Potensi Darah Kental

* Darah kental berpotensi mencederai ginjal

Benar. Darah antara lain bertugas membawa pasokan zat-zat gizi, hormon, oksigen dan lain-lain ke seluruh bagian tubuh. Jika darah mengental maka alirannya tersendat, tidak lancar. Akibatnya pasokan “jatah makanan” untuk bagian-bagian tubuh juga menjadi tergangggu, bahkan sel-sel tubuh juga menjadi terganggu, bahkan sel-sel jaringan tubuh bisa mati karena “kurang makan” dan oksigen. Selain otak dan jantung, ginjal pun paling terancam oleh darah yang mengental.

Sebagaimana diketahui organ ini berfungsi menyaring darah dari racun-racun tubuh. Jika darah mengental, maka ginjal akan bekerja keras menyaring darah yang kental tersebut. Sedangkan  saringan di dalam ginjal angat halus sehingga  bisa terjadi kerusakan yang disebabkan darah yang kental. Terjadi robekan pada glomerulus ginjal yang berakibat darah akan terbawa keluar bersama urine. Nah, jika urine Anda kemerahan, maka salah satu penyebabnya bisa jadi bocornya jaringan ginjal.

* Darah kental berpotensi menyebabkan serangan jantung / kardiovaskuler

Darah kental menyebabkan aliran darah tidak lancar, pasokan makanan, oksigen, hormon dan lainnya ke bagian-bagian tubuh menjadi terhambat, bahkan bisa terhenti bila terbentuk bekuan darah. Akibatnya bagian tubuh yang kekurangan makan tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik, bisa terjadi kerusakan jaringan bahkan kematian jaringan. Jika ini terjadi pada pembuluh darah jantung, maka akan memicu serangan jantung.

Sebuah bekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah di tungkai kaki (deep vein thrombosis) akan bisa merusak kelep vena pada tungkai yang terkena sumbatan. Vena tersebut seharusnya berfungsi mempertahankan aliran darah ke atas, yaitu ke jantung. Akibat tersumbatnya aliran darah tersebut yang disebut choronic venous insufficiency terjadi pembengkakan pada tungkai kaki. Komplikasi lainnya adalah kerusakan pada jaringan jantung.

Di sisi lain, beban jantung memompa darah yang kental menjadi lebih besar sehingga  meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Karena itu, darah kental sekarang ini suduh dianggap sebagai indikator risiko serangan jantung dan stroke yang lebih baik dari pada kadar kolesterol tinggi.

Banyak yang mengalami sehari-hari tampak sehat-sehat saja, dan tak ada indikasi berpenyakit jantung, tiba-tiba mendapat serangan jantung. Kemungkinan beliau menderita HVS. Penyebab yang paling sederhana adalah kurangnya asupan cairan, yaitu kurang minum yang sudah lama terjadi secara terus-menerus. Ini memang sangat berbahaya karena terjadi hipoksia otak dengan gejala pusing, vertigo, koma sampai kematian. HVS juga meningkatkan risiko serangan jantung korener karena darah kental membuat kerja jantung menjadi lebih berat. Dan jika terjadi terus-menerus bisa menimbulkan gagal jantung. Tetapi kemungkinan juga disebabkan hal lain yang bukan darah krntal. Perlu diteliti oleh dokter karena penyebab serangan jantung bisa bermacam-macam.

* Darah kental berpotensi menyebabkan serangan stroke

Salah satu efek buruk dari sindrom darah kental adalah stroke. Selain ancaman kematian, penderita stroke bisa mengalami kecacatan parah akibat terganggunya fungsi otak. Menurut Dr. Aru  W. sudoyo, MD, PHD, spesialis hematology dari fakultas kedokteran Universitas Indonesia, perlu di perhtaikan apakah penderita mempunyai riwayat stroke dalam keluarganya, memiliki defisiensi protein darah, dan adakah kelainan gen. Apabila ada angggota keluarga terkena stroke, maka risiko mendapat serangan stroke meninggat hingga empat kali lebih besar. Kelainan gen yang di bawa sejak lahir juga menyebabkan penderita perempuan rentan terkena migrain dan stroke akibat darah kental.

