Tujuan Pengobatan Asma

Tujuan dasar terapi asma adalah mengendalikan semua gejala, yang menyebabkan kembali normalnya fungsi paru dan mencegah eksaserbasi serta rawat inap dan tercapainya kehidupan yang sehat dan aktif. Begitu pengendalian telah dicapai, pengobatan yang berhasil. Terus-menerus, mencakup resep obat harian, seperti obat hirup bronkodilator dan obat anti inflamasi, rejimen latihan reguler, dan langkah pengendalian lingkungan.

Elemen Pengendalian Asma : Apa yang harus diperhatikan?

Pantau frekuensi gejala – awasi masing-masing dari indikator keempat kunci dan frekuensinya :
* Gejala siang hari
* Pembatasan latihan
* Pembatasan aktivitas sehari-hari
* Bangun malam hari
Amati OBAT yang digunakan – berapa kali seminggu obat hirup bronkodilator beta-2 agonis kerja cepat, pelega napas diperlukan untuk memulihkan gejala.
Lakukan TES FUNGSI PARU  Рtes fungsi paru, termasuk tes FEV1 dan pengukuran arus puncak (PEF).
Ikuti frekuensi EKSASERBASI – berapa kali eksaserbasi yang terjadi.

Pengobatan Asma

* Pendidikan pasien : fisiologi asma, penggunaan obat yang tepat, pemantauan sendiri, rencana tindakan asma.
* Pengobatan farmakologikal : kapan dan bagaimana cara menggunakan obat-obatan.
* Pengendalian lingkungan dan modifikasinya : mengenali alergen dan memperkecil atau menghilangkan pajanan, khususnya di rumah dan di kamar tidur pasien asma.
* Identifikasi dan penghindaran pemicu.
* Aliansi antara pasien dan pengasuh.
* Pengobatan mencakup penekanan dan fokus pada terapi pencegahan, tidak hanya terapi simptomatik.

Para dokter dan pasien mereka seharusnya bekerjasama untuk mencapai keadaan asimptomatik, bebas gejala pernapasan yang mengganggu seperti batuk, sesak napas, atau terbangun di malam hari. Kolaborasi seperti ini memerlukan perhatian dan ketertarikan dari kedua partner, dengan dialog yang konstruktif dan jelas serta komitmen pada tujuan di tangan. Untuk meraih tujuan ini mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan untuk mempelajari asma Anda dan memahami bagaimana obat bekerja dan bagaimana menggunakannya. Asma merupakan suatu kondisi yang memerlukan komitmen dan kerja pada pasien dalam rangka untuk mencapai tujuan pengobatan.

Mempelajari teknik yang benar dari obat hirp asma MDI (metered-dose inhaler) atau DPI (dry-powder inhaler), misalnya, mungkin menimbulkan frustasi saat pertama kali menggunakannya dan mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran. Jika Anda tidak yakin bahwa Anda mengerti bagaimana cara untuk menghirup obat Anda, atau Anda tidak yakin Anda mengetahui apa yang disampaikan dokter Anda, bicara! Pastikan Anda melaporkan gejala yang Anda alami. Dokter Anda harus mau mengetahui gejala baru atau gejala yang memburuk apapun. Jangan khawatir akan “menjengkelkan” dokter.

Kepatuhan terhadap obat yang diresepkan untuk pengobatan asma merupakan hal yang penting untuk kesuksesan pengobatan asma, itulah alasanya mengapa setiap penderita asma dianjurkan belajar tentang obat yang digunakannya, bagaimana obat bekerja, berapa sering harus digunakan. Rejimen asma yang efektif akan berhasil dalam mencapai syarat minimal untuk obat beta-2 agonis kerja cepat dan cepat melegakan. Obat ini juga menjamin efek samping (jika ada) yang minimal. Fungsi paru seharusnya menjadi normal dengan penanganan asma yang tepat dan pemantauan FEV1 dapat dan seharusnya dilakukan pada anak-anak, serta remaja dan dewasa. Semua gejala asma seharusnya tidak ada atau minimal selama siang hari begitu juga malam hari. Tidur seharusnya tenang dan tanpa gangguan. Dan juga seharusnya tidak ada lagi libur sekolah atau kerja karena asma. Eksaserbasi seharusnya juga berkurang (atau tidak ada sama sekali) atau jauh jarak kejadiannya.

