Trombofilia

Gejala-gejala yang dialami temen Anda itu memang mengarah kepada penyakit trombofilia. Gejalanya memang sangat umum, artinya bisa juga menjadi gejala penyakit lain. Namun jika ditemukan dalam keadaan dini, maka akibat yang fatal bisa dihindari. Dengan gejala yang sangat umum itu, dokter tidak boleh meremehkan karena akibat penyakit ini bisa sangat mematikan kecuali jika diketahui dalam keadaan ini.

Mungkin Anda atau temen Anda belum pernah mendengar nama penyakit itu, biasanya disebut penyakit darah kental. Bahkan para dokter pun banyak yang belum menyadari bahaya penyakit ini meskipun kini kasusnya mulai banyak ditemukan.

Dari tes darah, dokter mengetahui bahwa teman Anda itu memiliki trombosis, yaitu darahnya mudah mengental. Dengan kondisi darah yang mudah mengental, maka akan muncul gejala-gejala semacam yang di derita teman Anda.

Trombofilia atau hiperkoagulabilitas adalah kondisi meningkatkannya resiko trombosis (mudahnya terjadi pembekuan darah). Di¬† masyarakat dikenal sebagai penyakit darah kental. “Kondisi itu dapat diwariskan lewat kelainan genetik atau didapat,” tutur Dr. Chatarina Suharti, ahli Hematologi-Onkologi dari RSUP dr Karyadi, Semarang.

Gejala trombofilia baru ditemukan sekitar tahun 1990an karena itu meski penyakit ini kini sudah mulai banyak ditemukan penderitanya, namun masih banyak dokter yang belum menyadarinya atau memahaminya. padahal trombofilia berakibat mematikan karena terjadi bekuan darah yang terlepas dan tersangkut di salah satu pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan pada pembuluh darah tersebut.

Diagnosis trombofilia hanya dapat ditegakkan oleh dokter berdasarkan hasil tes laboratorium dan kondisi klinis pasien. Menurut dr Chatarina Suharti, biasanya dilakukan pemeriksaan antibodi, yaitu anticardiolipin antibody (ACA).

Gejalanya sebenarnya sangat khas namun sering terabaikan dan kurang dipahami dokter karena juga bisa menjadi gejala penyakit lain:
– sesak napas
– sering pusing kepala atau migrain atau vertigo
– sering nyeri dada atau nyeri tengkuk
– keguguran yang berulang
– mendadak kehilangan kemampuan melihat
– pendengaran tiba-tiba hilang
– mudah lelah
– kaki terasa tebal, atau pembengkakan pada tungkai kaki.

Trombofilia disebabkan adanya gangguan sistem imun tubuh, yaitu antibodi berbalik menyerang tubuh sendiri. Antibodi itu merusak sel-sel pembuluh darah, dan memicu produksi fibrin (yang bertugas memeperbaiki pembuluh darah yang mengalami perdarahan akibat rusaknya dinding pembuluh darah). Produksi fibrin menimbulkan pembekuan darah. Dengan kata lain, trombofilia  memicu pembekuan darah. Nah, bisa saja terjadi kondisi dimana fibrin terbentuk terus-menerus tidak terkendali, ini berakibat darah mengental. Akibatnya aliran darah terganggu, sel-sel dan jaringan tubuh pun terhambat mendapat pasokan makanan.

Pembekuan darah pada penderita trombofilia dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, misalnya di pembuluh otak, jantung, paru, mata (retina), maupun di telinga. Si penderita terancam ketika bagian kecil bekuan darah terlepas dan ikut peredaran darah ke seluruh tubuh. Bekuan darah tersebut rawan tersangkut di pembuluh darah halus sehingga menimbulkan penyumbatan.

Sumbatan di pembuluh darah jantung dapat menyebabakan serangan jantung. Jika menyumbat di pembuluh darah otak, maka menyebabkan stroke. Bekuan daraj yang tersangkut di pembuluh darah paru dapat menyebabkan emboli paru. Semua kondisi tersebut dapat mengakibatkan kematian jaringan dan berujung pada kematian si penderita.

Bekuan darah juga dapat menyumbat pembuluh darah di mata yang berakibat hilangnya kemampuan melihat. Dan jika terjadi di pembuluh darah telinga. maka pendengaranpun tiba-tiba hilang.

Trombofilia juga bisa mengakibatkan keguguran berulang. Hal ini disebabkan pasokan oksigen dan nutrisi untuk janin lewat plasenta terhambat oleh bekuan darah.

Sumbatan Pembekuan Darah | Mencegah Komplikasi yang Disebabkan Trombofilia

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.