Pertanyaan Seputar Hipertensi

Syarat pengukuran tekanan darah yang baik:
* Tidak dilakukan pada pagi hari, karena hasilnya akan lebih tinggi
* Lakukan pengukuran sebelum makan atau 30 menit setelah makan, merokok, mengkonsumsi alkohol atau kafein
* Jika sedang berolahraga, lakukan pengukuran setelah 30 menit
* Sebelum melakukan pengukuran, beristirahatlah sejenak (sekitar 5 menit) untuk menenangkan diri.

Tekanan mana yang lebih berbahaya; sistolik atau diastolik?
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tekanan sistolik adalah tekanan dalam arteri yang terjadi saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan diastolik adalah sisa tekanan ketika jantung beristirahat. Sistolik yang tinggi akan memengaruhi organ-organ lain yang menerima darah dan hal ini dapat mengganggu fungsi organ vital tersebut. Jadi, dalam hal ini tekanan sistolik yang tinggi lebih berbahaya dibandingkan dengan diastolik.

Mengapa hipertensi dapat terjadi?
Mekanisme terjadinya hipertensi diakibatkan oleh banyak faktor, seperti: kerja otot jantung, keadaan arteri, fungsi ginjal, sistem saraf, hormonal, enzim, serta gaya hidup dan pola makan. Semua itu dapat saling memengaruhi sehingga akhirnya menimbulkan hipertensi.

Apakah hipertensi bisa menular?
Hipertensi bukan penyakit menular. Kalau dalam satu rumah ada beberapa orang yang terserang hipertensi, itu bukan karena menular tetapi karena faktor keturunan.

Apakah hipertensi dapat diketahui secara dini?
Upaya mengetahui hipertensi secara dini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap keluarga (apakah ada yang mengidap hipertensi), lingkungan dan gaya hidup yang terburu-buru, serta senang mengkonsumsi makanan asin dan berlemak. Jika ada, sebaiknya Anda mengenali gejala hipertensi atau rajin memeriksa tekanan darah minimal dua kali setahun. Keadaan awal hipertensi yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala yang menyerang bagian belakang kepala, timbul kekakuan atau rasa berat di tengkuk pada pagi hari, mimisan, pusing, jantung berdebar, sering buang air kecil malam hari, dan telinga berdengung. Tanda dan gejala lain hipertensi (primer) adalah sulit tidur (insomnia), mata berkunang-kunang, mudah lelah, mudah marah, dan sesak napas.

Apakah garam dapat menyebabkan hipertensi?
Garam mengandung natrium yang berfungsi menahan atau mengikat air. Jika jumlah air dalam tubuh banyak, maka air yang ditahan pun banyak. Air yang banyak tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Secara umum kebutuhan garam atau asupan garam sehari tidak lebih dari 3 gram. Jika konsumsi garam dalam sehari melebihi 3 gram, tubuh akan membuang kelebihan tersebut. Namun jika tubuh gagal melakukannya, kemungkinan besar akan terjadi hipertensi.

Bagaimana cara mengurangi asupan garam?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi asupan garam, di antaranya :
* Ketika memasak, jangan gunakan terlalu banyak garam. JUmlah garam yang dianjurkan sehari adalah sekitar 500 mg atau 1/4 sendok teh saja. Jangan biasakan menambahkan garam sebagai penyedap makanan.
* Carilah penyedap masakan tanpa garam, seperti rempah-rempah atau daun-daunan yang banyak tersedia di toko swalayan. Kumpulkan dan gunakan resep-resep masakan lezat yang kandungan garamnya sedikit.
* Waspadai makanan siap saji (fast food) karena biasanya kandungan garamnya tinggi. Contohnya antara lain adalah makanan kaleng, sosis, makanan beku, dan sebagainya.
* Biasakan membaca label kandungan produk setiap membeli makanan kemasan.
* Hindari konsumsi makanan ringan, karena biasanya kaya garam atau natrium.

Apakah makanan dapat menyebabkan hipertensi?
Banyak orang mengira makanan dapat menyebabkan hipertensi. Pada umumnya makanan yang dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak terlalu asin, tidak menyebabkan hipertensi. Jadi jangan menghentikan asupan makanan Anda, karena hal tersebut justru dapat menyebabkan timbulnya sakit maag atau kurang gizi.

