Siapa yang Terkena Migrain?

Diperkirakan sekitar 28 juta warga Amerika mengalami migrain. Menghitung prevalensi (prevalence) dari sebuah penyakit dalam sebuah populasi adalah tugas yang sulit. Biasanya para peneliti mewawancarai sejumlah besar orang-orang secara individual dan menetapkan seberapa banyak yang mengalami migrain. Orang-orang yang diwawancarai hingga mencapai puluhan ribu, dan data yang dikumpulkan dari cara ini memungkinkan peneliti untuk memperkirakan proporsi dari orang-orang yang mengalami suatu penyakit dalam populasi yang ditentukan, dalam kasus ini adalah penyakit migrain, selama periode waktu tertentu. Proporsi ini adalah prevalensi, yang dinyatakan sebagai suatu rasio (1 dari 1.000, 1 dari 150.000 dan seterusnya). Banyak penelitian yang telah dilakukan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia mengenai prevalensi migrain. Namun, prevalensi itu beragam tergantung ras dan lokasi geografis, dan diyakini perbedaan itu mendukung teori yang menyebutkan migrain sebagai penyakit yang ditentukan secara genetik.

Warga Amerika keturunan Asia memiliki prevalensi migrain paling rendah, yang kemudian diikuti oleh warga Amerika keturunan Afrika. Prevalensi tertinggi terhadap migrain tampak pada keturunan Kaukasia termasuk Hispanik.

Di Amerika Serikat, migrain adalah penyakit yang sangat lazim dan tampak sekitar 18% hingga 20% pada wanita, dibandingkan 6% hingga 8% pada pria, atau sekitar 13% dari seluruh orang dewasa. Dengan kata lain, diperkirakan satu dari lima wanita mengalami migrain. Tak peduli Anda seorang pria atau wanita, sangat jelas bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi sakit kepala berat. Migrain adalah penyakit yang umum.

Usia juga berpengaruh terhadap prevalensi migrain pada wanita. Prevalensi migrain pada wanita cenderung meningkat mulai dari usia pubertas hingga usia 45 ke atas, namun kemudian menurun secara bertahap setelah menopause atau berhenti haid. Pria cenderung memiliki peningkatan yang sangat sedikit pada prevalensi dalam periode yang sama, dengan penurunan dalam usia yang lebih tua.

Ketika pendapatan atau tingkat pendidikan meningkat, prevalensi dari migrain menurun. Hal ini menjadi kontradiksi terhadap keyakinan sebelumnya yang menganggap migrain lebih lazim dialami oleh kelompok dengan pendapatan yang lebih tinggi. Kini hal itu diyakini karena disebabkan orang-orang dari penghasilan lebih tinggi memiliki akses lebih banyak terhadap fasilitas kesehatan, mereka diwakili secara tidak proporsional dalam penelitian sebelumnya, terutama menghitung jumlah pasien yang terdiagnosis yang mengadakan kunjungan ke dokter. Metodelogi modern untuk membuat prevalensi memastikan sampling yang kuat dari berbagai jenis orang dari berbagai usia, ras, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan. Data yang lebih luas membuat kami dapat membuat gambaran yang lebih akurat, mengenai siapa saja yang mengalami migrain. Konsep prevalensi yang telah direvisi itu tidak berarti orang-orang dengan tingkat pendidikan atau pendapat yang tinggi tidak terserang migrain; namun ini berarti, secara proporsinal, mereka bukanlah kalangan mayoritas.

Biaya yang disebabkan migrain diperkirakan lebih dari $12 juta untuk pengobatan (biaya langsung) dan lebih dari 413 juta per tahun untuk jam kerja yang hilang dan penurunan produktivitas (biaya tidak langsung). Biaya yang terakhir mungkin bukan sebuah kejutan untuk Anda jika Anda telah kehilangan waktu kerja berhari-hari karena sakit kepala yang Anda alami, atau jika Anda menjadi kurang produktif pada saat bekerja dan mengalami migrain.

