Sindrom Darah Kental

Akhir-akhir ini banyak orang mengeluh bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa darahnya kental. Demikian menurut dokter. Meski banyak yang mengabaikannya, darah kental sering menjadi pembicaraan di kalangan komunitas seperti arisan, klub-klub olahraga, klub-klub keterampilan, bahkan di rapat-rapat perusahaan. Banyak lansia yang merasa dirinya mengidap darah kental, kemudian tidak tahu harus berbuat apa.

Pertanyaan yang selalu timbul dikalangan awam adalah “Apakah darah kental itu penyakit?”; “Berbahayakah?”; “Siapa saja yang mengalaminya?”; “Bagaimana pengobatannya”; dan “Bagaimana menghindarinya?”

Buku ini ingin membahas berbagai pertanyaan yang sering timbul di berbagai kalangan tersebut, dilengkapi pengobatan herbal di samping pengobatan medis.

Darah adalah cairan yang penting. Mengapa? Karena darah merupakan alat transportasi utama dalam tubuh yang berfungsi mengirimkan zat makanan, hormon, dan oksigen kepada setiap sel tubuh. Jadi setiap sel tubuh harus menerima pasokan “makanan” dari darah. Kalau pasokan terlambat atau terhambat, pasti akan menimbulkan masalah kesehatan. Darah yang terlalu kental akan mengalir dengan lambat atau malah terhambat alirannya. Sirkulasi oksigen, zat-zat gizi, dan hormon ke seluruh sel-sel tubuh menjadi terhambat, menyebabkan terhalangnya sel tubuh untuk menerima pasokan nutrisi yang bila terjadi dalam waktu lama menyebabkan defisiensi gizi, oksigen, dan hormon. Terjadi hipoksia (sel kekurangan oksigen) dan bisa berakhir dengan kematian sel otak! Sebagian saja! Anda akan kena stroke. Nah, bagaimana jika sel-sel jantung yang stau demi satu tidak mendapat pasokan makanan dan oksigen? Siap-siap saja mendapat serangan jantung.

Tidak hanya itu, darah yang terlalu kental menyebabkan beban jantung memompa darah menjadi lebih besar. Ini dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke. Karena itu, kini kalangan medis menganggap darah kental merupakan indikator risiko serangan jantung dan stroke yang lebih baik dari pada kadar kolesterol tinggi.

Darah kental juga beresiko mencederai ginjal dan menyebabkan keguguran berulang pada ibu hamil. Berbagai gejala yang sangat tidak nyaman bahkan bersifat fatal,  juga patut diperhitungkan termasuk sakit kepala atau migrain, kesemutan, gangguan daya ingat, gangguan penglihatan, gout dan sebagainya.

Jadi, darah Anda menentukan hidup anda. Itulah sebabnya, untuk mengukur sakit atau sehat seseorang, dokter menggunakan hasil pemeriksaan darah di laboratorium. Tubuh dapat terhindar dari penyaki-penyakit kronis dan infeksi jika darah dalam kondisi normal. Demikian menurut Dr. Guenther Enderlein, ahli Pleomorphism dari Jerman. Dan darah disebut normal jika partikel sel darah merah berbentuk bulat, berdiri sendiri, dan berukuran sama. Sel-sel darah normal mampu mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh dan membawa keluar sampah-sampah tubuh, secara optimal.

Sementara itu, darah kental merupakan sindrom, suatu istilah yang digunakan jika terjadi hiperkoagulasi darah, yaitu meningkatnya kepekatan darah yang berlebihan. Menurut Dr. Aru W. Sudoyo, MD, PhD spesialis Hematologi-Onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sindrom darah kental sebenarnya bukan hal baru, tetapi sedikit saja dokter menyadari kehadirannya atau mewaspadainya. Kesadaran masyarakat untuk menghindarinya pun sangat rendah. Padahal, menurut Dr. Aru sudah banyak korban stroke atau serangan jantung akibat darah kental.

Ada beberapa macam sindrom hughes (hughes syndrome) karena yang pertama mengenali sindrom ini seseorang bernama Hughes. Yang lainnya polisitemia (polycythemia) dan trombofilia. Meskipun beberapa macam darah kental tersebut disebut sindrom darah kental atau penyakit darah kental, namun penyebab dan penggobatannya bisa berbeda. Demikian pula akibatnya. Berikut ini akan dibahas beberapa macam sindrom darah kental tersebut.

Purtier | Darah Mengental

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.