Makanan dan minuman seperti apa yang baik bagi penderita hipertensi?
Pada dasarnya tidak ada makanan atau minuman yang dilarang bagi penderita hipertensi, asalkan dikonsumsi dengan wajar, yaitu dalam ukuran kecil sampai sedang. Kopi, teh, serta minuman dan makanan lain yang meningkatkan semangat ini dapat dikonsumsi dalam jumlah sedikit, karena khasiat stimulannya bisa menghilangkan rasa letih. Pastikan Anda merasa nyaman dengan jumlah makanan atau minuman yang berefek meningkatkan semangat ini, dan jangan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Jika jantung Anda berdebar-debar dan tekanan darah meningkat, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa Anda telah mengkonsumsi makanan/minuman penambah semangat dalam jumlah berlebihan.

Apakah faktor umur menentukan hipertensi?
Sebenarnya hipertensi dapat menyerang siapa saja dengan umur berapa pun. Namun memang pada umumnya hipertenis menyerang mereka yang berusia dewasa ke atas, faktor-faktor resiko mulai bermunculan, seperti kegemukan, hiperkolesterol tinggi, kencing manis, stres, dan sebagainya. Hipertensi merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, sehingga terkesan hanya menyerang mereka yang lanjut usia.

Apakah hipertensi juga menyerang orang muda?
Hipertensi memang banyak menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun, tetapi akhir-akhir ini orang muda pun banyak yang terserang. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Apakah orang gemuk lebih rentan mengidap hipertensi?
Hipertensi dapat menyerang mereka yang memiliki berat badan normal, kurus, atau gemuk. Tetapi hipertensi umumnya dialami oleh orang gemuk. Hal ini disebabkan karena pasokan oksigen serta jumlah zat makan yang diangkut darah lebih banyak pada orang gemuk dibandingkan mereka yang bertubuh kurus atau normal. Suplai darah yang besar pada orang gemuk ini otomatis membuat jantung bekerja lebih berat, dan dibutuhkan tekanan yang lebih besar. Kebutuhan darah dalam jumlah besar direspons jantung dengan tekanan yang tinggi, sehingga mengakibatkan terjadinya hipertensi.

Apakah sakit kepala menandakan serangan hipertensi?
Sakit kepala merupakan akibat dari banyak hal. Berbagai kelainan yang dapat menyebabkan sakit kepala antara lain adalah kelainan pembuluh darah, saraf, gigi, mata, hidung, telinga, otak dan jaringan kepala.

Peningkatan tekanan darah memang sering menimbulkan sakit kepala, tetapi tidak semua sakit kepala merupakan pertanda seseorang menderita hipertensi. Gejala sekitar kepala pada hipertensi biasanya menyerang bagian belakang kepala disertai rasa kaku atau berat pada tengkuk. Sakit ini umumnya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan timbul kembali secara spontan beberapa jam kemudian. Sakit kepala jenis ini biasanya terjadi pada hipertensi stadium lanjut.

Jadi kesimpulannya adalah sakit kepala tidak selalu menandakan serangan hipertensi. Seseorang dinyatakan menderita hipertensi jika ketika dilakukan pengukuran tekanan darah, tensinya memang tinggi; bukan hanya karena timbulnya gejala sakit kepala.

Apakah lekas marah menandakan hipertensi?
Sejauh ini tidak ada informasi ilmiah mengenai kaitan pemarah dan hipertensi. Sebetulnya ini hanyalah mitos, belum terbukti kebenarannya. Memang lekas marah merupakan salah satu gejala hipertensi, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh stres, sedangkan hipertensi karena hal lainnya tidak menimbulkan atau memperlihatkan gejala marah.

Penderita hipertensi seperti apa yang perlu dirawat di rumah sakit?
Seseorang yang menderita hipertensi dan tensi sistoliknya sudah mencapai angka 160 mmHg atau lebih sementara tekanan diastoliknya 100 mmHg harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit. Penderita akan memperlihatkan gejala-gejala berikut ini:
* Sakit kepala berat
* Muntah terus menerus
* Gangguan penglihatan
* Kejang-kejang
* Gangguan kesadaran sampai koma
* Sesak napas
* Sakit dada
* Sakit perut berkepanjangan
* Bunyi atau denyut jantung tidak teratur
* Kaki bengkak
* Air seni berkurang atau tidak ada sama sekali
* Sakit pinggang akut

Bagaimana dengan aktivitas seks bagi penderita hipertensi?
Sebagian besar penderita hipertensi, baik pria maupun wanita, bisa melakukan aktivitas seks seperti layaknya orang normal. Namun, obat antihipertensi yang dapat menurunkan tekanan darah bisa mengakibatkan gangguan ereksi (impotensi), ejakulasi dini, dan kegagalan orgasme.

