Solusi Impotensi

Berbagai Solusi Impotensi

Dalam pengobatan impotensi, perlu diperhatikan dalam manajemen impotensi menyangkut terapi psikologi, terapi medis, dan terapi hormonal. Terapi psikologi adalah terapi seks atau konsultasi psikiatrik, percobaan terapi (edukasi, medikamentosa oral atau intrauretral, dan vacum contriction device).

Terapi medis adalah terapi yang disesuaikan dengan indikasi medisnya. Sedangkan terapi hormonal adalah jika tes laboratoriumnya abnormal seperti kadar testosteron rendah, kadar LH (luteinizing hormone), dan FSH (follicle-stimulating hormone) tinggi maka diterapi dengan pengganti testosteron. Jika prolaktin tinggi maka perlu dipertimbangkan pemeriksaan pituitary imaging dan dikonsulkan segera ke dokter.

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat ditempuh oleh penderita impotensi. Masing-masing harus disesuaikan dengan kondisi dan penyebab terjadinya impotensi. Di sinilah sangat diperlukan kejujuran dan keterbukaan penderita impotensi kepada dokter agar diagnosis dan penanganan yang diberikan sesuai keperluan.

Jalani Gaya Hidup Sehat

Penyebab impotensi salah satunya adalah tidak mengerti gaya hidup yang sehat. Para lelaki bisa memulai dengan menghindari perilaku yang membuka jalan ke sana. Menyadari diabetes mellitus dan kolesterol berbahaya maka menjadi urusan wajib untuk mengontrol glukosa darah dan kolesterol setiap waktu.

Sebagai penderita diabetes mellitus, mereka harus tahu kalau kegiatan melelahkan seperti seks dapat memperburuk kadar gula darah dan membuat sakit. Itulah sebabnya, bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes mellitus harus mengerti kapan kondisinya prima untuk dapat melakukan hubungan seks.

Jauhi rokok. Jangan pula bermain-main dengan narkoba. Apabila menganut pandangan social drinker sehingga harus tetap meminum alkohol, jangan berlebihan atau sampai mabuk. Masukkan olahraga rutin seperti renang atau mengembangkan otot di gym dalam agenda keseharian. Tingkatkan emotional intelligence. Seimbangkan jiwa. Kalau perlu, sewa seorang psikolog untuk menumpahkan segala permasalahan sehingga dapat memperoleh solusi yang melegakan.

Minta Saran Dokter untuk Obat Minum dan Suntikan

Obat minum bisa dikonsumsi bila seseorang sudah terlanjur impoten. Sebaiknya harus dengan pengawasan dan kontrol dokter. Ada tiga jenis obat yang beredar di Indonesia dan berfungsi memperlebar saluran darah. Sildenafil (Viagra), Tadalafil (Cialis), dan Vardenafil (Levitra). Ketiga obat ini sama efektifnya, tetapi Viagra lebih populer. Obat ini tidak dikonsumsi setiap hari, melainkan hanya di saat seseorang akan berhubungan seks.

Untuk Sildenafil (Viagra), berhati-hatilah bila mengkonsumsi obat ini. Sebab dari penelitian terbukti memiliki efek samping berupa : sakit kepala, wajah memerah, maag dan gangguan pencernaan, hidung tersumbat, penglihatan tergangguan sampai kabur, diare, sensasi berputar, infeksi saluran kemih, mual, nyeri punggung. Umumnya penderita enggan melanjutkan minum Viagra karena sakit kepala, wajah memerah, dan mual. Patuhilah dokter bila memberikan obat dan dosis. Untuk viagra, dosis yang direkomendasikan berkisar 25 – 100 mg.

Riset terbaru menyatakan bahwa Irbesartan (dosis 150 mg atau 300 mg, selama 6 bulan) terbukti memperbaiki fungsi ereksi terutama penderita hipertensi dengan sindroma metabolik. Pemberian Irbesartan menurunkan kejadian disfungsi ereksi dari 78,5% pada baseline menjadi 63,7% pada bulan ke 6.

Irbesartan dapat dikombinasikan dengan Hydrochlorothiazide (HCTZ). Hal ini menarik, sebab Irbesartan itu mulanya adalah obat antihipertensi golongan Angiotensin II receptor antagonist. Tentunya nasihat dokter amat diperlukan.

Selain obat minum, suntikan langsung ke penis bisa dilakukan yang akan mempertahankan ereksi selama 30 – 60 menit. Perhatikan dosisnya dan jangan sembarangan menggunakan karena efeknya bisa tidak turun-turun. Penggunaan obat suntik juga harus dengan pengawasan dan kontrol dokter. Jangan sekali-sekali menggunakan atau mengkonsumsi secara bebas. Efek negatifnya justru bisa menyebabkan impotensi permanen bila dosisnya tidak tepat.

