinar matahari
* setelah mengalami trauma
* memakai obat-obatan dalam jangka waktu lama

Definisi Penyakit Lupus | Gejala Lupus

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.