Penyebab Darah Kental

Salah satu faktor penyebab darah kental adalah usia. Makin lanjut usia seseorang, darah makin mengental. Pada usia Anda, Jelas darah anda sudah mulai mengental. Namun seberapa kentalnya dan apakah perlu minum obat pengecer darah, sebaiknya Anda tanyakan kepada dokter Anda. Tapi Anda bisa minum suplemen omega-3 yang bermanfaat meredama nyerei, perdagangan, dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Selain itu juga beberapa vitamin A, vitamin B, vitamin C, Vitamin E, kalsium, magnesium, dan multivitmin untuk mengatasi defisiansi nutrisi yang diakbitkan oleh darah kental. Konsumsi juga aneka buah dan sayuran segar yang dapat meningkatkan sistem imun dan hormon.

Salah satu penyebab darah kental berhubungan dengan kecukupan air dalam tubuh. Kurang minum dalam arti kurang asupan cairan dalam jangka waktu panjang sehingga terjadi dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko darah mengental. Mengapa? Kira-kira 80% tubuh kita terdiri dari air,bahkan ada bagian tubuh yang kadar airnya lebih dari 80%, yaitu otak dan darah. Otak mempunyai komponen air lebih dari 90%, sedangkan darah lebih tinggi yaitu 95%. Karena itu, tubuh kita perlu pasokan banyak air agar semua fungsi bagian-bagian tubuh berjalan dengan baik.

Telah diketahui bahwa kita wajib minum sebanyak minimal 2 liter (atau 8 gelas) air perhari. Air sebanyak itu di perlukan untuk mengganti cairan tubuh yang keluar dalam bentuk urine, keringat, napas, dan sekresi lainnya. Jika Anda perokok, maka batas minimal 2 liter tersebut harus ditambah karena jika Anda perokok, darah Anda lebih kental dari biasanya.

Jika kita minum kurang dari 2 liter per hari alias kurang minum (yang terjadi terus-menerus setiap hari, misalnya karyawan kantor atau petugas lapangan), yang terjadi adalah pasokan air untuk tubuh menjadi kurang. Tubuh akan menyeimbangkan diri dengan cara menyedot air dari bagian-bagian tubuh sendiri. Yang paling mudah adalah dari darah. Darah yang tersedot cairannya tentu saja akan mengngental, terjadilah perlengketan antar trombosit. Inilah salah satu faktor sindrom darah kental.

Jadi, kurang minum yang terus-menerus atau berkepanjangan memang akan menyebabkan darah menggental. Ini biasanya dialami oleh para lansia yang rasa ambang hausnya tidak lagi peka. Juga bisa dialami oleh para pekerja muda pekerja kantoran maupun yang bekerja di lapangan. Bukannya mereka ini ambang hausnya tidak peka, melainkan tidak sempat minum banyak disebabkan kesibukan kerja. Akibatnya, sebagai alat distribusi dan transportasi – tugas darah membawa nutrisi oksigen ke seluruh tubuh – tugas darah menjadi terganggu bahkan terhambat. Akibatnya, sel-sel tubuh kekurangan pasokan zat makanan dan oksigen, atau bisa tidak mendapatkannya sama sekali. Tentu saja sel-sel yang bersangkutan bisa mati.

Pengentalan darah bisa berakibat menggumpalnya trombosit yang menghambat aliran darah. Terhambatnya aliran darah menyebabkan kurangnya atau ketiadaan pasokan nutrisi dan oksigen yang dapat berakibat kematian sel-sel dan kematian jaringan. Gagal ginjal, gagal jantung, dan stroke merupakan beberapa akibatnya. Jadi kurang minum yang berarti kurang asupan cairan yang terjadi dalam jangka panjang dan terus-menerus, menyebabkan darah mengental dan terjadilah penyakit darah kental.

Dalam bulan ramadan, kita memang wajib berpuasa , terutama kita yanng sehat. Selama berpuasa kita memang akan menderita haus dan lapar. Namun kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa belas jam saja (sekitar 14jam, bisa lebih di negara empat musim). Setelah berbuka, kita bisa makan secukupnya dan terutama minum sekeknyangnya. Meskipun puasa tersebut berjalan selama satu bulan, namun bagi mereka yang kesehatannya prima, kurang makan dan (terutama) kurang minum tidak akan membahayakan kesehatannya asalkan bisa menyiasatinya dengan banyak minum saat berbuka sampai waktu imsak. Pada saat bebrbuka sampai saat imsak kita bisa mengejar kekurangan minum dengan minumair putih sampai mencapai minimal 2 liter.

Berbeda keadaanya jika seseorang karyawan / karyawati kantor yang setiap hari terpaksa duduk sepanjang hari di depan komputer misalnya, lupa atau terlambat makan dan minuum. Minumpun hanya sekadarnya saja. Setiap hari minimal asupan air yang disyaratkan sebanyak 2 liter, tidak terpenuhi. Dan ini terjadi setiap hari. Karena itu, suatu hari ia akan menglami kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

Dehidrasi yang terus-menurus akan menyebabkan darah mengental sehinggga bisa memunculkan sindrom darah kental yang berakibat mengacaukan fungsi organ-organ tubuh sehinggga sel-sel dan jaringan banyak yang mati karena kekurangan suplai makanan dan oksigen. Akibat selanjutnya macam-macam penyakit muncul, yang fatal adalah serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Stres dapat memicu darah kental. Stres menyebabkan produksi adrenalin meningkat. Meningkatnya adrenalin akan memicu darah kental. Bayangkan jika Anda setiap hari mengalami stres di kantor mungkin juga di rumah, produksi adrenalin pasti sangat berlebihan dan darah kental terus-menerus terpicu. Bila terjadi produksi adrenalin, maka tumbuh akan mengubahnya menjadi energi dengan cara membakar lemak. Persoalannya pada orang stres, kolestrol ‘baik’ HDL tidak ikut meningkat sehinggga lemak darah menjadi tingggi.

Berbeda dengan pembakaran lemak jika Anda berolahraga. Aktivitas olahraga meningkatkan kadar kolestrol ‘baik’ HDL sehingga lemak yang terbakar akibat berolahraga akan dibuang keluar tubuh. Dan sebagaimana telah diketahui, olahraga mampu meredakan stres, apalagi jika olahraga yang dijalinya merupakan olahraga pilihan yang disukainya.

Nah, lemak darah yang meningkat pada orang yang stres, akan membuat darah mengental. Dan stres yang berkepanjangan yang terjadi setiap hari selama bertahun-tahun, jelas akan menimbulkan penyakit atau sindrom darah kental.

Setiap orang bisa mengalami sindrom darah kental. Berikut ini faktor-faktor yang bisa mencetuskan sindrom darah kental.
– Genetik yang diturunkan dari orang tua atau nenek moyang.
– Penyakit misalnya virus, bakteri, jamur, dan parasit.
– Stres dan Trauma
– Keracunan logam berat
– Konsumsi berlebihan makanan berbentuk asam terutama protein hewani dan karbohidrat halus (gula dan tepung putih misalnya roti, biskuit dan lain-lain), Makanan tinggi lemak dan tidak di imbangi dengan konsumsi sayuran dan buah segar yang mencukupi.
– Aktivitas fisik yang rendah (kurang berolahraga teratur).
– Masalah lingkungan misalnya tinggal atau bekerja di daerah polusi tinggi, kondisi pekerjaan yang penuh stres, kebiasaan merokok berlebihan.

Darah Mengental | Gejala Sindrom Darah Kental

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.