Penggunaan Pompa Vakum

Penanggulangan yang lebih “irit”, tetapi lebih ekonomis adalah dengan menggunakan vacuum pump (pompa vakum) yang banyak beredar di toko-toko alat bantu seks. Cara menggunakannya cukup dengan memompa penis di dalam tabung. Pompa ini membuat alirah darah ke dalam penis semakin banyak sehingga ereksi bisa didapat.

Operasi Pengalihan Pembuluh Darah dan Implantasi

Cara mengatasi masalah impotensi lainnya adalah dengan operasi. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Pertama, dengan mengubah aliran pembuluh darah sebagaimana dilakukan dalam operasi jantung koroner. Kedua, dengan menyisipkan protese (alat tiruan) dan silikon ke dalam penis. Penyisipan protese dan silikon ini tidak membuat penis langsung bisa ereksi tetapi membuat lebih “kokoh” sehingga mampu melakukan penetrasi.

Pengendalian Kadar Gula

Hal ini merupakan usaha paling baik. Subjek dengan neuropati diabetik, setelah pemberian Tolrestat atau Aldose reductase inhibitor (ARI) jangka panjang, hanya didapatkan kerusakan saraf ringan serta didapatkan regenerasi serabut saraf, normalisasi hubungan akson-glial (antarsaraf), dan demielinasi segmental.

Studi elektrofisiologi dan patologi menunjukkan bahwa degenerasi dan regenerasi saraf terjadi bersama-sama pada penderita neuropati diabetika. Dengan perkembangan penyakit, keseimbangan bergeser ke arah dominasi degenerasi sementara proses regenerasi berkurang. Perbaikan dalam pengendalian kadar gula dapat menyebabkan pergeseran ke arah dominasi regenerasi dan akibatnya terjadi perbaikan dalam gejala neuropati.

Romeo et. al. (2000) mengevaluasi kaitan antara pengendalian kadar gula dengan impotensi pada lelaki penderita diabetes mellitus tipe 2 dan disimpulkan bahwa impotensi berhubungan dengan kadar gula darah.

Pemberian Nerve Growth Factor (NGF)

Usaha lain yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan impotensi adalah upaya meningkatkan proses regenrasi dengan pemberian Nerve Growth Factor (NGF), Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF). NGF merupakan faktor neurotropik penting yang mendorong kehisupan neuron sensoris serabut kecil dan neuron simpatis sistem saraf perifer. BDNF mendorong hidupnya serabut saraf sensoris ukuran sedang yang menjadi perantara sensasi tekanan dan saraf motoris.

Terapi Nutrisi

Akhir-akhir ini terapi nutrisi sering diberikan untuk mengatasi impotensi. Terapi ini banyak dikembangkan meskipun belum ada uji klinis memadai. Bersvendsen (1999) mengajukan beberapa alternatif pengobatan neuropati diabetik secara umum, yaitu Gamma linoleic acid (asam linoleat gama), antioksidan (termasuk Alpha linoleic acid 600 – 800 mg, Thiocthic acid 600mg, vitamin E 1200 iu atau Selenium 100 mcg), vitamin E, Acetyl L carnitine (ALC), Kromium, Biotin (9 mg / hari), Niacin, Inositol dan Taurin, Magnesium.

Terapi Listrik

Sekarang ini telah muncul terapi alternatif utnuk mengatasi impotensi. para ahli telah menemukan bahwa mereka berhasil mengembangkan terapi gelombang listrik yang diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi problem seksual kaum adam tanpa obat-obatan. Eksperimen menunjukkan, gelombang listrik yang dialirkan ke penis dapat membantu menyembuhkan impotensi.

Biasanya pasien impotensi bisa kembali berfungsi dengan meminum Viagra atau Cialis, tetapi keduanya bukan solusi. Ketika pemakaian dihentikan, merka tidak bisa berfungsi lagi. Dengan terapi gelombang listrik dapat memberi penyelesaian biologis pada masalah ini sehingga setelah diterapi penderita bisa berfungsi lagi tanpa bantuan obat.

Roset pada hewan coba menunjukkan bahwa gelombang listrik terbukti merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru pada pembuluh yang sudah ada. Tetapi gelombang listrik bisa membantu lelaki yang impoten disebabkan oleh rendahnya aliran darah ke organ intim lelaki.

Alat yang digunakan mirip mouse komputer utnuk mengalirkan listrik pada lima titik di penis dengan menggunakan gelombang listrik yang sangat rendah. Tiap gelombang hanya memberi tekanan sekitar 100 bar, kira-kira 20 kali dari tekanan udara dalam botol sampanye tetapi tidak lebih dari tekanan yang disebabkan wanita bersepatu hak tinggi dan berbobot 60 kg.

Energi jenis ini sama sekali berbeda dibanding energi dari pijatan, walaupun tiap orang nantinya bisa menyetel sesuai keinginan. Tiap titik pada penis menerima sekitar 300 gelombang listrik dalam 3 menit. Para lelaki menjalani 2 sesi mingguan selama 3 minggu dan kemudian mengulanginya lagi setelah tenggang 3 minggu.

