Penyebab Parkinson

Faktor Penyebab Parkinson

Gejala-gejala utama dari parkinson disebabkan oleh kurangnya senyawa kimia dalam otak, transmiter saraf spesifik (disebut demikian karena senyawa ini meneruskan pesan dari satu sel ke sel yang lain) yang disebut dopamin. Dalam parkinson, kekurangan dopamin di bagian otak yang disebut substansia nigra dengan wilayah lain disebut striatum. Substansia nigra mengandung pigmen berwarna gelap, sel-sel hitam (namanya berarti “zat hitam” dalam bahasa latin). Sel-sel yang diserang parkinson berisi satu bulatan atau lebih, disebut bulatan Lewy, yang di dalamnya terdapat protein yang disebut alfa sinuklein. Kita belum mengetahui mengapa substansia nigra adalah bagian yang diserang parkinson.

Ada dua tipe neuron dalam substansia nigra, satu tipe mangandung protein yang disebut kalmodulin, dan yang lain tidak. Neuron yang mengandung kalmodulin adalah sel yang diserang. Di antara teori yang diajukan: bahwa neuron kalmodulin secara genetik lebih mudah diserang; bahwa sel-sel itu lebih rentan terhadap sejumlah racun atau virus; bahwa di membran selnya terdapat lubang (atau saluran) yang memungkinkan lebih banyak kalsium dan/atau besi masuk yang merusak neuron; bahwa mitokondria (yang berfungsi sebagai sumber energi neuron) rusak dan tidak menghasilkan energi yang cukup besar untuk mempertahankan neuron; atau bahwa mitokondria menghasilkan terlalu banyak produk beracun, yang disebut radikal bebas, dan bahwa senyawa ini merusak neuron.

Teori lain mengusulkan bahwa kadar suatu enzim dalam mitokondria, disebut monoamine oxidase B (MAO-B), meningkat seiring dengan bertambhanya usia, mengakibatkan meningkatnya produksi radikal bebas yang beracun. Keadaan ini menyebabkan penggunaan penghambat MAO-B seperti rasagiline (Azilect) dan selegiline (Eldepryl, Zelapar) untuk memperlambat perkembangan parkinson. Masih ada teori lain yang menduga bahwa neuron mati karena kekurangan faktor pertumbuhan spesifik termasuk glial derived neurothropic factor (GDNF) dan nurturin.

Baru-baru ini, peneliti Braak dan Del Tredici mengusulkan bahwa parkinson tidak dimulai dalam substansia nigra; sebaliknya perubahan paling awal terjadi di bagian batang otak yang disebut dorsal vagal nucleus. Dorsal vagal nucleus adalah inti “kepala” atau “pemimpin” dari sistem saraf parasimpatik (bagian dari sistem saraf otonom, atau SSO). Sistem saraf parasimpatik adalah bagian yang “menenangkan” dari SSO dan keterlibatannya mungkin sebagian menyebabkan meningkatnya kegelisahan dan depresi yang dirasakan oleh pasien parkinson.

Setelah dorsal vagal nucleus, bagian lain dari batang otak, locus ceruleus, terlibat dan mungkin ikut menyebabkan gangguan tidur pada pasien parkinson. Setelah dorsal vagal nucleus dan locus ceruleus, neuron berikut ini juga terlibat: neuron dari korteks olfaktorius (bagianĀ  dari otak kita yang mengolah indra penciuman); neuron dari substansia nigra; dan neuron dari amygdala dan hipotalamus, inti simpatik bagian dari SSO, yang mengendalikan kecepatan denyut jantung, kemampuan jantung untuk berdenyut, tekanan darah, kecepatan dan kedalaman pernapasan, dan kelenjar endokrin. Akhirnya, neuron dari hipokampus dan nukleus basalis (bank memori dari otak), serta neuron dari korteks, juga terlibat.

Parkinson Terjadi pada Usia Tertentu | Faktor Resiko Parkinson

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.