Penyebab Lain Kanker

Apa Saja Penyebab Lain Kanker?

Hingga saat ini kanker masih menyimpan pertanyaan besar seribu satu misteri. Penyebab pastinya menjadi pertanyaan besar di kalangan para ahli. Ada yang mengatakan kanker berawal dari pola hidup yang tidak sehat. Ada juga yang bilang karena faktor genetik. Di tubuh si pasien ada gen “nakal” yang mengacaukan harmonisasi kerja sel–sel tubuh. Lalu muncul kecenderungan sifat herediter yang menyebabkan kanker menjadi penyakit keluarga sehingga berpeluang diturunkan dari generasi ke generasi. Jenis kanker yang diturunkan tidak mutlak sama. Bisa saja ibu menderita kanker usus, anak mewarisinya dalam bentuk kanker ovarium.

Ditengah ragam informasi tentang kanker, ada sebuah wacana yang mengaitkan kanker dengan ketersediaan oksigen (O2) didalam tubuh. Seorang bernama Otto Warburg penerima hadiah nobel dua kali, tahun 1931 dan 1944, telah menemukan adanya enzim yang melakukan pemindahan oksigen dan hidrogen di dalam sel tubuh manusia.

Berdasarkan penemuannya Warburg mengatakan “kanker terjadi hanya karena satu sebab, yaitu karena sel–sel tubuh yang normal telah bertukar dengan sel–sel anaerobik. Sel normal disebut juga sel aerobik, yaitu sel yang memerlukan oksigen untuk bernafas dan beraktifitas. Sedangkan sel–sel anaerobik merupakan mikroorganosme yang dapat bertahan hidup tanpa oksigen di sekitarnya.

Pertukaran sel normal dengan sel anaerobik ini tidak terlepas dari ketersediaan oksigen didalam tubuh manusia. Sehari–hari, oksigen terdapat dalam darah dan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi melalui proses metabolisme aerob yang berlangsung di mitokondria, yaitu salah satu komponen sel. Pada saat bersamaan tubuh manusia menyimpan banyak sekali bibit penyakit. Namun kita tidak jatuh sakit karena oksigen menyuplai cukup  banyak energi untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Bila terjadi defisiensi oksigen, otomatis proses metabolisme tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya jumlah energi yang dipasok tidak memadai untuk menyokong aktifitas sel–sel tubuh. Tanpa energi kekuatan sel–sel tubuh melemah, sistem pertahanan tubuh pun rontok.

Karena lebih dari 90% bibit penyakit yang tersimpan didalam tubuh merupakan mikroorganisme anaerobik, resiko kemunculan penyakit sangat besar. Artinya, sementara sel-sel tubuh melemah tak berdaya, bibit penyakit tetap melenggang berkeliaran kesana kemari. Mereka hinggap dan menyerang sel-sel tubuh, bahkan bisa menyusup merusak fungsi sel-sel normal sehingga sel-sel tersebut tidak bisa menjalankan fungsi spesifiknya.

Menilik penuturan Warburg diatas, boleh jadi “gen nakal” yang dikatakan penyebab kanker sebetulnya adalah sel-sel anaerobik yang menyusup mengambil alih posisi sel-sel normal lalu secara perlahan mempengaruhi dan merusak sel-sel sehat disekitarnya sehingga terbentuklah sekelompok sel “Liar” yang bersifat merusak.

Jika bisa mengundang kanker, besar kemungkinan mikroorganisme anaerobik bisa pula menimbulkan penyakit lain yang selama ini belum diketahui penyebab pastinya. Kajian medis mengungkapkan kerja mikroorganisme anaerobik sebagai berikut:

Menggerogoti tubuh hingga terjadi radang seperti artritis atau radang sendi. Menyebabkan pengendapan sisa kalsium di ginjal dan liver yang lama kelamaan bisa merusak fungsi kedua organ tersebut. Menyebabkan pembentukan plak pada dinding pembuluh darah yang memicu terjadinya penyakit jantung. Mengganggu sistem saraf dan mengacaukan transmisi sinyal–sinyal informasi di otak.

Penelusuran penyebab kanker seharusnya membukakan mata kita, bahwa persoalan defesiensi oksigen bukan masalah biasa. Itulah awal organisme anaerobik merajalela merusak organ demi organ ditubuh kita.

Hindari Serangan Kanker | Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Kanker

This entry was posted in Kanker. Bookmark the permalink.