Testimonial | Purtier Placenta

PURTIER Placenta Video Testimonial

Berikut ini merupakan testimonial nyata dari para konsumen PURTIER Placenta :

1. Ibu Ferial Makarim (Jakarta)

Stroke, Diabetes, Kista, Migrain, Autis, Turun Berat Badan, Kulit Wajah Bagus

Pertama kali Purtier untuk Ibunda Beliau yang mengalami stroke selama 1 tahun. Tangan kaku, mulut mencong, dan kaki tidak bisa diluruskan. Ibunda konsumsi 4 kapsul sehari. 10 hari, Ibunda sudah kembali normal. Sudah bisa pakai high heels, naik turun tangga serta menari. Adik Bu Ferial kena kencing manis 400. Sekarang kencing manis sudah sembuh total dan sehat. Bu Ferial ada 6 kista yang menyebabkan Beliau sulit punya anak lagi. Beliau menolak rekomendasi dokter untuk menjalani operasi pengangkatan kista bahkan rahim jika diperlukan. Setelah mengkonsumsi Purtier, kista keluar besar-besar dengan sendirinya, mengalami abnormal bleeding, duduk di kamar mandi selama satu jam tidak berhenti. Setelah diperiksa dokter, ternyata semuanya normal. Ada satu lagi penyakit Beliau, yaitu migrain dari sejak SMA. Hari kedua mengkonsumsi Purtier, sudah ada healing. Sekarang migrain yang biasanya selalu datang setiap hari sudah hilang. Bu Ferial juga berhasil menurunkan berat badan hingga 15 kg dan ternyata tanpa disadari kulit wajah menjadi lebih natural. Bahkan sahabat Bu Ferial yang putrinya mengalami autism (ketidaksempurnaan sel saraf) juga ikut mencoba Purtier. Satu bulan setelah memakai Purtier (menjelang lebaran), putri kecil sudah bisa menyampaikan apa maunya. Bulan kedua, lebih ekspresif, matanya sudah melihat ke kamera ketika difoto. Bulan ketiga, sudah berani mengekspose diri, lebih behave, lebih tenang, konsentrasi belajar lebih fokus, dan prestasi lebih bagus. Ternyata Purtier bisa menolong banyak orang dengan berbagai masalah. Terima kasih banyak kepada Bu Ferial yang sudah jauh-jauh dari Pulang Penang untuk sharing Purtier Placenta.

2. Bapak Engku (Jakarta)

Paru-paru Bocor / Lung Collapse / Pneumothorax

Tiga bulan di rumah sakit karena paru-paru bocor. Awal mula terkena pneumothorax tanggal 27 Maret 2015, sesak napas tapi lebih ke jantung berdebar-debar. Rekam jantung okay, tapi ternyata rontgen paru-parunya kolaps, tidak ada lagi, bocor, total kempes. Tindakan pertama, tubuh dilubangi, pasang mesin untuk menyedot udara negatif yang ada di paru-paru. Udara negatif ini sudah mulai menekan jantung. Bisa meninggal setiap saat. Dengan disedotnya udara negatif tersebut, dokter berharap paru-paru bisa berkembang, normal kembali. Dua minggu di rumah sakit belum berkembang. Tanggal 21 April 2015, paru-paru dinyatakan berkembang full 100%. Dites dulu apakah masih bocor, mesin dimatikan selang dijepit. Alhasil besoknya kembali kempes total. Disarankan untuk tindakan kedua yaitu dibedakin dengan harapan bisa menutupi kebocoran paru-paru. Selang beberapa hari, mesin bisa menandakan apakah masih bocor dan masih terlihat kebocoran. Untuk menghindari bedah thorax, akhirnya konsumsi Purtier Placenta. Akhirnya rawat jalan, pulang ke rumah dengan selang dan mesin. Sambil konsumsi, tanggal 5 Juni 2015, merasakan sakit yang luar biasa, selama tiga bulan tidak pernah merasakan sakit seperti itu. Masuk ke UGD dan dicek lengkap. Jam 9 pagi masuk rumah sakit, jam 1 siang sakit mulai hilang. Dokter bilang semua hasil checkup bagus. Dirawat lagi 1 minggu untuk check ulang dan dokter menyatakan sudah sembuh. Purtier itu sangat sangat murah dibandingkan kesehatan kita. Terima kasih Pak Engku atas sharing amazing Anda !!!

3. Ibu Novi (Tangerang)

Saraf Terjepit, Buang Air Darah, Penyakit Lambung, Asma Kulit (Kaligata / Darah Manis)

Seorang Insinyur, Bunda dari 2 cowok ganteng ini dulu sering sakit. Dalam kurun waktu setahun, bisa masuk rumah sakit berkali-kali. Mengalami saraf terjepit selama 20 tahun, berdiri tegak tidak bisa, tidurpun kesulitan. Setelah mencoba Purtier, tidak sampai 4 hari, badan terasa enak banget. Agak susah buang air besar, kalau keras kadang suka keluar darah, tetes demi tetes hingga suatu saat Beliau merasa kok ada yang seperti kran air, ternyata setelah ditengok, satu closet isinya darah semua. Setelah konsumsi purtier, buang air sekeras apapun, darah tidak pernah keluar. Punya penyakit lambung yang selalu membuat Beliau masuk ke rumah sakit dan sering menjalani endoskopi. Konsumsi purtier tidak sampai 1 botol, Beliau tidak pernah masuk rumah sakit sampai dengan sekarang. Kondisi kulit juga kurang bagus, kata dokter kulit itu asma kulit, ada yang tahu itu Kaligata atau darah manis. Warna kaki menjadi menghitam. Sekarang sudah mulai menjadi warna krem. Anak dan Ibunda Beliau juga menjadi sehat berkat Purtier Placenta. Terima kasih Bu Novi atas kesaksian hebatnya !!!

4. Ibu Uce (Jakarta)

Stroke Ringan, Darah Tinggi, Vertigo, Gula Darah, Kolesterol, Trigliserida, Asam Urat