Apakah Anda pernah merasa heran jika dokter Anda dapat benar-benar mengetahui sakit yang Anda rasakan atau masalah kesehatan Anda? Sebuah studi terbaru terhadap ahli saraf dalam sebuah tinjauan sakit kepala mengungkapkan bahwa riwayat prevalensi migrain dalam para ahli saraf pria yaitu lebih dari 30%, sementara ahli saraf pria spesialis yang menderita sakit kepala lebih dari 40%. bagi para ahli saraf wanita, riwayat prevalensinya lebih dari 60%, sementara untuk dokter spesialis saraf wanita yang menderita sakit kepala lebih dari 80%. Migrain adalah satu dari beberapa penyakit medis yang memiliki hubungan serupa yang sangat kuat dari seorang dokter yang memahami dengan pasti apa yang Anda hadapi, dan mungkin telah menjalani berbagai pengobatan, mengalami efek sampingnya dan harus mengalami sakit yang hebat, dan dapat benar-benar berempati (empathize) pada Anda dan kondisi sulit Anda. Sangat tidak umum bagi ahli saraf Anda untuk berbagai informasi ini kepada Anda karena fokus dari kunjungan Anda adalah migrain yang Anda alami, namun ini berarti Anda akan menjadi mitra yang sangat serasi dalam pengobatan Anda bersama-sama dengan penderita migrain.

Apakah migrain itu diwariskan?

Sangat jelas bahwa migrain terkait dengan keluarga. Para dokter mengetahui fakta tersebut secara intuitif dari para praktisi yang seingkali mengobati orang-orang yang mengalami migrain, baru sedikit penelitian yang benar-benar meneliti di bidang ini. Sebagian studi dengan populasi terbesar berasal dari Belanda, yang mengungkap bahwa keluarga dari derajat pertama para penderita migrain dengan aura, memiliki kemungkinan 3,8 kali mengalami migrain dibandingkan populasi umum. Penelitian terhadap kembar identik (monozygotic/identical twin) belum menyimpulkan 100%, namun menunjukkan kecenderungan jika salah seorang mengalami migrain, maka saudara kembarnya juga akan mengalami yang sama. Jenis langka dari migrain dengan aura yaitu familial hemiplegic migraine, telah dihubungkan terhadap suatu kromosom tertentu. Migrain jenis ini muncul dari sebagian kecil individu, namun telah memberikan para peneliti informasi yang cukup banyak mengenai asal usul migrain.

Sulit untuk memprediksi apakah anak Anda nantinya akan terkena migrain. Salah satu pandangan menyebutkan, potensi terhadap migrain dihadapi oleh semua orang, namun faktor genetik dan lingkungan memainkan peran sebagai pemicu yang mendorong terjadinya migrain dan efek setelah migrain. Jadi, jika Anda adalah seorang penderita migrain, anak-anak Anda memiliki risiko lebih tinggi dari populasi umum. Meskipun beban ini tampak memberatkan, tetapi ingat jika Anda telah melakukan perubahan gaya hidup lebih sehat makan Anda dapat menjauhkan migrain, sehingga anak-anak Anda dapat dibesarkan dalam lingkungan dengan faktor pemicu yang minimal. Migrain juga tidak akan menjadi sesuatu yang tidak biasa atau mengagetkan jika anak-anak Anda sudah terbiasa, sehingga dampak dari migrain dapat ditekan pada anak-anak Anda sementara Anda membantu mereka menyesuaikan diri.

Hingga kita memahami lebih banyak mengenai berbagai jenis channelopathy dan penyakit keluarga yang mengakibatkan kelainan genetik yang kita kenal sebagai migrain, kita tidak akan pernah bisa memperkirakan secara akurat risiko dari migrain terhadap setiap kehamilan. Migrain adalah sebuah penyakit multifaktor yang bahkan meskipun kita berhasil membuka sebagian besar ilmu pengetahuan, kita mungkin tidak akan pernah bisa membuat prediksi.

Penyakit Neurologis yang Menyebabkan Sakit Kepala Sekunder | Jenis Migrain

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.