Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 3)

Mencegah Hipertensi

Mengatasi Kegemukan

Obesitas atau kegemukan adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak untuk menyimpan energi, sebagian lagi untuk menyekat panas, menyerap guncangan, dan untuk fungsi lainnya, tetapi harus dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25% – 30% pada wanita dan 18% – 23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 35% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badan normal juga dianggap mengalami obesitas.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok :

* Obesitas ringan : kelebihan berat badan antara 20% – 40%
* Obesitas sedang : kelebihan berat badan antara 41% – 100%
* Obesitas berat : kelebihan berat badan sampai lebih dari 100%

Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga pada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan pantat, sehingga memberikan gambaran bak buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran bak buah apel.

Akan tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak; kadang beberapa pria tampak bagaikan buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas.

Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk bak buah apel atau bak buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik terlebar; lalu ukuran pinggangĀ  dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul 0,76. Wanita dengan rasio pinggang-pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang-pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.

Adapun penyebab obesitas secara ilmiah adalah akibat konsumsi kalori yang melebihi kebutuhan tubuh. Namun, penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.

Efek samping kegemukan :

1. Gangguan pernapasan
Penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga menimbulkan gangguan pernapasan dan sesak napas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas ringan. Gangguan pernapasan bisa terjadi ketika tidur dan menyebabkan terhentinya pernapasan selama beberapa waktu (apnea tidur).

2. Keluhan pada tulang
Obesitas juga bisa menyebabkan berbagai masalah tulang (ortopedik), seperti nyeri punggung bawah dan memperparah osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut, dan pergelangan kaki).

3. Kelainan kulit
Seseorang yang obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan keringat yang dikeluarkan lebih banyak.

4. Pembengkakan / edema
Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki seseorang yang kegemukan.

5. Komplikasi
Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata, melainkan juga merupakan masalah kesehatan yang mengerikan. Obesitas membahayakan kesehatan penderitanya. Selain itu, obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti diabetes tipe 2 (timbul ketika dewasa), tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, serangan jantung (infark miokardium), gagal jantung, kanker (kanker jenis tertentu seperti kanker prostat dan kanker usus besar), batu kandung empedu dan batu kandung kemih, gout dan artritis gout, osteoartritis, apnea tidur, serta sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, kekurangan udara, dan rasa kantuk yang terus menerus).

Diagnosis

1. Mengukur lemak tubuh
Tidak mudah untuk mengukur lemakĀ  tubuh seseorang. Cara-cara berikut memerlukan peralatan khusus dan dilakukan oleh tenaga terlatih.
* Underwater weight, pengukuran berat badan yang dilakukan di dalam air dan kemudian lemak tubuh dihitung berdasarkan jumlah air yang tersisa.
* BOD POD merupakan ruang berbentuk telur yang telah dikomputerisasi. Setelah seseorang memasuki BOD POD, jumlah udara yang tersisa digunakan untuk mengukur lemak tubuh.
* DEXA (dual energy X-ray absorptiometry), menyerupai pindaian tulang. Sinar X digunakan untuk menentukan jumlah dan lokasi dari lemak tubuh.

Namun ada dua cara lain yang lebih sederhana dan tidak rumit :
* Jangka kulit, ketebalan lipatan kulit di beberapa bagian tubuh diukur dengan jangka (suatu alat terbuat dari logam yang menyerupai forseps).
* Bioelectric impedance analysis (analisa tahanan biolelektrik), penderita berdiri di atas skala khusus dan sejumlah arus listrik yang tidak berbahaya dialirkan ke seluruh tubuh lalu dianalisis.

Pemeriksaan di atas bisa memberikan hasil yang tidka tepat jika tidak dilakukan oleh tenaga ahli.

2. Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI)
BMI merupakan suatu pengukuran yang membandingkan berta badan dengan tinggi badan. BMI merupakan rumus matematika yang membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter) pangkat dua.

Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki nilai BMI 30 atau lebih.

Pengobatan obesitas

Pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen yang terpenting dalam pengaturan berat badan. Kedua komponen ini juga penting dalam mempertahankan berat badan setelah terjadi penurunan berat badan. Selain itu, perubahan pola aktivitas fisik dan pola makan yang sehat pun harus diterapkan.

Langkah awal mengobati obesitas adalah dengan menghitung nilai BMI-nya sehingga lemak tubuh penderita serta resiko kesehatannya dapat diperkirakan.

Resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas akan meningkat seiring dengan peningkatan nilai BMI. Hal tersebut dapat digambarkan seperti berikut :
* Resiko rendah : BMI < 27
* Resiko sedang : BMI 27 – 30
* Resiko tinggi : BMI 30 – 35
* Resiko sangat tinggi : BMI 35 – 40
* Resiko sangat sangat tinggi : BMI 40 atau lebih

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah menetapkan latihan fisik dan membatasi kalori pada penderita. Namun, jenis dan berat latihan, serta jumlah pembatasan kalori pada setiap penderita berbeda-beda.

* Penderita dengan resiko kesehatan rendah sebaiknya menjalani diet sedang (1.200 – 1.500 kalori/hari untuk wanita dan 1.400 – 2.000 kalori/hari untuk pria) disertai dengan olahraga.
* Penderita dengan resiko kesehatan menengah sebaiknya menjalani diet rendah kalori (800 – 1.200 kalori/hari untuk wanita dan 1.000 – 1.400 kalori/hari untuk pria) disertai dengan olahraga.
* Penderita dengan resiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi sebaiknya mengonsumsi tumbuhan herbal disertai diet rendah kalori dan olahraga.

Tindakan Praktis untuk Mencegah Hipertensi (Bagian 2) | Hipertensi pada Wanita Hamil

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.