Ibu Uce usianya masih muda, 65 tahun. Beliau mengalami vertigo, gula, dan kolesterol. Sebetulnya Ibu Uce tidak mengenal Purtier. Suami Beliau sakit vertigo juga, tetapi vertigonya sudah tidak bisa untuk duduk dan membuka matanya. Harus dipapah jalannya. Anak Beliau membawa Papanya ke rumah sakit, ternyata terkena serangan stroke ringan. Anak Beliau punya teman di purtier, mengenalkan dengan Purtier. Begitu Suami Ibu Uce minum Purtier, kebetulan ada darah tinggi. Minum 2 pagi, 2 siang, dan 2 malam. Baru 2 hari minum Purtier, Suami Bu Uce langsung bisa membuka matanya dan bisa duduk. Tadinya tidak bisa membuka mata sama sekali. Begitu membuka mata, rasanya berputar-putar semua. Sesudah 4 hari, barulah Beliau boleh pulang. Sudah bisa turun dari tempat tidur, sudah bisa ke kamar mandi sendiri. Sampai di rumah, istri dan anak-anaknya semua disuruh minum oleh Beliau. Sebetulnya penyakit Bu Uce lebih banyak. Anak Bu Uce berkata ini hanya supplemen tapi yang bisa menyembuhkan. Ibu Uce berpikiran hanya supplemen saja. Beliau minum saja tanpa berpikir untuk kesembuhan penyakit. Sudah minum 10 hari, gula Beliau biasanya tinggi, paling rendah gulanya 180. Ternyata gula Beliau waktu minum itu 240. Sesudah minum dalam 6 hari, pas 1 minggu, biasanya tes gula darah di rumah, loh biasanya ini 180 kalau pagi puasa, ini kok 106, dipikir rusak. Dicoba tes lagi, ternyata memang tetap 106, berarti gula Beliau turun. Karena masih penasaran, Beliau ke lab rumah sakit, ternyata memang betul gula Beliau turun sesudah minum purtier ini. Dalam hati, Alhamdullilah purtier ini memang ada kesembuhan. Setelah minum terus, 2 pagi dan 2 malam, sampai 10 hari, cek penyakit gula, kolesterol semua. Ternyata vertigo Beliau ini dilupakan, biasanya kalau pagi tidak bisa bangun, kalau bangun mesti goyang-goyang, duduk dulu, makan dulu, minum obat dulu, baru bisa kegiatan di rumah. Ternyata sesudah minum itu, vertigo beliau tidak kambuh-kambuh lagi sampai sekarang. Alhamdullilah. Minum dari bulan September 2015, tapi belakangan kesini, sudah tidak 2 – 2 lagi, karena harganya. Jadi minumnya waktu satu bulan pertama itu 2 – 2 sampai 2 botol, botol ke 3, satu hari 2, terus terakhirnya sehari 1. Sampai sekarang vertigo Beliau tidak pernah kambuh, gula turun, kolesterol turun. Biasanya kolesterol Beliau itu 320 330, sekarang hanya 170. Hasil lab Beliau itu trigliserida turun, kolesterol turun, asam urat turun. Biasanya asam urat di 8, 7, sekarang 2,9. Semua turun deh pokoknya. Jangan diingat-ingat kalau kita ada penyakit, minum saja terus.

5. Ibu Ratna Setianovanti (Jakarta)

Kanker Paru-paru dan Penyakit Hati (Liver)

Juni 2015, Beliau divonis kanker paru-paru stadium 4. Pada saat itu Beliau divonis stadium 3B awalnya. Kemudian dikatakan bahwa tidak ada obatnya kecuali obat yang harus diminum setiap hari. Dan setelah Beliau tanya sana sini, sebetulnya obat itu tidak menyembuhkan, hanya saja menunda. Pada saat itu juga Beliau diberi tahu menundanya sampai berapa lama. Beliau ingat sekali dan itu sangat sangat sebetulnya sangat yah udah tidak ada harapan. Sudah langsung lihat tembok kematian saja di depan. Setelah satu setengah bulan, kawan beliau mengajak ke Singapore karena katanya kawan-kawan Beliau akhirnya menemukan dokter yang menurut mereka canggih. Beliau kesana, sampai disana Beliau diperiksa semuanya. Teryata bukan 3B tapi 4. Jadi Beliau diperiksa ulang, ada PET scan, darah, dan sebagainya. Kebetulan di Jakarta dikatakan bahwa kanker Beliau itu sudah tidak bisa diapa-apain, diradiasi tidak bisa, operasi tidak bisa, kalau dikemo juga sudah tidak bisa. Pada saat Beliau ke Singapore, dokter juga mengatakan bahwa amunisinya hanya tinggal kemoterapi dan chance nya itu hanya 5%. Terus Beliau mengatakan bagaimana kalau hanya 5%, bagaimana kalau posisi dokter itu di posisi Beliau. Menurut mereka, kita coba saja, barangkali mudah-mudahan Beliau berada di 5% itu. Pada saat itu Beliau punya beberapa kawan juga dari Jakarta yang tibanya sama, sakitnya sama, kurang lebih satdiumnya sama. Jadi mereka bersahabat selama beberapa bulan. Setiap minggu mereka dikemo, jadi kalau di Singapore itu kemonya langsung aggresive kemo. Dalam kondisi ringan itu, setiap 3 minggu sekali kemo. Disana itu hampir setiap minggu kemo. Mereka semua berhenti di akhir November atau awal Desember. Memang dari awal, Beliau pernah dengar dikatakan bahwa kemoterapi juga sebetulnya belum tentu menyembuhkan, kebanyakan pengalaman yang ada, sebenarnya dia hanya menidurkan saja. Makanya mungkin sering kita dengar, posisi aman setelah kita lihat 5 tahun, karena biasanya tidur, tetapi pada saat tidur itu, mereka akhirnya membentuk sistem imunitas daripada sel ganas itu jadi lebih ganas lagi. Jadi pada saat dia tumbuh, biasanya muncul kembali entah di area yang mana dan kadang-kadang dokter sudah tidak bisa lagi menyembuhkan karena memang mungkin ganasnya 2 – 3 kali lipat. Sehabis Beliau selesai kemo, Beliau diperkenalkan oleh Guru Mengaji Beliau seorang Ustad Usman Abdullah yang kebetulan berwarga negara Singapore. Pada saat itu Ustad tiba-tiba memaksa ke Jakarta