Salah Satu Konsekuensi Menopause adalah Masalah Kesehatan Jantung

Sebaiknya Anda ketahui bahwa jantung Anda berdetak ratusan ribu kali dalam sehari dan 36 juta kali per tahun. Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan dalam aliran darah akan membuat jantung Anda dan pembuluh darahnya bekerja keras untuk tetap menjaga kelancaran fungsinya. Sementara itu, faktor fisik dan emosi sangat berkaitan dengan kesehatan jantung. Wanita yang bahagia dan selalu gembira, menjalani hidupnya dengan sehat hingga usia 80-an bahkan ada yang mencapai usia 90-an, meski kadar kolesterol darahnya tinggi. Sedangkan wanita yang hidupnya selalu diwarnai depresi, kekecewaan, dan kemarahan, umumnya telah mengalami gejala pertama gangguan jantung pada usia 50-an, meski mempunyai kadar kolesterol rendah.

Dibanding dengan kaum pria, umumnya wanita muda mempunyai resiko penyakit jantung yang jauh lebih rendah. Namun, begitu mereka memasuki masa menopause, dan kehilangan hormon-hormon kewanitaan, maka tak ada lagi hormon yang melindungi jantung, dan resiko penyakit jantung pada wanita setengah baya pun melejit naik.

Berikut ini beberapa fakta gangguan jantung pada wanita :

* Gangguan jantung tergolong jarang dialami wanita pramenopause.
* Gangguan jantung (termasuk tekanan darah tinggi dan stroke) merupakan penyebab kematian yang paling sering dialami wanita di atas 50 tahun
* Serangan jantung, yang terjadi di kemudian hari, dua kali lebih mematikan dibanding pada pria.
* Satu dari dua wanita lansia meninggal karena gangguan pembuluh darah koroner atau stroke. Bandingkan dengan (hanya) satu orang dari 25 wanita yang meninggal disebabkan kanker payudara.

Emosi berakibat langsung secara fisik pada jantung dan sistem kardiovaskulaer melalui sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Di Amerika, kematian mendadak semacam ini setiap tahun terjadi pada 450.000 orang pasien jantung. Kematian jantung mendadak itu disebabkan oleh arrhythmia fatal yang dikenal sebagai ventricular fibrillation (VF), yaitu terjadi ketidakstabilan elektrik pada otot jantung yang menimbulkan kegagalan jantung memompa darah.

VF dapat terjadi secara spontan pada jantung yang tampak normal. Biasanya disebabkan adanya halangan patologis atau tekanan psikososial seperti kehilangan rada tidak aman dalam pekerjaan, atau konflik dalam perkawinan. Bahwa sumber stres tersebut berpengaruh secara fisik atau tidak, bergantung pada makna tekanan tersebut bagi orang yang mengalami.

Penelitian terakhir menyatakan adanya hubungan antara emosi kemarahan atau frustasi dengan pengerasan arteri pada pria maupun wanita yang dimulai pada usia 18 tahun. Tetapi pria cenderung menyatakan kemarahan atau frustasinya secara fisik sedangkan wanita diajarkan oleh nenek moyangnya tidak boleh menyatakannya secara terbuka karena dianggap tidak etis atau tidak berbudaya. Karena itu, wanita cenderung menahan perasaan marah atau frustasi dalam dirinya sendiri. Hal ini, menurut hasil penelitian itu, merupakan faktor resiko bagi masalah jantung. Perasaan kecewa atau marah yang semakin dipendam semakin lama semakin memperparah kondisi jantung.

Pantat Membesar, Pinggang Melebar, Perut Membuncit | Menjaga Kesehatan Jantung

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.