Perbedaan antara Obat Generik dan Bermerek

Semuat obat – obatan akan memiliki setidaknya empat nama yang berbeda karena mereka membuatnya di labotorium untuk lemari obat anda. Ketika obat pertama kali dikembangkan, ia diberikan nama kimia yang menggambarkan komposisi molekulnya. Nama kimia merupakan dekriptor yang akurat tetapi ruamit dan tidak praktis, dengan tanda kurung, tulisan dibawah garis, angka dan inisial. Perusahaan farmasi mengembangkan obat untuk pasar biasanya memberikan nama kode. Biasanya nama meliputi huruf dari singkatan nama perusahaan (misalnya, GSK untuk GlaxoSmithKline), diikuti dengan nomor. Setelah disetujui oleh administrasi makann dan obat AS (FDA), obat siap untuk dipasarkan yang diberikan nama, baik generik maupun nama dagang. Setiap nama generik dan nama dagang harus unik dan khas yang cukup untuk menghindari keraguan dengan produk lain. Di Amerika Serikat, dewan pengadopsian nama AS memberikan suatu obat, nama generik atau nama adopsi bukan pemilik. Di luar Amerika Serikat, organisasi kesehatan dunia bertanggung jawab atas nama obat generik internasional bukan pemilik. Nama generik untuk obat yang diresepkan secara luas beta-2 agonis inhalasi, kerja cepat, cepat melegakan misalnya, adalah albuterol di amerika serikat dan secara international dikenal dengan naa salbutamol. Nama generik obat juga merupakan nama resminya. Pabrik obat kemudian memilih nama dagang obat (atau merek). FDA harus menyetujui nama dagang yang dipilih oleh produsen. Mari menggunakan contoh kita sebelumnya, inhaler albuterol sulfat di produksi oleh perusahaan Schering yang dinamakan Proventil HFA, sedangkan inhaler yang diproduksi oleh GlaxoSmithKline adalah ventolin HFA. Nama dagang sering dipilih yang menarik dan mudah diingat. Nama dagang juga dapat mencerminkan karakteristik dari obat. Banyak obat – obatan menggabungkan udara atau lubang (seperti dalam ventilasi) sebagai bagian dari nama dagang. Contohnya termask singulair, advair, aerobid, maxair, proair, xolair, flovent, serevent, atrovent, combivent, ventolin HFA dan proventil HFA.
Ketika sebuah obat baru dikembangkan, penemu akan mempatenkan penemuan itu. Paten tersebut memperinci penemuan itu, dengan demikian obat tersebut diperkenalkan ke masyarakat umum dan terbuka untuk semua (termasuk pesaing) sekaligus melindungi hak penemu unutk membuat, menggunakan, atau menjual obat unutk jangka waktu tertentu, sampai paten itu berakhir. Bila suatu obat baru beredar di pasar dan produsennya adalah satu – satunya produsen obat itu, berarti hanya satu bentuk obat tersedia untuk konsumen. Akhirnya, bagaimanapun, perlindungan paten berakhir, dan perusahaan lain dapat memilih untuk menghasilkan bentuk obat generik. Dalam kebanyakan kasus, bentuk genetik dari obat yang dijual di Amerika Serikatsecara farmakologi setara dengan formulasi bermerek. Kebnyakan obat generik yang dijual di Amerika Serikat umumnya lebih murah dari seorang apoteker harus menyediakan versi obat generik kecuali dokter menentukan lain. Di negara bagian New York, misalnya, apoteker akan menyerahkan formulasi generik dari obat yang saya resepkan untuk pasien – pasien saya kecuali saya tentukan “DAW (menyerahkan sesuai yang tertulis)” pada resep itu. Demikian pula, dokter anda, umumnya akan menyetujui peresepan obat diisi dengan merek tertentu daripada formulasi generik.

Tentu mudah untuk menjadi bingung oleh kenyataan bahwa obat disebut dengan nama yang berbeda. Saya selalu meminta pasien untuk membawa semua obat – obatan mereka ke tempat praktek saya sehingga saya dapat memastikan mereka memahami obat – obat apa yang harus mereka gunakan dan bagaimana cara menggunakannya. Saya sering menemui pasien yang berpikir bahwa mereka menggunakan “banyak obat”, hanya untuk menemukan bahwa dua inhaler terpisah yang mereka gunakan berbeda, karena dua produsen berbeda yang memproduksi obat yang sama. Jika pasien misalnya menggunakan inhalasi proventil HFA bersama dengan dengan ventolin HFA inhalasi, sebenarnya ia hanya menggunakan satu jenis obat yaitu albuterol sulfat. Ingat bahwa nama obat generik mengacu pada obat itu sendiri sedangkan nama dagang mengacu pada produk tertentu dan merek sebuah perusahaan. Sebagi contoh, aspirin merupakan produk generik sedangkan Bufferin tidak.

Untuk mengetahui nama obat – obatan anda , tanyakan pada dokter atau apoteker, serta baca label dan paket sisipan. Jika anda telah diresepkan salah satu obat inhaler, etiket akan selalu membawa nama dagang obat bersama dengan nama generik, meskipun nama generik biasanya akan di cetak lebih kecil. Obat bebas juga dengan hati- hati diberi label untuk menentukan nama generik dan dagang. Sebuah nama dagang pada label selalu diikuti oleh simbol R atau TM, sedangkan nama generik tidak.

Penggunaan Obat Asma SelamanyaPenggunaan Inhaler Sebelum Kembali Tidur

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.