membawa Purtier Placenta. “Kamu minum”. Sebenarnya Beliau awalnya, terus terang nih, agak berburuk prasangka begitu. Ini guru mengaji bawa obat 5 juta lebih tapi yah sudahlah, Beliau pikir karena Ustad sudah datang jauh-jauh dan bilang kalau Neneknya Ustad itu sakit kanker, sudah tua dan sembuh. Akhirnya saya pikir yah sudah saya minumlah. Dua minggu kemudian Ustad datang lagi, “minum”. Tambah berpikiran buruk dong Beliau. Ini 10 juta lebih satu bulan. Padahal sebenarnya kalau di-compare dengan obat yang Beliau harus dminum setiap hari, satu butir itu kalau kita pintar bisa cari apotik, bisa satu juta seratus ribu rupiah. Tapi kalau misalnya kita dapat dari rumah sakit, obat yang Beliau minum itu satu hari satu setengah juta rupiah. Dibandingkan Purtier, 30 juta sebulan, hemat juga yah sebetulnya. Beliau minum dua kali, setelah itu Beliau merasa Beliau punya tenaga. Beliau punya energi dan Beliau langsung bisa jalan, Beliau pergi ke Bali, Beliau pergi ke kantor. Beliau mulai aktif lagi kerjaan. Disitu Beliau mulai merasa, ini Beliau ada apa yah kok enak. Begitu Beliau ke Singapore lagi bertemu dengan teman-teman yang lain, Beliau jalan, mereka itu pakai tongkat, pakai kursi roda. Jadi efek kemo pun, sebetulnya juga memang ada pr tersendiri, jadi karena kemoterapi itu kan efek metal, jadi sekali mereka masuk ke tubuh itu, untuk proses detoksifikasi juga tidak mudah. Pada bulan Februari, Beliau terkejut, 3 kawan Beliau, yang 2 meninggal, 1 sudah mulai mengeluh katanya muncul lagi di perut. Beliau teringat, waduh benar juga yah kemoterapi itu ternyata tidak paten. Mulai panik dong Beliau. Terus Beliau memeriksakan darah ke Amerika. Di Amerika itu, katanya laboraturium nya namanya juga disana pusatnya CIA jadi darahnya itu satu komponen darah itu mereka restruktur lagi, genetycal nya diurai lagi. Pada bulan Maret, Beliau lihat hasil darah Beliau dan itu sangat mengejutkan sekali karena waktu mereka baca bersama-sama, dokter Amerika itu mengatakan bahwa even foot print nya tidak ada. Mereka bilang apa benar kamu sakit kanker karena tidak ada sama sekali jejaknya itu. Mudah-mudahan selamanya. Tes darah di Amerika, 3 bulan mengarah setelah minum. Awalnya minum 2 – 2, jadi satu bulan itu Beliau minum 2 botol. Nah itu, sebenarnya Guru Mengaji saya sempat bilang, 1 hari sebaiknya 6 – 8 butir, tapi kan dari awal Beliau sudah mikir gini, sudah berburuk sangka kan, ah mahal gitu kan. Nanti kalau Beliau minum segitu, berapa hari sudah 1 botol. Beliau sendiri memutuskan waktu itu 4 butir sehari saat itu. Hanya masalah mahal saja Beliau pikir. Dan Beliau sama sekali tidak ingat saat itu biaya kemoterapi sekali kemo itu seratus juta rupiah. Apalagi di Singapore, belum rumah sakitnya, belum dokternya, belum obat-obatnya, belum suntik after kemoterapinya sendiri, Beliau tidak bisa melihat komparasi itu, hanya Beliau mikir 5 juta lebih itu mahal. Nah terus kemudian akhirnya Beliau dinyatakan bahwa Beliau tidak ada, even foot print kanker itu tadi tidak terlihat. Setiap bulan Beliau masih periksa, sampai bulan kemarinpun Beliau masih periksa, itu makin membaik dan makin membaik. Dan akhirnya kawan Beliau tinggal 1, angkatan Beliau, sebulan setengah atau dua bulan yang lalu, akhirnya kawan Beliau juga meninggal, muncul kanker otak. Jadi yang Beliau mau ceritakan adalah disini Beliau minum Purtier dan mereka tidak minum Purtier. Dan apa kata orang bahwa memang kanker paru-paru termasuk kalau di kanker itu termasuk no 1 juga yang sulit disembuhkan, jadi itu satu hal mereka yah akhirnya yah sudah gone. Beliau panik, kenceng lagi minum Purtier nya dan tetap 4, padahal mungkin sudah bisa turun jadi 2. Beliau tidak bekerja di company Purtier, Beliau tidak digaji oleh company Purtier, Beliau sampai hari inipun beli produk Purtier, tidak gratis. Beliau mau berada disini karena akhirnya saya berapa kali waktu itu diundang untuk memberikan testimoni, Beliau tidak mau karena waktu itu Beliau berpikir, sebenarnya siapa sih yang menyembuhkan Beliau. Tapi belakangan Beliau merasa, ini yang menyembuhkan Beliau. Makanya tadi Beliau bilang ke kawan-kawan Beliau, Beliau mau dipanggil, pokoknya kalau ada testimoni, Beliau harus ngomong. Beliau berbicara atas nama pribadi dan pengalaman Beliau pribadi. Lebih lucunya lagi, seminggu yang lalu Beliau ke Singapore periksa darah, itu di darah saya yang untuk menunjukkan kanker itu hanya diberi tanda dibawah (<). Tadinya kan normalnya 0 – 5, Beliau itu makin turun, makin turun, dari 1, 0.8, 0.6, Beliau hanya diberi tanda dibawah. Beliau tanya Ke dokter Beliau kemarin, “Dok, ini hasilnya?” “Kalau tanda itu berarti sudah tidak tahu itu, 0 pun sudah tidak bisa bilang”. Lebih kecil dari 0. Sejak tahun 2001, Beliau itu sebenarnya mengidap penyakit hati (liver), liver Beliau tidak pernah di range normal, selalu diatas. Dan itu mengejutkan juga, semenjak Beliau minum Purtier ini, liver Beliau normal. Teorinya tidak normal harusnya karena kemoterapi itu merusak atau membebani liver, tapi ini normal. Apalagi dua tingga minggu ini Beliau sudah benar-benar ke Purtier, yang lain Beliau stop.

