Vitamin D Sangat Penting bagi Penderita Lupus

Pemakaian suplemen apa saja sebaiknya disetujui terlebih dahulu oleh dokter yang merawat Anda. Kemungkinan ada suplemen yang tidak cocok dengan kondisi kesehatan Anda atau tidak cocok dengan obat-obat yang diberikan dokter Anda. Namun beberapa penelitian telah dilakukan di Amerika Serikat. Kesimpulannya :

* Dosis tinggi vitamin D adalah aman dan agaknya dapat mengurangi respons destruktif dari sistem imun yang dipercaya menjadi penyebab lupus.

* Penelitian ini tidak menyertakan pengaruh vitamin D terhadap gejala lupus, seperti ruam pada kulit, fatique, demam, dan lainnya.

* Terlalu pagi untuk menyimpulkan pemakaian vitamin D jangka panjang adalah aman dan efektif untuk ‘obat’ lupus.

* Meskipun demikian, vitamin D tetap dapat dianggap sebagai salah satu ‘obat’ yang menjanjikan bagi penderita lupus.

* Makin banyak saja peneliti yang percaya bahwa vitamin D memegang peranan penting dalam hal regulasi sistem imun, kemungkinan dengan cara menenangkan sistem imun.

* Penemuan tentang vitamin D ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan di American College of Rheumatology.

Peneliti Benjamin Terrier, MD dari Pitie-Salpetriere Hospital di Paris melakukan penelitian dengan suntikan vitamin D. Setiap sukarelawan disuntik 100.000 IU (international unit) vitamin D3 sekali seminggu selama empat minggu. Selanjutnya mereka masing-masing menerima suntikan bulanan selama enam bulan. Hasilnya, suntikan tersebut dapat diterima baik oleh tubuh, tidak menimbulkan kelebihan kalsium di dalam darah dan tidak memunculkan batu ginjal (yaitu efek samping yang dihubungkan dengan terlalu banyak asupan vitamin D). Vitamin D dalam darah meningkat dan mencapai kadar normal dalam waktu dua bulan. Dan yang penting, vitamin D tersebut mendorong bertambahnya jumlah dan aktivitas protective immune cells dan mengurangi sel-sel imun yang abnormal yang bersifat destruktif. Vitamin D tersebut ternyata juga mampu menenangkan sistem imun.

Namun Terrier berpendapat, jika pemberian suplementasi vitamin D tersebut dihentikan, maka kadar vitamin D dalam darah akan berkurang lagi yang berakibat kerusakan pada sistem imun.

Namun seorang ilmuwan, Sam Lin, MD, reumatolog dari Emory University School of Medicine di Atlanta, mengatakan bahwa dosis vitamin D yang direkomendasikan RDA (recommended dietary allowance) adalah 600 IU per hari sampai usia 70 tahun. Karena itu, masih perlu penelitian-penelitian lebih lanjut.

Hubungan antara Penyakit Lupus dengan Lainnya | Mengapa Merokok Bisa Memunculkan Penyakit Lupus?

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.