Apakah penderita hipertensi boleh menggunakan kontrasepsi?
Pasien hipertensi disarankan untuk menghindari penggunaan kontrasepsi oral karena dapat meningkatkan tekanan darah. Jika memungkinkan lakukan sterilisasi yang tentunya baik dan tidak memengaruhi produksi hormon atau kehidupan seks penderita.

Apakah pasien hipertensi boleh mengemudi?
Pada dasarnya tidak ada larangan untuk mengemudikan kendaraan, hanya perlu waspada karena beberapa obat hipertensi seperti reserpin dan clonidin dalam dosis tinggi dapat menurunkan tekanan darah dengan cepat dan drastis. Hal ini tentu agak berbahaya karena menurunkan refleks tubuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Kapan pengobatan hipertensi dapat dihentikan?
Pada banyak kasus, hipertensi tidak bisa sembuh, sehingga penderita harus mengkonsumsi obat-obatan seumur hidupnya; hanya beberapa orang saja yang berhasil sembuh. Pengobatan hipertensi dapat dihentikan apabila tekanan darah sudah normal. Konsumsi obat dapat dihentikan selama setahun, tetapi pola hidup sehat harus tetap dijalankan. Tekanan darah sebaiknya dikontrol dengan teratur. Bagi penderita hipertensi derajat 3 atau 4, sebaiknya pengontrolan dilakukan selama sampai 4 minggu sekali, dan 1 – 2 bulan sekali pada penderita hipertensi derajat 1 atau 2. Apabila tekanan darah sudah normal, lakukan pengontrolan setiap 6 bulan sekali.

Bagaimana hubungan hipertensi dengan penyakit jantung dan peredaran darah?
Kedua hal tersebut sebenarnya saling terkait. Banyak penderita hipertensi yang mengalami penyakit jantung angina (nyeri bagian depan dada kiri), dan sebaliknya, banyak penderita angina mengalami hipertensi. Oleh karena itu, menurunkan tekanan darah akan mengurangi frekuensi serangan angina. Obat anti-hipertensi beta-blocker dan antagonis kalsium biasanya sangat efektif menurunkan tekanan darah dan mengatasi angina. Namun, efek sampingnya harus Anda perhatikan. Beta-blocker yang dapat menurunkan sirkulasi di perifer (tangan dan kaki) bisa mengakibatkan rasa dingin pada daerah tersebut. Bagi mereka yang telah mengalami serangan jantung, maka otot metoprolol, propanolol, dan timolol dapat diberikan untuk mengurangi gangguan ritme jantung selama dua sampai tiga tahun.

Bagaimana hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ?
Jika tekanan darah ketika mengalirkan darah ke seluruh organ tubuh menjadi semakin tinggi, maka dapat menyebabkan kerusakan atau pecahnya arteri atau terjadinya sumbatan pada arteri. Pecahnya arteri atau sumbatan dapat mengganggu suplai darah ke organ yang dilaluinya, sehingga akhirnya merusak organ yang disuplainya.

Apakah komplikasi hipertensi dapat disembuhkan?
Sekalipun tekanan darah dapat dikendalikan atau diturunkan, kerusakan organ yang terjadi biasanya sudah menetap atau meninggalkan luka permanen. Ini tentu saja dapat menurunkan kualitas hidup karena fungsi organ tidak maksimal lagi.

Bagaimana cara menghindari komplikasi akibat hipertensi?
Untuk menghindari terjadinya komplikasi, maka hal-hal berikut perlu diperhatikan:
* Mengenali gejala dan tanda hipertensi sejak dini, dan segera periksakan diri untuk memastikan kejadian hipertensi.
* Saat hipertensi telah diketahui serta telah mendapatkan pengobatan, maka langkah selanjutnya adalah tetap menjalani gaya hidup sehat, yaitu banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, tidak merokok, membatasi konsumsi kopi dan alkohol, mengurangi konsumsi makanan asin dan berlemak, giat berolahraga, cukup tidur, dan mengelola stres dengan baik.
* Minumlah obat dengan baik dan benar sesuai anjuran dokter.

Apakah hipertensi dapat menyebabkan kematian?
Jawabannya adalah bisa. Hipertensi jika tidak diobati dan dikontrol dapat mengakibatkan kematian, karena gangguan yang ditimbulkannya terhadap organ lain, seperti: penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, retinopati pada mata, atau komplikasi lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya segera deteksi diri Anda agar pengobatan dan pengontrolan dapat segera dilakukan untuk mencegah hipertensi dan agar komplikasi yang diakibatkannya bertambah parah.

Hipertensi dan Stres | Testimoni

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.