6. Rudy Frazer (Jakarta)

Luka Bernanah, Impotensi, Saraf Mata Rusak, Liver, HIV, Tubuh Fit

Bapak Rudy Frazer, usia 36 tahun. Di bulan Mei tahun 2011 mengalami kecelakaan kronis, jatuh dari motor, kepala membentur pembatas jalan, pendarahan di tempat, telinga dan hidung keluar darah. Satu jam tidak ada yang menolong karena takut disalahkan. Di rumah sakit dari jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore baru ditangani, koma ditempat. Kecelakaan itu mengakibatkan mengalami pendarahan otak. Dan pendarahan otak itu harus menjalani operasi langsung untuk membersihkan darah di otak. Operasi dilakukan. Koma 3 hari di ICU. Keluar dari ICU, disitulah masa error kepala Beliau. Teman-teman yang mengunjungi Beliau di rumah sakit, tidak ingat satupun orang yang mengunjungi Beliau. Sampai pulang ke rumah juga belum ingat, kira-kira 2 – 3 bulan baru kembali normal ingatannya.

Akibat dari kecelakaan itu membuat Beliau mengalami pertama, impotensi. Kedua, mata Beliau itu terendam darah terlalu lama sehingga saraf mata kanannya trauma dan rusak. Sehingga mata Beliau dari awal normal jadi juling. Ketiga, kepala Beliau pendarahan otak dioperasi sampai menjalani operasi kedua selesai. Operasi pertama untuk buka tempurung di kepala untuk membersihkan darah di otak. Dan operasi yang kedua dilakukan untuk membentuk kembali tempurung di kepala. Dua kali operasi Beliau kira semua sudah berakhir, Beliau bisa kembali seperti dulu lagi bisa bekerja lagi. Tapi ternyata tidak, operasi kedua itu ternyata ada masalah. Terjadi infeksi di luka operasi, keluar nanah terus. Nanah itu memakan daging, kulit dan tempurung di kepala Beliau. Beliau divonis harus melakukan operasi ketiga. Pada saat itu Beliau sudah tidak sanggup lagi. Terlalu banyak obat yang diminum, sampai setahun terakhir ini, Beliau tidak minum lagi. Selama 3 tahun lebih, Beliau minum obat, itu sampai mengakibatkan bermasalah dengan liver. Liver Beliau gagal. Kemudian Beliau divonis operasi ketiga dan Beliau sudah tidak mampu lagi menjalani operasi ketiga jadi Beliau terus hidup dalam infeksi yang bernanah memakan daging kulit dan tempurung kepala Beliau itu berlangsung terus sampai menguras memakan abis kulit daging dan tempurung di kepala Beliau. Tempurungnya sih tidak sampai abis tapi tempurungnya jadi teropos tinggal tipis jadi sampai di area tertentu tidak ada daging tidak ada kulit. Dengan kondisi infeksi begitu, itu membuat tubuh Beliau begitu drop dan abis termasuk hati liver Beliau itu. Liver adalah organ yang paling penting. Seseorang yang mengalami masalah liver itu akan membuat tubuhnya habis. Daya tubuh diperas habis, fisiknya diperas habis. Plus lagi yang paling memberatkan bagi Beliau … sampai pada akhir tahun 2014 bulan juli Beliau harus menjalani operasi yang ketiga. Beliau pikir juga udah selesai, ternyata belum selesai juga. Setelah operasi, memang masalahnya yang membuat infeksi borok di kepala Beliau itu diangkat sehingga tanpa tempurung di kepala di sebelah kanan Beliau. Efek dari infeksi yang diakibatkan selama 3 tahun masih tetap ada. Masih bernanah, masih bau, masih basah, dan itu setelah operasi ketiga, Beliau masih harus menjalani beberapa bulan. Disitulah sejak operasi itulah, Beliau udah mendekati awal pemulihan Beliau. Dimana Beliau bersyukur oleh kemurahan tuhan Beliau dipertemukan dengan Pak Yonatan. Tanggal 1 juli 2014, dia memperkenalkan Beliau dengan Purtier dan membawa Beliau ke kantor. Beliau waktu itu diajak untuk konsultasi dengan dokter dan Beliau dijelaskan dengan detail-detailnya produk ini dan Beliau percaya kalau produk ini sangat bagus waktu itu tapi Beliau tidak sanggup beli. 10 hari pertama yang Beliau rasakan adalah kepala Beliau seperti digigit semut sepanjang hari seperti dirajut pakai benang jahit begitu. Memang tidak terlalu sakit, tidak seperti orang sakit gimana, tapi itu sangat mengganggu juga sepanjang hari. Beliau percaya itu adalah kesembuhan, memang itu terjadi kesembuhan. Beliau masih minum terus dengan dosis 2 x 2. Tiga bulan pertama, Beliau pertama mengalami ada reaksi di selangkangan Beliau tandanya impoten Beliau sudah sembuh. Dengan konsumsi 2 pagi, 2 malam, Beliau satu paket hanya bisa minum 3 bulan setengah. Kepala terus terjadi pemulihan dan pada bulan kelima Beliau minum dengan dosis yang sama, liver Beliau, Beliau cek lab itu sudah bagus sudah normal. Pada bulan keenam, Beliau buka perban. Beliau tidak pakai perban lagi. Sampai hari ini Beliau masih minum paket keempat dan Beliau merasakan begitu dahsyatnya Purtier. Dulu Beliau tidak bisa apa-apa, Beliau cuma bisa tidur Beliau tidak bisa kemana-mana, boro-boro Beliau bisa berdiri disini untuk bercerita tentang Beliau, Beliau tidak sanggup kalau kondisi dulu, tapi Bapak Ibu yang hadir malam itu bisa melihat kondisi Beliau. Bagaimana Beliau bisa berdiri dengan kokoh dan Beliau tidak merasa lelah lagi, dimana sekarang Beliau bisa bepergian kemana-mana dalam jangka waktu yang lama. Fisik Beliau sudah kembali, kesehatan Beliau dipulihkan, semua dipulihkan, mata Beliau, sudah tidak juling. Semua dipulihkan dengan Purtier Placenta stem cells. Dulu Beliau mengatakan purtier bagus, tapi sekarang Beliau mengatakan Purtier adalah luar biasa setelah merasakan khasiatnya. sampai hari ini Beliau tidak minum obat apapun dan Beliau tidak ke rumah sakit dan sampai hari ini Beliau masih minum Purtier. Dan Beliau begitu percaya dengan Purtier percaya pada Tuhan.

Tentu tubuh semakin lama semakin bertambah fit. Belakangan ini baru sekarang Beliau rasakan, dulu Beliau gampang sakit, begitu masuk musim hujan, Beliau pasti sakit, tapi cuma tahun 2015 ini masuk musim hujan, Beliau ga sakit. Itu tandanya tubuh Beliau sudah hampir pulih 100%. Tapi Beliau percaya masih ada healing yang lain dan Beliau percaya masih ada kesaksian lainnya yang bisa Beliau berikan yang berbeda dengan hari ini. Beliau sudah mulai merasakan tempurung Beliau sudah ada pertumbuhan. Sudah tidak seperti dulu lagi dan Beliau merasakan sakitnya tempurung di kepala Beliau. Ada sakit, memang tidak terlalu sakit, sepertinya ada pergesekan.

Beliau divonis oleh papa Beliau, hiv. Beliau juga mengidap penyakit hiv dan sudah 6 bulan Beliau memberhentikan obat anti hiv. Beliau tidak minum lagi, cd4 Beliau sudah diatas 500 dan sampai hari ini tubuh Beliau tetap normal, tidak pernah mengalami drop sekalipun. Beliau hidup seolah-olah Beliau tidak punya penyakit hiv, Beliau hidup seperti biasa, Beliau tidak pernah merasakan dan tidak merasa apa-apa lagi.

7. Ibu Lindawati (Surabaya)

Maag Akut, Pendengaran Telinga Kiri 10%, Wasir / Ambeien, Gusi Bernanah

Beliau menderita sakit maag kronis sejak duduk di bangku SMA, kalau sedang kambuh, bisa muntah, berhenti, muntah lagi mulai dari malam sampai dengan subuh. Minimal setahun sekali dan terus berlanjut sampai dengan akhir Desember 2013. Pernah mengalami kecelakaan mobil tahun 1986, telinga kiri hanya bisa mendengar 10%. Belum sampai konsumsi 1 botol Purtier, sudah mulai merasa lebih baik dan berangsur sehat. Sekarang ini untuk maag sudah sembuh 100% dan pendengaran sudah meningkat sampai dengan 50%. Beliau juga sempat mengalami wasir / ambeien. Kira-kira sebulan, sambil yoga, wasir pun teratasi. Anak Beliau juga mengkonsumsi Purtier Placenta untuk mengatasi gusi bernanah nya akibat gusi renggang sehingga bakteri bisa masuk. Terima kasih Bu Lindawati untuk sharing dahsyatnya !!!

8. Bapak Budi (Surabaya)

Asam Lambung Akut, Liver, Pankreas, Diabetes, Benjolan Kecil di Leher

Bermula dari penyakit lambung (asam lambung) yang sudah diderita Beliau mulai 14 tahun yang lalu. Lambung parah sehingga berak keluar darah. Pada akhirnya, juga menyerang liver dan lama-lama pankreas juga kena dengan adanya borok-borok di kaki yang tidak kunjung sembuh. Dua tahun yang lalu baru kenal Purtier Placenta. Setelah konsumsi 4 kotak, sudah mulai merasakan enak. Yang dulu asalnya lemas karena liver bermasalah, kerja sedikit sudah males. Dengan konsumsi Purtier, lebih bersemangat kerja. Lambat laun, borok-borok di kaki berangsur sembuh. Sampai dengan 8 bulan, sudah mengering semua. Bahkan benjolan-benjolan di leher hilang semua, kira-kira ada 8 benjolan kecil. Diabetes Beliau mulanya kurang lebih 200, sekarang sudah dibawah 100. Terus semangat Pak Budi, terima kasih untuk sharing nya !!!

9. Bapak Leo (Jakarta)

Stroke, Kencing Manis (Diabetes), Tangan tidak bisa ke belakang, Kaki cepat pegal, Sinus, Badan fit, Lengan bekas jatuh

