Tes Laboratorium untuk Pasien Lupus yang Hamil

Tes laboratorium yang diperlukan bagi pasien lupus yang hamil antara lain :

* Urinalisis, untuk mengecek protein dalam urine.
* Hitung darah lengkap (complete blood count).
* Tes kimia darah, untuk melihat kondisi fungsi ginjal dan hati.
* Antifosfolipid antibodi, untuk mengecek resiko ginal dan hati.
* Anti-SSA/Ro dan Anti-SSB/La antibodi, utnuk melihat kondisi janin apakah beresiko mengalami gagal jantung (heart block), dalam hal ini dokter akan minta dilakukan kardiogram pada janin mulai usia 18 minggu.
* Antibodi Anti-DNA.
* Complement levels.

Pasien lupus yang hamil wajib :

* Mengunjungi dokter ahli reumatologi yang merawatnya paling sedikit setiap tiga bulan sekali. Lebih sering jika mengalami flare.

* Jika mengalami flare, kemungkinan dokter akan memberikan obat prednison. Obat ini tidak akan menembus plasenta kecuali jika diminum dalam dosis sangat tinggi.

* Mengunjungi perinatologist dan ahli kandungan secara teratur. Pasien wajib mematuhi instruksi dokter dalam hal istirahat, olahraga, pola makan, dan minum obat.

* Perhatikan sungguh-sungguh setiap perubahan pada tubuh, terutama yang dianggap tidak biasa, dan laporkan ke dokter.

* Jalankan pola hidup sehat : tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman keras / minuman beralkohol, tidka minum obat-obatan di luar yang diberikan dokter, kurangi kafein.

Apakah Wanita dengan Lupus Boleh Hamil? | Komplikasi Kehamilan pada Pasien Lupus

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.