Penyebab Sumbatan Hidung Kronis pada Bayi dan Akhir Usia 60 Tahunan

Bayi yang berusia kurang dari 1 tahun sering memiliki tanda-tanda hidung tersumbat, paling sering karena lendir kental yang menyumbat hidung. Kumpulan gejala lain, seperti bersin atau gejala-gejala mata, kurang umum pada anak usia muda. Masalah ini berkenaan dengan “rinitis bayi” yang hampir semuanya berkaitan dengan produksi lendir fisiologis berlebihan yang tidak dapat secara efektif dibersihkan dari hidung. Sering, gejala paling menonjol setelah infeksi virus pada saluran pernapasan atas dan berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu setelah infeksi. Saat dimensi bagian dalam hidung tumbuh bertambah besar, kumpulan gejala ini biasanya membaik, dan pada usia 1 tahun, rinitis sembuh sempurna.

Masalah ini sebaiknya diterapi dengan bilas air garam dan memakai bulb aspirator untuk mengeluarkan sekresi. Bila lendir hidung berwarna kuning atau hijau, si bayi mungkin terkena sinusitis bakteri setelah flu, yang mungkin memerlukan antibiotika oral untuk penyembuhan yang memuaskan. Hipersensitivitas terhadap alergen di udara adalah jarang pada usia 6 bulan dan umumnya tidak terjadi sampai usia 1 – 2 tahun. Bayi mungkin memiliki alergi makanan pada usia ini, tetapi paling sering hal ini timbul berupa eksim, yaitu merah, gatal, kemerahan, bersisik; kumpulan gejala saluran pencernaan; dan jarang sekali hanya menimbulkan kumpulan gejala hidung saja pada bayi.

Keluhan hidung kronis yang timbul belakangan dalam kehidupan biasanya bukan disebabkan alergi. Yang paling mungkin menyebabkan timbulnya rinitis baru pada pasien berusia di atas 60 tahun mencakup rinitis nonalergis, hambatan anatomis (seperti deviasi septum, atau konka bulosa : sebuah kantong udara yang terdapat di tulang turbinate hidung, menyebabkan pembesaran turbinate dan sering berakibat tersumbatnya aliran udara), rinitis yang disebabkan oleh obat (dekongestan topikal dan beberapa obat tekanan darah), dan rinitis yang berkaitan dengan penyakit sistemik (paling banyak hipotiroidisme).

Pada pasien usia lanjut, rinitis nonalergis sering kali diperburuk oleh kekeringan selaput hidung dan hilangnya tulang rawan yang menyokong struktur hidung. Hilangnya tulang rawan karena penurunan sintesis protein kolagen yang ada di seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan bagian luar hidung kendur dan menggantung sehingga menambah berkurangnya aliran udara yang masuk ke hidung. Pengobatan rinitis nonalergis pada orang berusia lanjut secara umum harus meliputi pengobatan kelembaban hidung, seperti semprot hidung saline (NaCl) dan obat. Dua macam pengobatan yang terbukti paling efektif untuk rinitis nonalergis dan telah disetujui oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) untuk indikasi ini adalah semprot hidung Fluticasone propionate yang merupakan steroid intranasal, dan semprot hidung azelastine. Kedua obat ini memperlihatkan penurunan kongesti dan lendir hidung secara signifikan. Untuk pasien-pasien yang terutama memiliki hidung berair tanpa mampet, semprot hidung ipratropium bromide adalah alternatif yang efektif dan telah disetujui oleh FDA untuk pengobatan gejala itu. Obat lain, seperti antihistamin oral, dekongestan oral, dan montelukast, belum dievaluasi dengan baik pada pasien-pasien dengan rinitis bukan alergi, dan pada pengalaman, tidak terlalu menolong untuk pasien-pasien ini.

Septum Hidung Bengkok | Tes Alergi

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.