Pak Leo baru join 4 bulan, April 2016. Awalnya Beliau juga tidak tahu apa itu Purtier, hanya waktu itu Adik Beliau yang tinggal di Taiwan, bilang bahwa ada satu produk, coba cari tahu namanya ini, itu bisa buat nyembuhin stroke. Karena Papa Beliau stroke. Waktu itu sudah berobat kemana-mana, sudah stroke 2 tahun baru ketemu produk ini. Awalnya Beliau mengira ini obat karena obat sepengetahuan Beliau, bahwa setiap obat itu mengandung unsur kimianya, kalau dikonsumsi untuk jangka panjang, itu akan ada efek sampingnya. Beliau dengar obat itu pasti bisa kena ginjal atau jantung dan segala macam, bisa jadi komplikasi. Beliau tidak mau begitu juga. Dapat berita kalau Papa Beliau stroke jatuh. Setelah Papa Beliau sore harinya mandi, terus jatuh sedang pakai celana. Tidak langsung ketahuan karena saat itu di rumah hanya Papa dan Mama di Tanjung Pinang, sedangkan Mama kebetulan ke Singapore beberapa hari sebelum terjadi ini. Waktu itu Adiknya Papa (Tante) beri Papa makan, ada makanan suruh ambil. Tapi sudah tunggu sampai sore, kok tidak diambil, sampai besokpun, tidak diambil juga. Dengan inisiatif, Tante bawa makanan ke rumah, ternyata begitu lihat Papa sudah tergeletak. Kejadian sampai ketemu itu berarti dari sore ke sore, sudah 24 jam tidak ada yang tahu karena sendirian di rumah. Dibawa ke ICU di Tanjung Pinang oleh tetangga dan kerabat. Perlengkapannya sederhana dan Papa masih belum bisa sadar. Setelah berembuk, inisiatif bawa Papa berobat ke Singapore. ICU di Singapore, fasilitasnya lebih baik, nah sampai disitu masih belum sadar. Kurang lebih 60 jam kemudian baru sadar. Kalau sadar, kejadiannya sudah beda bahwa terjadi pendarahan di otak jadi kondisinya sudah sangat-sangat parah, otaknya 90% penuh dengan darah. Jadi bagaimana dengan tindakan dokter, kita tanya apakah perlu dioperasi atau tidak. Dokter sudah periksa bahwa ini umurnya juga sudah 70 tahun lebih jadi tidak mungkin untuk dilakukan operasi. Kalau dilakukan operasipun, harapannya tipis sekali, bisa jadi koma, bisa jadi tidak kenal dan sebagainya. Jadi resikonya lebih besar sehingga tidak dioperasi. Baru-baru ini teman saya, juga mengalami hal yang sama, pendarahan otak tapi kejadiannya di Surabaya, operasi, awalnya dikatakan berhasil tapi dua minggu kemudian, baru kemarin saya dapat kabar bahwa sudah meninggal. Padahal operasinya berhasil loh ok good tapi akhirnya meninggal. Jadi operasi bukan suatu jaminan. Papa tidak dioperasi, kita hanya merawat saja kurang lebih satu bulan di Singapore berobat di General Hospital. Jadi hospital pemerintah yang terbaik disana katanya. Benar-benar terbaik dan biayanya juga “baik”, mahal sekali gitu loh. Karena saking baik gitu loh, benar-benar biayanya itu banyak sekali. Dokter saraf datang, tersendiri, dokter speech therapy datang lagi, banyak sekali dokter ahli. Namanya juga dokter spesialis, banyak yang harus dikeluarkan. Dan tetap saja Papa tidak bisa apa-apa. Dan kondisinya Papa punya tenggorokan, tidak bisa menelan, jadi makan pakai selang melalui hidung. Setelah pulang dari situ, Beliau yang beri susu lewat hidung. Susah sekali, Beliau merasakan sendiri, karena orang yang begitu besar, Beliau begitu kecil, bagaimana Beliau gendong Papa. Kalau selama di Singapore, di rumah sakit sih ok yah, begitu sampai di rumah kan Papa mau buang air besar, air kecil, tidak bisa turun ranjang, mereka yang jadi baby sitter juga, harus dibuang kotorannya setiap hari. Setelah dua tahun, berobat kemana, waktu ke Jakarta juga ada rumah sakit yang bagus katanya yang spesialis, di salah satu rumah sakit “S”, ada dokter spesialis yang bagus, tetap tidak bisa apa-apa, setengah badan tidak bisa bergerak, kaki, tangan, matapun tidak bisa melihat sebelah kiri karena kena setengah badan. Jadi bagaimana darah yang di dalam otak itu, kata dokter Singapore, lama-lama bisa susut bisa kering, jadi tidak perlu dioperasi tapi berjalan dengan waktu mungkin pengobatan alami jadinya kalau untuk itu. Beliau sudah cari ke dokter syaraf, akunpuntur, terapi, sampai Beliau bawa setiap satu minggu dua kali sampai-sampai Beliau sudah tidak bisa, bawa ke rumah saja dah tukang terapisnya karena Beliau harus kerja dan perlu waktu untuk urus ini urus itu, benar-benar mengorbankan waktu sekali. Itu juga dilakukan, tetapi tetap tidak ada hasil juga, tetap tidak bisa. Setelah kenal Purtier, mulai beri Papa minum Purtier, pagi 2, sore 2. Papa ada masalah dengan tenggorokan, jadi ditelan begitu tidak bisa, tidak bisa langsung Purtier sebiji beri air putih ditelan. Beliau juga khawatir apa bisa semua ditelan. Tapi karena setiap pagi Papa minumnya susu dan suka makan bakpao, jadi Beliau dengan inisiatif sendiri, Purtier dicampur bakpao, ditelan gitu loh dan benar-benar bisa ditelan. Jadi harus pakai Purtier plus bakpao ditelan, yah tidak masalah, yang penting bisa telan. Beliau juga mempelajari, oh ternyata Purtier itu tidak jadi masalah yah, jadi mau berbarengan dengan makan atau sebelum makan, yang penting bisa telan. Dan memang ada bukti nyata yah. Papa Beliau pulang dari Singpore, obatnya kencing manis, kolesterol, pengencer darah, darah tinggi, jadi obat stroke sendiri itu tidak ada. Itu yang dimakan dan sudah 2 tahun, minum terus. Dan setelah Beliau beri minum Purtier, obat itu tetap diminum, pelan-pelan dikurangi, dan ternyata Papa punya gula sudah normal menjadi 100. Untuk saat ini, Papa sudah tidak minum obat kencing manis lagi. Minum Purtier saja. Ini adalah video terakhir, sebenarnya yang masalah kaki sebelah kiri, bukan yang kanan, sekarang Papa sudah bisa dengan yang tidak aktifnya kaki menjadi gerakan kaki yang aktif, tadinya itu tidak bisa bergerak sudah 2 tahun. Sekarang sudah bisa, kaki sudah bisa, tangan sudah bisa, mata yang sebelah kiri juga sudah bisa lihat dengan jelas. Tadinya kita beri tanda, Papa tidak ada reaksi sama sekali karena memang merusak sebelah kiri semuanya. Sekarang sudah ada reaksi, sudah nonton tv, sudah bisa semuanya.

Beliau merasa memang tidak ada apa-apa. Kira-kira 2 bulan yang lalu Beliau juga coba minum. Pagi 1, sore 1, sampai sekarang masih minum. Rupanya Beliau itu ada masalah juga. Ada bekas operasi di area bahu, tulang patah, karena naik motor, jatuh sendiri. Nah patah itu, Beliau kira biasa saja. Sudah dioperasi oleh dokter, abis berapa puluh juta. Tangan Beliau tidak bisa ke belakang. Kalau mau buka baju pakai singlet gitu, minta tolong istri, anak Beliau untuk membukakan. Tapi sekarang Beliau sudah bisa buka sendiri. Ternyata ada satu masalah lagi, Beliau tidak bisa pakai sepatu pantofel, setengah jam saja, sudah pegal banget. Nanti harus diurut. Tapi sekarang Beliau sudah pakai seharian tidak ada masalah. Ini yang kedua. Kemudian ada lagi, Beliau itu rupanya ada sinus juga sedikit. Tapi sekarang sudah tidak. Dua-duanya sudah lancar. Satu lagi, yang pasti yah lebih fit badan kita. Beliau biasa kalau kerja sampai sore, Beliau sudah capek, tapi sekarang sampai jam 9 juga ok saja tidak ada masalah. Istri Beliau juga ikut minum, awalnya mau memperbaiki tangan sebelah kanannya, mesti bergetar gitu loh. Mungkin keturunan atau apa. Ternyata bukan tangannya yang diperbaiki, Istri juga punya masalah dengan lengan karena dulu pernah jatuh di Taiwan, waktu jalan-jalan naik sepeda jatuh. Menyebabkan tidak bisa angkat berat. Angkat satu kilo saja dari pasar sudah sakit sekali dan tidak bisa ambil gayung untuk mandi. Sekarang sudah bisa, angkat 5 kg juga tidak masalah.

