Standar Air yang Sehat dan Layak Dikonsumsi

Air merupakan komponen esensial yang tidak bisa disintesa oleh tubuh sehingga air harus diperoleh dari luar tubuh. Karena fungsi air yang sangat penting bagi tubuh inilah maka tubuh harus memperoleh air dalam dosis yang cukup setiap hari. Namun demikian, tidak semua air baik untuk di konsumsi guna memenuhi keutuhan tubuh kita agar tetap sehat. Air yang baik mempunyai ciri-ciri tertentu sehingga kita tidak akan keracunan saat mengonsumsinya. Hal ini dilakukan agar air yang masuk kedalam tubuh kita mempunyai manfaat sebagaimana telah kita ketahui dari uraian di atas, dan bukannya malah menyebabkan kondisi kesehatan menjadi terganggu karena kualitasnya yang buruk.

Air yang baik dikonsumsi adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, air sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimianya, air sehat memiliki pH netral dengan konsentrasi bebebrapa mineral-mineral tertentu yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Dari aspek mikrobiologinya, air sehat yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen), misalnya bakteri E coli yang bisa menyebabkan diare dan salmonela yang bisa mengakibatkan tipes. Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia dan bukan merupakan mikroba alami dalam air. Jika air mengandung kedua bakteri ini, berarti air telah tercemar oleh tinja manusia.

Serangkaian proses pengolahan (water treatment) perlu dilakukan untuk mendapatkan air sehat. Perusahaan Air minum (PAM/PDAM) memiliki mekanisme tersendiri untuk pengolahan air sehingga siap dimasak tetapi belum siap untuk langsung diminum, yaitu lewat proses sedimentasi dan filtrasi. Kondisi ini berada dengan di negara maju seperti Jepang, Singapura, Amerika, dan Eropa, yang air kerannya bisa langsung diminum (sudah steril) tanpa perlu dimasak.

Proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) lebih panjang lagi. sterilisasinya menggunakan ozon dal ultra violet. Perusahaan AMDK memiliki standart internasional dalam pengolahan air minum. Dalam hal ini, prinsip good manufacturing practice (GMP) dilakukan secara ketat.

Tidak semua air minum dalam kemesan (AMDK) layak dikonsumsi. Bisa saja air tersebut tercemar zat-zat tertentu. Berikut adalah sejumlah tips untuk melihat air minum kemasan yang aman dikonsumsi.
1.Telitilah penampilan fisik air minum dalam kemasan, masih bagus atau tidak. Pastikan tidak ada semacam lendir di dalamnya yang merupakan indikasi tercemar atau tidaknya sebuah produk air dalam kemasan.
2. Pilihlah produk yang mencantumkan lebel ingredient. Sebab, dari tabel itu kita akan mengetahui kandungan-kandungan dalam air kemasan tersebut, misalnya kandungan mineral dan kadar pH-nya.

Air minum yang sehat harus memenuhi standar air minum yang ditetapkan oleh salah satu departemen yang berkepentingan dengan masalah kesehatan, antara lain:
a. Standar departemen kesehatan RI (permenkes 907/Menkes/SK/VII/2002)
b. Standar SNI No. 01-3553-1996
c. Standar WHO-Dunia
d. Standar FDA-Amerika

Sebenarnya ada banyak acuan standar air minum nasional yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan di negara lain. Tetapi, dalam pembahasan kali ini kita akan berfokus pada standar departemen kesehatan RI, yakni Permenkes 907/Menkes/SK/VII/2002.

Ada banyak parameter syarat air minum sehat yang harus diuji, tetapi secara umum digolongkan menjadi 3 bagian : sayarat kimia, syarat fisika, dan syarat bakteriologi.

1. Syarat Kimia
a. Kandungan alumunium max 0,2 mg/l
b. Besi max 0,3 mg/L
c. pH antara 6,5 s/d 8,5

2. Syarat Fisika
a. Kandungan TDS max 1000 mg/L
b. Kekeruhan max % Skala NTU
c Warna max 15 Skala NTU

3. Syarat Bakteriologi
a Koliform tinja = 0/Negatif
b. Total koliform = 0/Negatif

Tubuh Kekurangan Air | Air Putih Benda Hidup

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.