Protokol Montreal Tahun 1987 Relevan untuk Asma

Protokol Montreal adalah sebuah petunjuk, perjanjian internasional yang dirancang untuk meningkatkan kulitas udara dan untuk melindungi lapisan ozon teratas (stratosfer). Pada tahun 1987, 24 negara, seperti Masyarakat Ekonomi Eropa menegosiasikan dan menandatangani Protokol Montreal tentang baha yang Merusak Lapisan Ozon. Protokol awal bertujuan untuk mengurangi penggunaan penipis ozon, bahan kimia buatan manusia sebesar 50% pada tahun 1999. Lampiran tambahan pada Protokol Montreal, yang dikenal sebagai Amandemen London, Kopenhagen, dan Beijing, telah diadopsi pada tahun 1990, 1992, dan 1999, berturut – turut, dan selanjutnya mengalamatkan penggunaan dan produksi berbagai bahan kimia penipis ozon, serta perjalanan untuk menghapusnya setahap demi setahap.

Ozon adalah molekul terdiri dari tiga atom oksigen dan merupakan unsur penting dari atmosfer kita. Sekitar 90% dari ozon berada dalam suatu lapisan antara 6 sampai 25 mil di atas permukaan bumi di zona yang disebut stratosfer. Keberadaan jumlah ozon yang tepat di stratosfer bumi sangat penting untuk menyerap bahaya radiasi yang berasal dari matahari. Ozon stratosfer menyelubungi planet kita seperti amplop pelindung. Contoh, peningkatan pajanan sinar ultraviolet matahari, seperti yang akan terjadi karena menipisnya pelindung bumi lapisan ozon, berkaitan dengan peningkatan risiko mengembangkan kanker kulit dan katarak mata pada manusia. Penipisan ozon juga dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tanaman.

Penelitian selama lebih dari 30 tahun terakhir menunjukkan secara signifikan penurunan lapisan ozon pelindung bumi di atas antartika. Laporan pertama adanya lubang di lapisan ozon stratosfer oleh ilmuwan Britania Raya pada bulan mei tahun 1985 telah dikonfirmasi sesudah itu dan terperinci. Penggunaan kelas bahan sintetis secara luas yang disebut kloroflorokarbon (CFC) telah dikaitkan sebagai sumber utama penipisan lapisan ozon atmosfer. CFC mengandung klorin, florin, dan atom karbon. CFC ditemukan pada tahun 1920-an dan dalam banyak hal merupakan senyawa yang ideal CFC ini tidak beracun, tidak korosif, dan tidak mudah terbakar. CFC bersifat iner dan tidak reaktif dengan hampir semua zat. Dalam paruh kedua abad ke 20 CFC ditemukan, digunakan secara luas sebagai propelan pada aerosol dan kaleng semprot, sebagai pendingin di lemari es dan AC, sebagai pelarut dalam pembersih – terutama untuk papan sirkuit elektronik – dan sebagai agen pengembang pada produksi busa dalam peralatan seperti alat pemadam api. Freon, misalnya merek terkenal dari kelas CFC yang digunakan galam pendinginan. CFC sangat stabil, dan sekarang diakui bahwa CFC bisa bertahan di atmosfer hingga 100 tahun. Setiap CFC dilepaskan ke udara ia akan meningkatkan. Ketika CFC mencapai stratosfer, sinar matahari menyebabkan CFC memecahkan dan melepaskan atom klorin. Klorin yang berasal dari CFC bertanggung jawab untuk merusak lapisan ozon. Meskipun produksi dan pelepasan CFC telah dikurangi scara besar – besaran, kerusakan lapisan ozon dari masa lalu akan terus berlanjut ke dalam abad ini.

Protokol Montreal yang dikodifikasikan oleh Krongres menjadi hukum dalam Judul VI dari undang – undang udara bersih dan ditetapkan bahwa produksi CFC di Amerika Serikat dilarang sejak  1 januari 1996. Produk medis yang telah ada, yang mengandung CFC dibebaskan dari larangan tersbut sampai produk alternatif yang bisa diterima dapat dikembangkan. Penggunaan CFC yang penting dalam medis sangat relevan untuk orang dengan penyakit paru – paru yaitu penggunaan CFC sebagai propelan pada MDI. MDI digunakan secara luas dalam pengobatan asma, emfisema, dan bronkitis obstruktif kronis. Meskipun CFC tidak lagi digunakan dalam pembuatan kaleng semprot aerosol, AC, atau unit pendinginan setelah Januari 1996, CFC masih diproduksi untuk farmasi digunakan dalam beberapa MDI. Karena MDI sangat penting untuk pengobatan asma, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS (FDA) memperpanjang batas waktu pelarangan pembuatan CFC, dan mengusulkan serta mengawasi penghapusan bertahap semua. MDI yang mengandung CFC (MDI-CFC). Tidak ada MDI yang mengandung CFC yang dilarang dari pasar sampai tersedia obat – obatan yang aman, efektif, dan setara.

Larangan lengkap terhadap produksi dan penjualan inhaler albuterol berbahan tunggal yang mengandung CFC mulai berlaku di Amerika Serikat sejak 31 Desember 2008, sebagai bagian dari penghapusan penggunaan CFC secara luas di planet bumi. Beberapa inhaler alternatif di pasar sekarang menawarkan inhaler bebas CFC.

Pabrik farmasi memformulasikan ulang propelan MDI mereka supaya bebas CFC atau dikembangkan sistem pengantaran obat inhalasi yang tidak memerlukan propelan sama sekali. Formulasi ulang pengganti MDI albuterol yang berbeda, propelan jenis non –  CFC yang disebut hidrofloroalkana (HFA). FDA telah menyetujui MDI dengan HFA bebas CFC untuk albuterol, levalbuterol, beklometason flutikason, dan kombinasi flutikason / salmeterl dan budesonid /  formoterol. Produknya termasuk ProAir, Proventil HFA, Ventolin HFA, Xopenex, Qvar, MDI Advair, dan MDI Symbicort. Produk lain bebas CFC tersedia di Eropa tetap tidak saat ini disetujui oleh FDA untuk digunakan di Amerika Serikat. Selain unutk memproduksi MDI dengan HFA, pabrik farmasi telah menemukan inhaler baru yang tidak bergantung pada propelan apa pun. Saat ini beberapa obat – obatan pengendali asma yang berbeda tersedia sebagai DPI di Amerika Serikat, dan lebih menyakinkan untuk menggunakannya.

Banyak Obat Asma dalam Bentuk Inhaler | Perbedaan Obat Inhaler HFA dengan Obat Inhaler Beberapa Tahun yang Lalu

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.