Penilaian terhadap Pengendalian Asma Anda

Asma Terkendali
Karakteristik
Gejala siang hari : Tidak lebih dari dua kali seminggu
Pembatasan aktivitas : Tidak ada
Gejala malam hari : Tidak ada
Membutuhkan obat hirup bronkodilator agonis beta-2, kerja cepat, cepat melegakan : Tidak lebih dari dua kali seminggu untuk pemulihan gejala.
Tes fungsi paru* : FEV1 atau PFE : Kisaran normal FEV1 PEF 80% terbaik personal.
Eksaserbasi : Tidak ada sejak tahun lalu

Asma Terkendali Sebagian
Karakteristik
Gejala siang hari : Lebih dari dua kali seminggu
Pembatasan aktivitas : Ada
Gejala malam hari : Ada
Membutuhkan obat hirup bronkodilator agonis beta-2, kerja cepat, cepat melegakan : Lebih dari dua kali seminggu untuk pemulihan gejala.
Tes fungsi paru* : FEV1 atau PFE : FEV1 kurang dari 80% prediksi. PEF kurang dari 80% terbaik personal.
Eksaserbasi : Satu kali atau lebih dalam satu tahun

Asma Tidak Terkendali
Jika terdapat tiga atau lebih karakteristik asma, disebut asma yang terkendali sebagian selama satu minggu periode, asma akan diklasifikasikan menjadi tidak terkendali.
Eksaserbasi : Satu kali dalam seminggu (Eksaserbasi selama satuminguu menjadikan minggu itu sebagai minggu asma yang tidak terkendali.)

Catatan :
* Tes fungsi paru dianggap tidak adapt dipercaya untuk anak-anak yang kurang dari 5 tahun, sehingga karakteristik ini ditetapkan hanya untuk anak-anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa.

Menilai Pengendalian Asma pada Anak-anak dan Dewasa : NAEPP

Pengendalian Asma pada usia 12 tahun atau lebih

Asma Terkendali dengan baik
Komponen Pengendalian Asma
Gejala : < 2 hari / seminggu
Bangun malam hari : < 2 x sebulan
Mempengaruhi aktivitas normal : Tidak
Penggunaan obat hirup bronkodilator agonis beta-2, kerja cepat, dan cepat melegakan : < 2 hari / minggu
Tes fungsi paru* : FEV1 atau PEF : > 80% dari yang diprediksi, > 80% terbaik personal
Eksaserbasi : 0 – 1 x pertahun

Asma Terkendali kurang baik
Komponen Pengendalian Asma
Gejala : > 2 hari / seminggu
Bangun malam hari : 1 – 3 x seminggu
Mempengaruhi aktivitas normal : Tidak
Penggunaan obat hirup bronkodilator agonis beta-2, kerja cepat, dan cepat melegakan : > 2 hari / minggu
Tes fungsi paru* : FEV1 atau PEF : 60% – 80% dari yang diprediksi / terbaik personal
Eksaserbasi : 2 x pertahun

Asma Tidak Terkendali
Komponen Pengendalian Asma
Gejala : Sepanjang hari
Bangun malam hari : lebih atau sama 4 x seminggu
Mempengaruhi aktivitas normal : Aktivitas sangat terbatas
Penggunaan obat hirup bronkodilator agonis beta-2, kerja cepat, dan cepat melegakan : Beberapa kali sehari
Tes fungsi paru* : FEV1 atau PEF : < 60% dari yang diprediksi, < 60% terbaik personal

* Komentar : EPR-3 NAEPP menyatakan bahwa secara umum, eksaserbasi yang sering dan intens (contoh, mendesak, perawatan tak terjadwal, rawat inap atau masuk ICU) menunjukkan pengendalian penyakit yang buruk. Untuk tujuan pengobatan pasien yang memiliki eksaserbasi lebih atau sama dengan 2 x eksaserbasi membutuhkan kortikosteroid sistemik oral yang mungkin juga dipertimbangkan untuk pasien yang asmanya tidak terkendali dengan baik.

Jika eksaserbasi berkembang, seharusnya dikenali dengan cepat dan diobati dengan agresif. Ketika orang mungkin lupa bahwa mereka menderita asma, kecuali kenyataannya mereka menggunakan obat, dan ketika mereka berpartisipasi penuh dalam pekerjaan, bermain, dan olahraga, serta menikmati hidup tanpa gangguan, berarti tujuan prinsip dari pengobatan asma telah tercapai.

Pemicu Asma | Asma Menyebabkan Hilangnya Oksigen

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.