Kasus seseorang suatu hari terkena stroke. Menurut dokter ada pembuluh darahnya yang tersumbat. Padahal masih muda dan tidak merokok atau minum alkohol. Bisa jadi itu kena sindrom darah kental karena sekarang ini makin banyak orang muda berusia 18-45 tahun yang menderita darah kental. “Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat ditambah stres tinggi di kantor memicu pengentalan darah,” demikian Dr. Aru W. sudoyo, spesialis Hematologi-Onkologi (konsultan) dari fakultas kedokteran UI. Stroke pada usia muda memang patut dicurigai disebabkan darah kental.

Tersumbatnya pembuluh darah di kepala ada yang disebut PFO (patent foramen ovale), penderitanya umumnya berusia 30-40an. Stroke ringan yang disebabkannya menimbulkan gejala-gejala kebas, kesemutan, dan sakit kepala tiba-tiba. Pada usia yang masih muda, stroke tersebut masih bisa sembuh. Teman Anda itu hanya harus melakukan CT scan atau MRI di bagian kepala untuk mengetahui apakah positif kena stroke. Jika stroke tersebut benar disebabkan darah kental, maka akan diberikan obat pengencer darah. Obat tersebut tidak harus diminum seumur hidup, tetapi teman Anda itu harus mengubah gaya hidup dan pola makannya menjadi lebih sehat. Lakukan olahraga, banyak minum air dan konsumsi sayuran dan buah. Tidak ada pantangan bagi penderita stroke asalkan hasil tes kolestrol darah dan lainnya normal.

Penelitian Dr. Tsong Hai Lee dari Taiwan menemukan empat penyebab utama stroke sumbatan bekuan darah kental paada usia 18-45 tahun. Dari 264 orang yang diteliti olehnya di Taiwan, Dr. Lee menemukan penyebab stroke sumbatan adalah kelebihan lemak (urutan tertingggi), merokok, hipertensi, dan riwayat stroke keluarga (urutan rendah).

* Darah kental juga berakibat pada paru-paru

Benar, ini merupakan salah satu komplikasi darah kental yang dikaitkan dengan tekanan darah tinggi di dalam paru (pulmonary hypertension) dan pulmonary embolism, yaitu penyumbatan bekuan darah di pembuluh darah paru. Penyumbatan pembuluh vena di paru tersebut merupakan salah satu penyebab kematian yang umum di rumah-rumah sakit di Inggris.

Ganggguan kesehatan yang diakibatkan oleh sindrom darah kental

Berikut ini beberapa gangguan yang perlu di waspadai sebagai awal penyebab sindrom darah kental.
– Sakit kepala atau migrain. Jika di usia remaja sering menderita sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah), ini merupakan salah satu gejala penting dari sindrom Hughes. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah merasa limbung ketika berjalan,dan seperti melihat kilatan cahaya ketika penderita dalam kondisi sakit kepala atau migrain.
– Merasa mabuk. Pasokan oksigen ke otak yang berkurang akibat lambatnya aliran darah kental, menyebabkan ganggguan keseimbangan. Salah satunya  dirasakan seperti dalam kondisi mabuk. Jika Anda mengendarai mobil dalam kondisi semacam ini di khawatirkan terjadi kecelakaan.
– Gangguan daya ingat. Lagi-lagi karena suplai oksigen ke otak berkurang, maka daya ingat menjadi berkurang bahkan bisa mengalami kondisi lupa. Lupa nama teman ketika di mall, tidak ingat apa yang baru saja dikatakan atau di kerjakan dan sebagainya. Gangguan daya ingat ini bisa dipulihkan dengan terapi.
– Gangguan penglihatan. Pasokan darah yang berkurang ke arteri dan vena dapat menyebabkan gejala pandangan ganda, berbayang, bahkan sma sekali kehilangan penglihatan.
– Gangguan pada kulit. Ganguan ini berupa noda atau bercak berwarna kebiruan, biasanya di tungkai kaki atau lengan (livedo reticularis)

Mekanisme Pengentalan Darah | Obat Trombolisis

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.