Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 2)

Mencegah Hipertensi

Tidak Merokok

Merokok juga merupakan salah satu penyebab terjadinya hipertensi. Dalam rokok terkandung berbagai zat yang dapat merusak lapisan dinding arteri, yang pada akhirnya akan membentuk plak atau kerak di arteri. Kerak atau plak ini menyebabkan penyempitan lumen atau diameter arteri, sehingga diperlukan tekanan yang lebih besar untuk memompa darah hingga tiba di organ-organ yang membutuhkan. Hal inilah yang kemudian disebut sebagai hipertensi.

Zat nikotin yang terdapat dalam rokok dapat meningkatkan pelepasan epinefrin, yang dapat mengakibatkan terjadinya penyempitan dinding arteri karena kontraksi yang kuat. Zat lain dalam rokok adalah karbonmonoksida (CO), yang menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Akibatnya, jantung akan bekerja lebih berat untuk memberikan cukup oksigen ke sel-sel tubuh.

Seorang perokok sebenarnya membuka diri terhadap resiko penyakit jantung, stroke, kanker, serta penyakit lainnya. Dibutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar setahun setelah berhenti merokok, untuk mengurangi resiko secara optimal.

Selain itu rokok berperan membentuk aterosklerosis dengan cara :
* Meningkatkan kecenderungan penggumpalan sel-sel darah pada dinding arteri dan meningkatkan resiko pembentukan thrombus atau plak.
* Merokok menurunkan jumlah kolesterol HDL serta menurunkan kemampuan HDL menyingkirkan kelebihan kolesterol LDL.
* Merokok meningkatkan oksidasi lemak yang berperan membentuk aterosklerosis.

Merokok mengurangi kemampuan seseorang dalam menanggulangi stres karena zat kimia dalam rokok, terutama karbonmonoksida, akan mengikat oksigen dalam darah sehingga kadar oksigen dalam darah berkurang. Akibatnya, metabolisme tidak berjalan dengan baik sehingga energi pun berkurang. Otak yang bekerja keras dalam menghadapi stres juga tidak dapat berfungsi dengan optimal karena akan mengalami kekurangan oksigen dan energi. Merokok juga memiliki berbagai efek buruk lainnya, seperti menyebabkan kanker, terutama kanker paru-paru, dan merupakan faktor utama penyebab resiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Membatasi Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat mengganggu dan merusak fungsi beberapa organ. Salah satu di antaranya adalah hati. Fungsi hati akan terganggu sehingga memengaruhi kinerja atau fungsi jantung. Gangguan fungsi jantung inilah yang pada akhirnya menyebabkan hipertensi.

Alkohol atau etanol jika diminum dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah. Hal itu dapat terjadi karena alkohol merangsang dilepaskannya epinefrin atau adrnalin, yang membuat arteri menciut dan menyebabkan penimbunan air dan natrium. Alkohol jika diminum dalam jumlah terbatas, yaitu antara 15 – 45 mililiter sehari justru dapat menurunkan kemungkinan terjadinya penggumpalan darah serta meningkatkan kadra kolesterol HDL dalam darah.

Dalam tubuh, alkohol akan dipersepsi sebagai racun sehingga tubuh, dalam hal ini hati, akan memusatkan perhatiannya untuk menyingkirkan racun (alkohol) tersebut. Akibatnya, bahan lain yang masuk ke dalam tubuh seperti karbohidrat dan lemak yang bersirkulasi dalam darah harus menunggu giliran sampai proses pembuangan alkohol pada kadar yang normal selesai dilakukan. Selain itu, orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan beresiko terkena penyakit kardioserebrovaskular seperti jantung dan stroke.

Membatasi Konsumsi Kafein

Kafein merupakan suatu zat yang dapat meningkatkan tekanan darah dan terdapat dalam kopi, teh, cokelat, dan soft drink. Efek kafein pada setiap individu tidak sama; kafein bisa meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang, tetapi sebagian orang lainnya tidak memperlihatkan efek tersebut. Cara kafein meningkatkan tekanan darah adalah dengan memblok kerja hormon adenosin, atau merangsang kelenjar adrenal melepaskan lebih banyak adrenalin dan kortisol, sehingga arteri berkontraksi. Untuk mengurangi efeknya, batasilah konsumsi kafein dengan hanya meminum dua cangkir kopi, atau tiga cangkir teh, atau dua kaleng soft drink sehari.

Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 1) | Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 3)

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.