Wanita Lebih Banyak Menderita Migrain Dibandingkan Pria

Memang benar bahwa wanita mengalami migrain lebih banyak dibandingkan pria. Hasil penelitian secara relatif memperkirakan, sekitar 5% hingga 7% pria adalah penderita migrain sepanjang usia. Jumlah dari wanita penderita migrain melebihi jumlah dari para pria penderita migrain di awal usia 20-an, namun prevalensi pada wanita meningkat secara bertahap, hingga melebihi 25% selama masa menjelang menopause (perimenopausal). Secara keseluruhan, prevalensi migrain pada wanita sebanyak 18% dan 6% pada pria, pada seluruh tingkat usia.

Baik anak perempuan dan laki-laki memiliki kemungkinan mengembangkan migrain sebelum pubertas. Anak perempuan memiliki kemungkinan lebih besar menjadi penderita migrain selama remaja, perbedaan diyakini karena terjadinya menstruasi dan berbagai perubahan hormonal sebelum pubertas. Sesekali, migrain juga dikaitkan dengan menstruasi, kehamilan dan menopause yang semua dirasakan secara psikologis, namun juga kini dikenal sebagai bagian neurologis.

Hubungan antara hormon ovarium pada risiko migrain, merupakan area yang tengah diteliti dengan mendalam. Sementara, interaksi spesifik dan efeknya terhadap wanita belum jelas, peneliti meyakini, bahwa penarikan dari hormon estrogen pada setiap akhir siklus dapat mengendap menjadi migrain.

Lebih dari 50% wanita penderita migrain melaporkan adanya peningkatan pada sakit kepala yang mereka rasakan sekitar masa menstruasi. Biasanya migrain pada masa itu tidak didampingi dengan aura, bahkan pada wanita yang mengalami migrain dengan aura pada lain waktu di bulan yang sama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masa menstruasi berkaitan dengan migrain yang semakin parah dan semakin sulit diatasi, dibandingkan dengan masa-masa di luar menstruasi. Penelitian lain menyimpulkan bahwa ini mungkin saja terjadi hanya untuk wanita yang sudah mengalami migrain yang cukup parah, untuk segera mencari pengobatan. Untungnya, tak peduli dari kategori manapun Anda, aturan pengobatan yang khusus berkenaan mengobati migrain yang secara spesifik untuk masa menstruasi telah tersedia.

Tiga jenis pendekatan digunakan untuk mengobati migrain yang terkait dengan menstruasi. Dua pendekatan yang pertama serupa dengan pendekatan yang digunakan untuk semua penderita migrain, pengobatan abortif akut dan pengobatan pencegahan. Untuk migrain saat menstruasi, Neurolog seringkali menggunakan terapi preventif jangka pendek. Pendekatan ini menggunakan triptan setiap hari selama dua hari sebelum menstruasi, dan selama tiga hari pertama menstruasi. Penelitian menunjukkan metode ini efektif dalam mengurangi migrain selama menstruasi.

Oabt-obatan nonsteroidal antiinflammatory (NSAIDs), mungkin juga lebih efektif digunakan untuk saat ini. Hasil penelitian awal yang menggunakan kombinasi pil baru yaitu sumatriptan dan naproxen sodium mengindikasikan penggunaan obat triptan dan obat NSAID dalam satu pil kemungkinan memiliki manfaat, untuk mencegah migrain pada masa menstruasi. Terakhir, krim dan plester estrogen yang digunakan dengan metode yang sama, mungkin memberikan perlindungan dari migrain selama menstruasi.

Banyak wanita memberitahukan bahwa kontrasepsi oral memperburuk migrain yang mereka rasakan. Sebenarnya, pada permulaan penggunaan kontrasepsi oral sering mengendap, sehingga menjadi migrain pertama kali yang dirasakan seorang wanita.

Sementara, sebagian lain menemukan bahwa sakit kepala mereka meningkat setelah menggunakan kontrasepso oral. Jika Anda ingin menggunakan kontrasepsi oral maka Anda harus bekerja sama dengan dokter kandungan dan dokter ahli saraf, untuk menemukan pilihan terbaik untuk Anda gunakan. Mengganti jenis kontrasepsi oral lain mungkin akan menurunkan frekuensi migrain jika memang hal itu sering terjadi, namun sakit kepala itu mungkin tidak akan hilang sepenuhnya. Mungkin Anda harus mempertimbangkan bentuk lain dari kontrasepsi jika semua jenis kontrapsepsi oral juga memang memperburuk sakit kepala Anda. Pilihan lainnya adalah untuk menggunakan pengobatan preventif tradisional untuk mengurangi frekuensi migrain Anda. Dokter Anda seharusnya tetap mengingat interkasi antara kontrasepsi oral dan pengobatan preventif, ketika memilih obat yang terbaik untuk Anda.

Migrain pada Anak-anak | Migrain Selama Kehamilan

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.