10. Bapak Hasan (Jakarta)

Bapak Hasan berusia 50 tahun. Beliau 2 kali terserang stroke. Stroke pertama tahun 2014. Stroke kedua tahun 2015 yang lebih parah sampai Beliau dirawat di rumah sakit. Mulut Beliau sudah penyok sedikit, mata sebelah kanan agak tertarik, jalan hilang keseimbangan. Minum Purtier malam 2, pagi 2, banyak perubahan yang Beliau rasakan, terutama mata yang sebelah kanan, pandangan yang melihat orang bisa dua begitu dan keseimbangan kalan saya. Tiba-tiba saya bisa bawa motor.

11. Lilis Indrawati

43 tahun (Surabaya)

Penyakit Autoimmune (Lupus) pada Tulang

Tidak begitu paham dengan penyakit yang dideritanya namun terus melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga.

Beliau minum Purtier Placenta ini karena beliau sakit, kena Autoimmune. Satu tahun lalu bulan Agustus, beliau kena Autoimmune, yang mana itu menyerang tulang. Sebetulnya beliau tidak tahu sakit Autoimmune itu apa karena saya merasa bagaimana ya, untuk tulang itu sakitnya nyeri sekali, tidak bisa dirasakan. Mungkin kalau orang sakit demam atau panas itu bisa dirasakan atau minum obat anti nyeri, tapi kalau Autoimmune yang ini, beliau merasakan kesakitan sekali, untuk dari persendian atau sampai tulang-tulang itu saya tidak bisa merasakan, cuma menangis saja. Badan panas, rasanya tidak bisa dibayangkan, sakit Autoimmune yang menyerang tulang. Sakit Autoimmune banyak, ada yang menyerang tulang, kulit, darah, atau lainnya. Tapi beliau kebetulan kena tulang. Purtier Placenta ini banyak membantu beliau. Dimana beliau ini seorang istri, suami beliau pertama kenal Purtier Placenta karena suami beliau sakit Diabetes. Suami beliau sudah mengkonsumsi Purtier Placenta, mengalami kemajuan, sudah mendapatkan banyak manfaatnya. Beliau justru mencoba ini. Waktu bulan Agustus, beliau kena Autoimmune, beliau kaget. Apa Autoimmune itu, beliau jadi ingin tahu. Tapi banyak juga sih manfaatnya buat beliau, banyak beliau mendapatkan manfaat dari Purtier Placenta ini beliau jadi bisa jalan. Sedikit cerita, beliau bulan Oktober itu sempat seperti orang lumpuh. Empat hari beliau tidak bisa jalan, kaki kanan beliau bengkak, beliau tidak mengerti ini beliau sakit apa? Tapi dokter memang sudah memberi tahu beliau kena Autoimmune yang menyerang tulang. Beliau tidak bisa menggerakkan tangan. Ini sakit apa? Beliau cuma diberi obat anti nyeri dan disuruh tidur saja. Tapi beliau tidak bisa makan, ini kenapa, karena aktivitas beliau banyak, beliau banyak membantu suami waktu kerja. Karena suami beliau sakit, sudah tidak bisa setir mobil, beliau juga harus mengantar anak-anak sekolah. Kalau Autoimmune beliau kambuh, untuk sendi, untuk kaki, untuk tungkai ini, saya tidak bisa menggerakkan itu. Sampai beliau pakai deker, dan pakai deker, pakai deker lagi itu yang diikat itu. Beliau nyeri sekali, kadang-kadang beliau begini hanya menangis saja, ini tulang beliau kenapa sakit seperti ini. Beliau tidak mengerti ini sakit apa? Sampai sekarang beliau tidak mengerti. Tapi puji Tuhan, sejak minum Purtier Placenta, beliau sampai sekarang bisa melakukan aktivitas yang tinggipun beliau bisa. Beliau juga melakukan pekerjaan untuk antarkan anak sekolah naik mobil kemana, putar-putar itu beliau mampu. Dulunya beliau tidak mengerti, sebelum minum Purtier Placenta, beliau minum seperti analgesik itu tinggi sekali. Apalagi dokter kalau sudah beri obat untuk Autoimmune itu efeknya besar sekali seperti MTX, Herosin, Metrol, obatnya macam-macam tapi beliau tidak mengerti, pokoknya beliau ingin sembuh. Jadi obat apa saja yang diberi dokter, beliau makan saja. Beliau kadang-kadang, karena beliau tidak tahan sakit. Sakit beliau itu, beliau tidak bisa cerita lagi, bagaimana ya, sakitnya sakit sangat sekali untuk tulang itu.

Beruntung mengenal Purtier Placenta, perjuangan melalui krisis kesembuhan baru saja dimulai.

Pertama kali minum Purtier Placenta, karena begini, waktu itu suami beliau berkata, “Kita jadi orang tua, salah satu sakit. Kamu jangan sakit seperti ini.” Karena beliau juga punya anak yang masih sekolah yang memang harus beliau besarkan. Tapi karena beliau ada rasa tanggung jawab jadi beliau juga konsumsi ini. Waktu beliau konsumsi ini semua orang berkata, “Minum ini saja, enak nanti enak, badanmu jadi enak, tulangmu jadi enak.” Beliau bukannya malah enak tetapi beliau mengalami healing yang luar biasa. Badan beliau seperti dipukuli, tiap hari beliau menangis. Badan beliau panas, beliau menangis, tulang ini beliau tidak tahu, beliau ini minum apa. Tapi waktu itu saya telepon pak Teja juga, “Tidak usah diberi minum seperti analgesik atau apa”. Beliau ini sebetulnya seperti kalau manusia hidup itu manusia … manusia koyo. Jadi satu hari beliau habis 24 koyo dari badan sampai kaki itu penuh koyo, saya tidak tahan. Dari balsam sampai Counterpain, sudah Counterpain pakai minyak kapak, pakai apa itu tidak bisa menolong. Karena kalau tulang beliau sakit itu tidak bisa menolong. Kulit saja sampai memerah, karena obat dokter yang beliau konsumsi itu banyak di efek samping. Kalau beliau telan yang ini, pasti nanti efeknya yang lambung beliau yang tidak tahan. Seperti analgesik kalau beliau konsumsi, tulang beliau jadi enak tapi lambung beliau tidak tahan.

Catatan medis beliau kini sungguh memuaskan.

Hasil lab beliau waktu beliau kena Autoimmune, pertama kali kena Autoimmune, hasil LED (Laju Endap Darah) beliau itu 83 dimana orang normal itu hanya 20, beliau sampai 83. Tapi waktu beliau konsumsi Purtier Placenta, dokter sampai kaget lihat hasil beliau. “Kok kamu kuat sampai seperti begini? Minum apa saja?” Ya selain obat dokter, beliau juga minum Purtier Placenta.

