Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) termasuk dalam kelompok lupus erythematosus (LE) berupa gangguan atau penaykit pada jaringan penyambung, terutama menyerang wanita usia 20 – 40 tahun. Kelompok LE terdiri dari spektrum bentuk-bentuk klinis dengan penyakit kulit yang mungkin terdapat dengan atau tanpa keterlibatan sistemik. LE muncul dalam 2 tipe utama, discoid lupus erythematosus (DLE) dan systemic lupus erythematosus (SLE). Selain itu ada beberapa varian LE lain yang ditandai dengan gejala yang muncul.

Systemic lupus erythematosus (SLE) atau dalam bahasa Indonesia disebut lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun multisistem dengan manifestasi dan sifat yang sangat berubah-ubah. Penyakit ini menyerang dan menyebabkan radang di persendian, urat-urat, kulit, pembuluh darah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Lupus menyebabkan sistem imun memproduksi antibodi yang menyerang sel-sel dan jaringan tubuh yang sehat. Gejala khas SLE adalah adanya ruam kemerahan pada kedua belah pipi dan batang hidung, berbentuk seperti kupu-kupu. Dalam pembicaraan sehari-hari, yang disebut lupus adalah SLE.

Discoid lupus erythematosus (DLE), hanya menyerang kulit. Lupus jenis ini memunculkan gejala ruam berbentuk lingkaran seperti cakram oada wajah, kulit kepala, lengan, dan tungkai kaki. Ruam/radang kulit ini jika mereda (sembuh) akan meninggalkan bekas / cacat (scar) berupa perbedaan warna kulit dengan warna yang lebih pucat daripada kulit sehat. Bekas ruam ini sulit dihilangkan. Menurut guru besar Clinical Dermatology dari New York University School of Medicine, bekas ruam tersebut hanya bisa dihilangkan dengan teknologi laser, tidak bisa dengan krem pemutih (lightening creams).

Penyebab Systemic Lupus Erythematosus

Lupus adalah penyakit kronik, yaitu gangguan autoimun inflamasi yang dapat memengaruhi kulit, sendi, ginjal, dan organ-organ lain.

Penyebab yang telah diketahui adalah :

* Bersifat autoimun, yaitu menyangkut kegagalan toleransi diri.
* Paparan cahaya matahari (sinar UV).
* Kondisi stres
* Adanya agen infeksius, seperti virus atau bakteri, contohnya virus Epstein Barr, bakteri streptokokus, klebsiella.
* Minum obat-obatan : procainamid, hidralazin, anti-psikotik, chlorpromazine, isoniazid.
* Paparan zat kimia; merkuri dan silikon.
* Adanya perubahan hormon.

Pengidap Lupus Hidup Normal | Tanda dan Gejala Lupus

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.