Program Nasional Pendidikan dan Pencegahan Asma (NAEPP)

Program Nasional Pendidikan dan Pencegahan Asma atau NAEPP didirikan pada bulan Maret 1989 untuk mengatasi meningkatnya masalah asma di Amerika Serikat. Meskipun banyak yang memahami tentang asma itu sendiri, pengobatan dan hasilnya belumlah terlihat optimal, khususnya bila dilihat dari persfektif nasional. Tujuan utama NAEPP adalah untuk meningkatkan perawatan asma di Amerika Serikat. Fokusnya adalah pendidikan untuk mengajar prefesional kesehatan, pasien asma, dan masyarakat umum tentang asma. Program ini berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup penderita asma dan berharap menurunkan angka kematian dan kesakitan karena asma. NAEPP diselenggarakan dan dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan AS dan Institut Nasional Kesehatan Jantung, Paru, dan Darah (NHLBI).

Komite koordinasi NAEPP memberi kuasa kepada panel para ahli medis untuk mereview literatur ilmiah tentang asma di AS dan untuk merangsang penelitian tambahan tentang asma. Inilah laporan pentingnya; Laporan Panel Ahlli (EPR): Pedoman untuk Diagnosis dan Manajemen Asma, pertama kali muncul pada tahun 1991. Sejak saat itu, update pedoman untuk diagnosis dan pengobatan asma telah dipublikasikan, yang mencerminkan banyaknya informasi baru tentang asma. Follow up Laporan Panel Ahli (EPR-2) keluar pada bulan April tahun 1997. Pada bulan Juni 2002, komite NAEPP menambahkan perbaikan ke dokumen tahun 1997, menghasilkan Laporan Panel Ahli: Pedoman untuk Diagnosis dan Manajemen Asma Update pada Topik Pilihan tahun 2002. Yang ketiga dan Laporan Panel Ahli (EPR-3) baru-baru ini diselesaikan dan diposting online pada bulan Agustus tahun 2007.

Komponen utama dari semua pedoman pengobatan NAEPP asma adalah klasifikasi asma menjadi 4 kategori terpisah berdasarkan gejala asma, nilai tes fungsi paru (FEV1), dan keparahan penyakit. Penderita asma akan dikelompokkan ke dalam satu dari empat grup pada saat awal penilaian tingkat keparahan asmanya. Menarik sekali, klasifikasi ini dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada seberapa besarnya pengaruh penyakit dan terkendalinya gejala asma. Pasien pada tingkat keparahan berapapun dapat juga mengalami eksaserbasi, dimana intensitasnya bisa ringan, sedang, dan berat. Klasifikasi yang akurat dari tingkat keparahan asma seseorang pada saat diagnosis dan evaluasi follow up yang sedang berlangsung terhadap pengendalian penyakit sebagai hasil pengobatan merupakan bagian dari upaya NAEPP untuk menjamin perawatan yang lebih baik bagi orang-orang dengan asma dari segala usia. NAEPP merekomendasikan obat spesifik dan intervensi untuk setiap tingkat keparahan asma.

Update EPR-3 menekankan penilaian terhadap tingkat keparahan asma (seperti dalam laporan sebelumnya) pada saat diagnosis asma dan menambahkan penilaian formal pelengkap dari tingkat pengendalian asma yang diperoleh melalui pengobatan dari waktu ke waktu. Penekanan pada pengendalian asma dan pemantauan respon terhadap terapi yang merupakan fitur baru dari pedomanan tahun 2007. Laporan terbaru NAEPP menyajikan rekomendasi pengobatan yang di-update berdasarkan baik peringkat awal tingkat keparahan asma dan respon terhadap pengobatan yang sedang berlangsung. Laporan itu menekankan bahwa pengukuran fungsi paru (FEV1), frekuensi dari intensitas gejala, dan keterbatasan fungsional apapun harus disertakan dalam penilaian tingkat pengendalian asma. Laporan tersebut mendukung pendekatan enam langkah untuk manajemen farmakologis asma dan memberikan saran pengobatan secara terinci berdasarkan tingkat keparahan, pengendalian, dan usia. EPR-3 lebih lanjut membagi penderita asma menjadi tiga kelompok untuk tujuan penilaian dan pengobatan asma, yaitu anak-anak yang lebih kecil dari 5 tahun, anak-anak yang berusia antara 5 dan 11 tahun, dan orang-orang yang berusia 12 tahun atau lebih. Dalam masing-masing kategori yang berkaitan dengan usia, dibuat rekomendasi terapi spesifik untuk setiap tingkat keparahan/pengendalian asma dan menguraikan obat-obatan khusus untuk masing-masing dari enam langkah pengobatan asma. Pendidikan pasien dan pengembangan kemitraan antara tim pengobatan dari profesional kesehatan dan pasien serta keluarganya tetap menjadi komponen penting dari perawatan asma seperti yang disebutkan oleh EPR-3.

Ketahuilah FEV1 Anda
* FEV singkatan dari volume ekspirasi paksa dalam 1 detik
* FEV1 adalah jumlah (volume) udara yang dikeluarkan dengan paksa pada detik pertama setelah mengambil napas dalam dan maksimal
* Karena FEV1 adalah volume udara, maka satuannya dinyatakan dalam liter.
* FEV1 diukur selama tes spirometri, yang merupakan tes fungsi paru. Ini adalah tes yang berguna dalam diagnosis dan pengobatan asma.
* Pastikan untuk menanyakan kepada dokter asma Anda tentang apa yang diukur dalam FEV1.
* FEV1 Anda akan dibandingkan dengan nilai prediksi FEV1 yang normal; hasil pengukuran Anda dapat kemudian dinyatakan sebagai a% dari prediksi.
* Prediksi FEV1 didasarkan pada usia, tinggi badan, dan jenis kelamin. Puncak FEV1 terdapat pada dewasa muda dan biasanya menurun dengan penuaan; orang yang lebih tinggi memiliki prediksi FEV1 yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang lebih pendek, FEV1 laki-laki lebih besar dari perempuan.
* FEV seharusnya normal-lebih besar atau sama dengan 80% dari prediksi ketika asma Anda terkendali.

Definisi Bronkoskopi | Klasifikasi Tingkat Keparahan Asma dan Pengendali Asma Menurut NAEPP

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.