Septum Hidung Bengkok

Septum hidung adalah struktur tulang rawan kecil yang membagi hidung menjadi dua bagian. Kira-kira sepertiga orang memiliki deviasi (kebengkokan) septum ke arah satu sisi hidung. Kondisi ini ada sejak lahir atau disebabkan trauma di kemudian hari dalam kehidupan. Hidung bagian luar mungkin terlihat sempurna normal tanpa ada kelainan bentuk yang terlihat jelas, atau hidung terlihat miring ke satu sisi. Banyak sekali individu dengan deviasi septum tidak punya gejala yang berkaitan dengan deviasinya, dan hal ini hanya terdeteksi waktu pemeriksaan fisik rutin. Sebagian kecil pasien, merasa hidung mampet di satu sisi dan menetap dibandingkan sisi lainnya. Saat pasien berbaring, perasaan tersumbat menjadi semakin parah karena efek gravitasi terhadap aliran darah ke hidung. Deviasi septum sendiri tidak akan menyebabkan gejala hidung lainnya seperti hidung berair, hidung fatal, atau bersin.

Suatu tes yang berguna di ruang praktik adalah menyemprot kedua sisi hidung dengan semprotan hidung dekongestan topikal berisi oxymetazoline dan tunggu 10 menit. Jika kongesti hidung pasien mengalami perbaikan pada kedua sisi, hal ini berarti pembengkakan hidung, bukan deviasi septum, yang menjadi masalah dan harus ditangani sebelum melakukan tindakan bedah. Jiak deviasi sangat berat, dengan septum menyentuh turbinate dan menimbulkan sumbatan lengkap pada sisi hidung itu, pasien dapat dirujuk ke ahli bedah THT untuk operasi perbaikan septum (septoplasty).

Pada kasus pasien dengan septum deviasi ringan sampai sedang dan bersamaan dengan rinitis alergi, suatu pendekatan yang baik adalah pertama obati rinitis sesempurna mungkin, meliputi penghindaran alergen dan obat anti alergi. Bila setelah 1 bulan percobaan pengobatan, pasien memiliki gejala kongesti minimal, deviasi septum tidak memerlukan pembedahan koreksi. Namun, jika pasien terus mengeluh gangguan sumbat satu sisi hidung pada sisi deviasi, dia adalah calon baik untuk septoplasty. Pasien harus menanyakan prosedur apa tepatnya yang ahli bedah akan lakukan. Jika masalah anatomi utama adalah deviasi septum, maka struktur hidung lain seperti turbinates dan sinus paranasal, harus dibiarkan tak terganggu. Jika hidung telah dioperasi, sangat sulit untuk mengembalikan apa yang telah berubah ke bentuk asalnya.

Faktor Lain Pemicu Alergi pada Hidung | Penyebab Sumbatan Hidung Kronis pada Bayi dan Akhir Usia 60 Tahunan

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.