Purtier Placenta melepaskan beliau dari ketergantungan pada obat dan memulihkan kesehatan.

Untuk yang sakit Autoimmune seperti beliau ini. Tidak tahu ini penyakit Autoimmune itu berasal dari mana atau apa, beliau juga kurang paham, tapi karena beliau terserang Autoimmune ini. Beliau mengalami yang luar biasa. Dibantu … Sangat membantu itu Purtier Placenta. Dimana aktivitas beliau sangat tinggi, beliau juga membantu suami bekerja, aktivitas antar anak sekolah. Kerja sana sini, tapi kalau beliau tidak konsumsi Purtier Placenta, beliau tidak mampu untuk melakukan semua. Waktu beliau sakit sangat-sangat sakit, beliau bisa konsumsi Purtier Placenta 6, satu harinya 6. Pagi 2, siang 2, malam 2. Tapi sejak itu, beliau tidak pernah minum lagi seperti MTX, beliau sudah kurangi karena itu efeknya sangat besar sekali buat tubuh saya, dokter sebetulnya sudah menganjurkan beliau untuk minum, pertama satu minggu sekali, lama-lama 2 minggu sekali. Tapi waktu terakhir saya check-up di Singapura, dokter malah menganjurkan saya dalam satu minggu satu kali minum harus minum MTX 4, karena dokter sudah lihat keadaan beliau, tapi kok dari hasil lab beliau dokter kaget. “Kamu kok kuat seperti begini?” Tapi dokter malah beri saya itu. Beri beliau resep untuk konsumsi sekali minum MTX 4, langsung telah satu kali empat. Beliau kaget, dokter di Indonesia beri beliau satu, kenapa dokter di Singapura beri beliau empat? Saya kaget, tapi beliau tidak mau. Dengan adanya Purtier Placenta, beliau hanya minum bisa 6 biji per hari, itu sudah membantu beliau dan kesakitan tulang beliau.

12. Lenny

15 tahun (Surabaya)

Luka Bakar 80%

Insiden itu menggoreskan kenangan yang tak terlupakan pada kehidupan mereka.

Lenny kena LPG pada tanggal 28 Agustus, itupun masuk koran, semua orang Surabaya mungkin tahu. Dengan luka bakar 80%, kakaknya 90%, yang kakaknya meninggal. Organ dalamnya itu sudah hancur, paru-parunya kena. Puji Tuhan, Lenny sembuh, dan oleh kesembuhan Purtier Placenta salah satu pengunjung yang memberitahu saya. Ada salah satu pengunjung yang membesuk Lenny waktu itu memberi saya Purtier Placenta.

Merasa beruntung karena mendapatkan Purtier Placenta pada saat yang tepat.

Kulitnya itu seperti ditarik-tarik, tangan yang kiri dulu bengkok sekarang sudah bisa lurus. Minum 2 kali, pagi dan malam.

Purtier Placenta memulihkan prestasinya dalam olah raga basket.

Waktu itu merasa tidak bisa main basket lagi, terus waktu kejadian itu sudah kepikiran, gimana main basketnya? Siapa yang main? Akhirnya waktu itu anak-anak tidak berani jenguk gara-gara kalah. Lenny adalah kapten tim basket sekolahnya.

Waktu itu lama di SMP, ingin coba basket lagi, tapi masih tidak bisa pegang bolanya seperti dulu. Terus waktu di SMA ini, coba-coba basket akhirnya bisa. Waktu lomba 17 Agustusan ikut, akhirnya juara 1. Berarti itu menunjukkan bahwa saraf dan otot Lenny sudah bisa bekerja normal kembali, sudah bisa dribel bola.

Sempat berhenti minum Purtier Placenta namun segera melanjutkan kembali karena merasakan perbedaan.

Lenny waktu pulang dari rumah sakit sebelum minum Purtier Placenta itu, jalannya tidak bisa tegak. Mama Lenny takut kalau anaknya ini tidak bisa jalan, pegang gelas saja tidak bisa. Terus minum Purtier Placenta ini Lenny sempat berhenti 2 bulan terus kok keadaannya masih begini? Mama Lenny ingat, lanjutkan lagi minum Purtier Placenta ini sampai sekarang Lenny sudah habis 9 box. Lenny sehat kembali, urat-uratnya kembali seperti semula. Sebelum minum, Lenny sering sekali seperti kesemutan. Dia bilang “sakit semua ma badannya, tidak bisa”. Nangis, nangis terus saja tiap hari tapi sejak minum ini, Lenny ini bisa semangat lagi mulai aktivitas sekolah jam 7, pulang jam 3 langsung latihan basket sampai jam 6 jam 7 malam, setiap hari yang dia kerjakan begitu. Dalam tubuh Lenny pun, setelah di cek oleh dokter, bagus semua.

Mama Lenny berbagi keberuntungan ini pada semua orang yang memiliki kondisi serupa.

Bagi yang sakit luka bakar, kesemutan. Minum Purtier Placenta ini sangat bagus untuk membantu. Terima kasih Purtier Placenta.

13. Larry (Oei Eng Lie)

72 tahun (Surabaya)

Aritmia Jantung, Bone Density

Seorang ayah yang sudah cukup renta hidup bersama anak-anaknya yang masih muda belia, memiliki problem jantung.

Ketika itu menghindari suatu pertemuan, disuatu hotel. Waktu itu naik turun tangga trap itu, beliau baru merasakan beliau punya lutut itu sakit sekali, baru menyadari bahwa beliau ini sudah tua. Beliau tidak enak, konsentrasi itu mulai berkurang. Karena beliau ini seorang pemain multilevel yang cukup lama ya belasan tahun. Kita kan harus menghafal yang namanya penggunaan produk, tapi yang namanya hafal itu masuknya susah, keluarnya cepat, jadi bolak-balik harus hafal. Inilah gejala orang tua, tapi yang sangat mengkhawatirkan beliau, ketika 5 tahun yang lalu beliau didiagnosa terkena Aritmia jadi denyut jantung beliau semula, 30x pukul sekali berhenti, kemudian makin lama makin maju sampai 3x itu berhenti sekali. Biasanya kalau orang Aritmia itu kalau sudah berhenti itu kadangkan kita tidur itu bisa bangun. Selalu ada sesuatu yang ganjal di sini.

Usaha beliau dalam mencari kesembuhan melalui suplemen kesehatan telah membawa beliau ke dalam berbagai bisnis penjualan langsung.

Dan saat itu dokter mengatakan bahwa untuk seumur hidup beliau harus makan obat. Beliau seorang single parent. Beliau punya anak 2 yang masih kecil tentu sangat mengkhawatirkan kalau ada apa-apa yang terjadi pada diri beliau. Tapi sebagai seorang pemain multilevel, beliau berusaha disamping obat dari dokter, beliau mencari suplemen yang bernilai bisa memperbaiki jantung beliau. Tapi hasilnya semua, yah tidak memberikan harapan.

Secara tidak sadar, Purtier Placenta telah menyembuhkan problem beliau.

Kemudian saya kenal Purtier Placenta, diluar kesadaran saya akan kegiatan setiap hari, gejala Aritmia itu ternyata hilang, dan beliau tidak menyadari kapan itu terjadi.

Seorang teman yang memiliki alat “CTT Analizer” hendak memeriksa beliau.