Terapi ini hampir tidak ada efek samping dan sama sekali tidak sakit. Namun, terapi ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya terhadap penyembuhan impotensi. Sebagaimana ilmu pengetahuan yang terus berkembang, demikian pula dengan terapi dan pengobatan untuk impotensi. Semakin banyak pilihan dan alternatif yang bisa dipilih penderita impotensi dalam usaha penyembuhannya.

Terapi Nonbedah atau Medis

Ada banyak terapi nonbedah atau medis yang dapat diberikan untuk penderita impotensi, yaitu dengan farmaketerapi oral (obat medis yang diminum) dengan Yohimbine, Sildenafil citrate, Vardenafil, Tadafil, Prostaglandin E1 (PGE1), Alprostadil (synthetic PGE1), Papaverin HCL, Phenoxybenzamine HCL, Aqueous testosterone injection, Transdermal testosterone, Bromocriptine mesylate, Apomorphine, Phentolamine, Ganglioid, Linoleat-gamma, aminoguanidine, Methylcobalamine, Trazodone, Topical agent (nitroglycerin), Papaverine, Forskolin.

Agen lainnya meliputi : Vasoactive intestinal polypeptide (VIP), Calcitonin generelated peptides, Linsidomine, dan Sodium nitroprusside.

Yohimbin bekerja sebagai antagonis selektif secara kompetitif terhadap reseptor adrenergik alfa-2. Reseptor adrenergik alfa-2 menghambat pembentukan AMP siklik dengan dihambatnya reseptor adrenergik alfa-2 secara kompetitif oleh yohimbin, diharapkan pembentukan AMP siklik tidak terganggu. Pada akhirnya mengakibatkan relaksasi otot polos korpus kavernosum.

Terdapat dua mekanisme yang berperan dalam proses relaksasi otot polos kavernosum, yaitu jalur Cyclic 3,5,guanosine monophosphate (GMP siklik) dan Cyclic 3,5,adenosine monophosphate (AMP siklik).

Secara klinis, Yohimbin hanya memberikan efek perbaikan sebesar 25% dibandingkan dengan plasebo (obat pembanding yang netral) sebanyak 11%.

Untuk terapi injeksi kombinasi, pertama kali dilaporkan pada tahun 1985 dan memakai Phentolamine (0,5 mg) plus Papaverine (30 mg). Kombinasi ini efektif untuk disfungsi ereksi tipe psikogenik, neurogenik, dan vaskulogenik.

Terapi Intracavernosal injection therapy atau ICI (misalnya dengan Phenoxybenzamine) sudah dimulai sejak akhir tahun 1970-an. Terapi ini dapat dilakukan terhadap mereka yang tidak menyukai minum segala macam obat (terapi oral) dan memilih kepraktisan.

Penderita impotensi dapat memilih mana terapi yang dirasa paling cocok dengan keadaan dirinya. Tentu saja, pemilihan jenis terapi tersebut tidak bisa sembarangan. Harus dikonsultasikan dengan dokter. Setelah pemeriksaan medis dan kondisi pasien memang cocok dengan jenis terapinya, baru bisa dilakukan terapi yang dipilih.

Terapi Bedah

Terapi bedah termasuk terapi yang sangat sukses walaupun penderita impotensi dapat memilih atau mempertimbangkan terapi yang lain. Pembedahan penis dilanjutkan dengan pemasangan implant atau protesa ini sangat rendah tingkat morbiditas dan mortalitasnya.

Metode bedah yang ada adalah semirigid or malleable rod implants, fully inflatable implants, self-contained inflatable unitary implants, dan vascular reconstructive surgery.

Diet Impotensi

Diet Tinggi Seng (Zn)

Steak sapi, hati sapi, kuning telur, terigu, kacang tanah, ikan sarden, daging ayam, ikan teri, ikan tuna, udang, kentang, bawang putih wortel, jus anggur, bayam, dan ketimun.

Diet Tinggi Fosfor (P)

Biji labu, kacang tanah, terigu, kacang mete, hati sapi, daging ayam, telur, kepiting, susu sapi, brokoli, taoge, kurma, bayam, kacang hijau, alpukat, wortel, dan terong.

Jamu Antiimpotensi Warisan Nenek Moyang

Selain berbagai obat yang diresepkan oleh dokter, ada juga jamu asli dari Indonesia yang boleh juga dicoba oleh penderita impotensi. Namun, disarankan mengkonsumsi jamu ini 1 – 2 jam sesudah minum obat dari dokter. Jangan diminum bersamaan dengan obat dokter, sebab nanti penyerapan zat yang terkandung di dalam obat tidak maksimal karena berinteraksi dengan zat di dalam jamu.

Pencegahan Impotensi | Perawatan Kesehatan Secara Menyeluruh

This entry was posted in Impotensi. Bookmark the permalink.