Penyebab Migrain

Berdasarkan sejarah, sakit kepala diyakini hanya terjadi sesekali, sehingga terjadi terlalu sering, maka disebut sebagai penyakit paroxysmal atau penyakit yang datang tiba-tiba yaitu suatu kondisi yang terjadi secara berselang. Sekarang sudah lebih banyak diketahui genetika dari migrain, keyakinan tersebut juga sudah dimodifikasi. Baru-baru ini, para ahli saraf meyakini bahwa migrain merupakan suatu penyakit kronis dengan sakit kepala dengan waktu berselang, dengan akibat yang ditimbulkannya dari tingkat nyeri dan ketidakmampuan penderita sangat bervariasi. Sementara itu masih belum diketahui apa yang menyebabkan migrain dari seseorang tertentu, secara umum dianggap banyak faktor yang kemudian terkumpul dan memicu serangan migrain. Faktor-faktor itu disebut triggers atau pemicu, beberapa yang disebut, kemungkinan berasal dari stres atau berhubungan dengan makanan, hormonal atau lingkungan. Para pemicu ini kemudian menimbulkan penurunan, sehingga mendorong terjadinya migrain. Jadi jika secara genetik Anda lebih berisiko menderita migrain, paparan terhadap faktor pemicu akan mendorong munculnya sakit kepala.

Pada awalnya mungkin tampak sulit, namun bukan tidak mungkin, utnuk mengenali faktor pemicunya. Anda harus berusaha mengamati lingkungan dan gaya hidup Anda yang mungkin menjadi faktor pemicu. Sebagian dari kita mungkin merasa kesulitan mengakui bahwa kita tengah merasa tertekan, tidak cukup tidur, mengkonsumsi alkohol dan atau makan beberapa jenis makanan, bahkan ketika kita sudah mengetahui sebagai penyebab sakit kepala. Namun, semua tidak akan hilang jika Anda tidak berhasil mencari pemicunya. Sementara pencegahan atau menghindari pemicu sebagai salah satu cara terbaik untuk mengurangi serangan migrain, pengobatan juga tersedia untuk mengurangi nyeri ketika migrain menyerang.

Penyebab Sakit Kepala Lainnya

Banyak gangguan kesehatan akan menyebabkan sakit kepala, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau diabetes, anemia, HIV (human immunodeficiency virus), infeksi atau gagal ginjal kronis. Jika Anda memiliki salah satu masalah medis tersebut di atas dan menderita sakit kepala, Anda sebaiknya berdiskusi mengenai hal tersebut dengan dokter Anda, dan juga mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli saraf. Sakit kepala bersamaan dengan beragam gangguan medis lain bisa jadi sebagai akibat dari tubuh Anda berusaha menyesuaikan diri dengan penyakit yang belum diketahui, atau mungkin sebagai reaksi dari berbagai pengobatan yang digunakan untuk mengobati masalah kesehatan Anda.

Anda juga mungkin mengalami sakit kepala setelah melakukan operasi bypass jantung atau jenis lain dari operasi jantung atau paru-paru, di mana Anda dihubungkan dengan sebuah mesin bypass. Penyebab dari sakit kepala tersebut tidak diketahui, namun biasanya dibati dengan pengbatan yang sama untuk mengatasi sakit kepala akibat ketegangan.

Rasa nyeri di dalam temporo-mandibular joint atau sendi temporo-mandibular (di mana rahang bertemu tengkorak) juga dikenal sebagai faktor pemicu yang lebih umum dihubungkan pada ketegangan atau sakit kepala migrain dan sebagai akibat dari ketidaksesuaian tulang rahang yang menempel pada tengkorak. Rasa nyeri biasanya dirasakan di dalam gigi dan rahang dan mungkin memancar keluar, menghasilkan rasa sakit yang menyebar dan sakit kepala. Bruxism (penggeretakan gigi) seringkali dikaitkan dengan kondisi ini. Menggeretak gigi atau ketidaksesuaian rahang dan sendi temporo-mandibular kemungkinan menstimulasi cabang dari saraf trigeminal dan mengendap sebagai pemicu migrain. Jika kelainan ini yang dicurigai, maka sebaiknya Anda meminta referensi untuk berkonsultasi dengan seorang dokter gigi atau dokter spesialisasi dalam gangguan temporo-mandibular. Spesialis ini mungkin merekomendasikan penahan mulut atau saran berkaitan dengan gigi untuk meringankan rasa sakit akibat mengatupnya rahang di malam hari dan bruxism.

Kondisi lain yang seringkali terkecoh dengan migrain adalah sakit kepala akibat sinus. Seringkali, sakit kepala dianggap sebagai akibat dari infeksi sinus, padahal terkait dengan migrain. Mungkin saja keduanya berkaitan karena struktur wajah berkaitan dalam migrain yang lokasinya tepat di belakang sunus. Radang pada sinus mungkin menyebabkan migrain; sebaliknya, migrain mungkin menyebabkan migrain; sebaliknya, migrain juga dikenal terjadi jetika sinus penuh dan pilek. Namun, biasanya satu hal lebih utama. Kedua kondisi itu sangat mirip, jadi Anda seharusnya bergantung pada dokter untuk mengetahui perbedaannya. Dokter utama Anda dapat membedakan kondisi antara migrain dan sakit kepala akibat sinus, setelah memeriksa sejarah kesehatan dan fisik secara hati-hati. Sakit kepala akibat sinus biasanya diikuti oleh adanya nanah (berwarna kehiaju-hijauan atau kekuning-kuningan) atau lendir. Biasanya disertai dengan demam, juga tekanan atau rasa sakit di sinus bagian depan dan maksilaris atau frontal and maxillary sinuses. Sangat penting untuk menjaga agar sakit kepala sinus tidak didiagnosa berlebihan dan diobati dengan antibiotik. Mengingat frekuensi sakit kepala dalam populasi umum dan kecepatannya, dapat membuat kita menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga sangat penting supaya kita tidak mengkonsumsi antibiotik yang tidak kita butuhkan. Kesalahan diagnosis dari migrain sebagai sakit kepala akibat sinus akan mendorong terjadinya keterlambatan pengobatan yang sesuai, juga diagnostik dan/atau prosedur operasi yang tidak dibutuhkan.

Perubahan dalam Otak yang dapat Memicu Migrain | Penyakit Neurologis yang Menyebabkan Sakit Kepala Sekunder

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.