Belakangan teman beliau itu menawarkan suatu pemeriksaan kesehatan. Dimana alat itu katanya sangat canggih sekali. Kamu konsumen Purtier Placenta, kondisi tubuhmu seperti apa sih, saya ingin tahu. Beliau pikir yah ada baiknya juga, karena sudah lama saya tidak pernah periksa dokter lagi, tidak pernah periksa lab karena kondisi sudah baik. Ternyata hasilnya cukup menggembirakan. Sebagai orang tua, umpamanya Anda, beliau ceritakan, alat itu ada indikasinya misalkan dia punya indeks angka sekian ke sekian itu ditunjukkan dengan warna misalkan hijau, itu artinya normal. Kemudian kalau biru artinya kurang, terus kalau kuning peringatan, yang merah bahaya. Beliau punya pembuluh darah arteri koroner itu dia punya elastisitas yang dilihat, ternyata termasuk biru, berarti suplai darah ke jantung saya ini, ya karena kita pernah sakit ya, kok bisa biru berarti ada kemajuan. Berarti lumayanlah bagi orang yang pernah sakit Aritmia. Kemudian yang dinamakan mental force itu warnanya hijau, wah berarti konsentrasi pikiran beliau, perhatian beliau memori beliau sudah masuk normal, untuk ukuran usia sekian. Dimana beliau ingat sekali kalau dulu hapal-hapal lupa-lupa. Ini terus disamping itu yang namanya bone density. Kepadatan tulang beliau, nah ternyata kok hijau, sedangkan saya dulu kan waktu naik tangga sakit.

Yang umum bagi lelaki biasanya prostat. Disini pembesaran prostat beliau kok dinyatakan hijau. Hormone testosterone beliau hijau, lha ini bagus, usia sekian hormon bagus termasuk juga hormon ereksi yah kurang sedikit.

Beliau mengalami pembalikan penuaan (reverse aging) problem-problemnya tersembuhkan.

Sepuluh tahun lalu, saat itu usia beliau masih 62 tahun. Tahun 2000 lah anak saya yang kedua itu lahir 1997, 3 tahun usianya. Istri beliau memang jauh lebih muda. Beda 16 tahun, jadi saat itu umur 46 tahun. Saya sudah mengalami gangguan ereksi, berusaha waktu itu ke suatu clinic, terapi disitu. Tapi nampaknya tidak berhasil. Nah tapi kalau sekarang lihat dari hasil itu memang saya merasakan ada sesuatu yang agak lain gejalanya. Jadi ini apakah sesuatu yang terjadi pada diri saya, apa suatu reverse aging muda kembali, terserah pada kalian.

Krisis kesembuhan juga dialami oleh beliau.

Healingnya yang sering terjadi itu terutama di lutut. Beliau perhatikan itu lutut kanan itu lebih baik daripada lutut kiri, kira-kira lutut kanan 5x. Jadi kadang-kadang itu kalau melangkah seperti tertarik atau kadang-kadang sakit. Nah, lebih baik itu sebelah kanan daripada kiri. Anak beliau yang besar, saat ini sekarang baru semester 3, terus yang kecil masih SMA 1. Berarti 5 tahun lalu mereka masih SMP dan SD, berarti keadaan itu berarti sangat, wah mengkhawatirkan. Kalau ada apa-apa dengan beliau, karena istri beliau sudah meninggal lebih dulu. Ya, tapi bagaimanapun beliau harus tegar, seorang tinggal sendiri ya.

Mengapa memilih Purtier Placenta yang mahal itu?

Purtier Placenta memang mahal, tapi kalau kita bisa jalankan ya mungkin bonusnya itu menjadi, kita bisa minum gratis. Buktinya beliau sampai sekarang ini minum gratis. Dari manfaat finansial, serta manfaat kesehatan. Jadi beliau punya Aritmia sampai sekarang belum pernah. Nah, belakangan ini sudah hampir tidak pernah terasa apa-apa lagi, jadi kapan penyakit itu hilang, sembuhnya, beliau sendiri tidak tahu. Sampai detik ini beliau sendiri masih bingung, beliau rasa ya apa yang dikatakan kembali menjadi muda, beliau rasa untuk beliau cocok. Buktinya ada yang lain pada diri beliau.

14. Kesaksian Putri

Selama beberapa tahun mengalami kelainan, setiap menstruasi bisa lebih dari 1,5 bulan dengan intensitas darah yang sangat banyak. Tahun 2009, diopname di rumah sakit Pondok Indah dan menerima transfusi darah 1000 cc karena hb hanya 5 (sedangkan hb orang normal adalah 12). Setelah itu mengalami sedikit demam karena adanya adaptasi dengan darah orang lain yang ditransfusikan. Kemudian Putri bisa hidup dengan normal kembali.

Namun, pada tahun 2010 lagi-lagi Putri diopname karena penyakit yang sama. Selama kurang lebih 5 hari opname, dokter tidak berani memberi transfusi lagi karena takut demam dan banyak efek lainnya. Akhirnya dokter memberi obat untuk menghentikan perdarahannya namun terlalu berbahaya karena Putri masih SMA dan belum menikah. Seorang kolega memperkenalkan Purtier Placenta, setelah Putri mengkonsumsinya selama beberapa hari di rumah sakit, darah yang tadinya sudah berhenti karena obat, keluar lagi. Ternyata itu adalah proses dari pembersihan darah di rahim oleh Purtier Placenta. Setelah itu berhenti dan Putri kembali mengalami proses menstruasi yang normal lagi. Putri tidak pernah merasa lemas ketika sedang beraktifitas, padahal dulu sering lemas akibat anemia yang parah sekali. Putri merasa lebih normal, tidak pernah pusing, dan badan terasa lebih fit.

15. Kesaksian Bapak dan Ibu Bernadus

Bapak dan Ibu Bernadus memberikan kesaksian mengenai manfaat PURTIER Placenta bagi Bapak Bernadus yang sempat divonis menderita kebocoran ginjal stadium 4 dan diperkirakan usianya tinggal 2 bulan oleh dokter di Penang. Bapak Bernadus mengalami komplikasi mulai dari diabetes, jantung, kebocoran ginjal, HB turun, badan lemas, muka pucat, sering tumpah, kaki membengkak, syaraf kaki tidak berfungsi, susah BAB, rambut rontok, dan susah konsentrasi.

16. Kesaksian Ibu Christiana

Ibu Christiana memberikan kesaksian mengenai kondisi kesehatan suami, ibu, dan saudaranya, pada saat sebelum dan sesudah mengkonsumsi PURTIER Placenta.
Suami Ibu Christiana menderita diabetes, hipertensi, syaraf tersumbat, pencernaan bermasalah (susah BAB), stress, daya ingat kabur, rambut rontok.
Ibunda Ibu Christiana menderita diabetes, tulang belakang dan kaki kesemutan.
Saudara Ibu Christiana menderita miom atau myom atau myoma.

17. Kesaksian Ibu Ribka

Ibu Ribka memberikan kesaksian mengenai manfaat PURTIER Placenta untuk 7 kista dan 8 cm miom atau myom yang dideritanya. Bahkan mengalami menstruasi selama 1 tahun.

18. Kesaksian Ibu Patricia

Ibu Patricia memberikan kesaksian mengenai manfaat PURTIER Placenta untuk miom atau myom yang dideritanya. Dulu perutnya membesar dan menstruasi banyak.

19. Kesaksian Ibu Sri

Ibu Sri memberikan kesaksian mengenai manfaat PURTIER Placenta untuk kebotakan yang dialaminya.

PURTIER Placenta 5th Edition

Purtier Placenta Reverses Aging ProcessHome | Pemesanan