Apa Peran Lemak dalam Diet dari Penderita Parkinson?

Ada bukti bahwa asam lemak, yang diperoleh dari lemak dalam diet, mungkin memainkan peran dalam perkembangan parkinson. Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa resiko perkembangan parkinson lebih tinggi pada orang yang makan lemak jenuh (binatang) daripada yang makan lemak tak jenuh poli (ikan). Jadi, prevalensi parkinson di Jepang sepertiga lebih rendah, negara yang rakyatnya pemakan ikan, daripada di Amerika, negara yang rakyatnya pemakan daging.

Menurunkan konsumsi lemak jenuh dan menaikkan konsumsi lemak tak jenuh memainkan peran penting dalam memperlambat, menghentikan, dan mencegah aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke. Pengaturan lemak dalam diet mungkin memainkan peran serupa dalam memperlambat atau menghentikan parkinson. Bukti menyatakan bahwa radang, akibat dari produksi berlebihan dari lemak omega 3 “buruk” versus “baik” mungkin adalah penyebab plak aterosklerosis yang menyumbat arteri, mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Enam puluh persen otak adalah lemak namun, fungsi lemak ini bukan seperti dalam badan yaitu sumber energi utama, lemak dalam otak membentuk membran bagian luar daris eratus miliar neuron, atau sel otak. Diperkirakan bulatan Lewy mungkin mempunyai membran lemak yang rusak, mengandung perbandingan lemak “baik” dan “buruk” yang keliru dan, karena membran sel bukan berupa dinding yang rapat, senyawa beracun mungkin merembes kembali ke dalam sel dan menghancurkannya.

Sumber lemak “baik” atau omega 3 adalah asam lemak yang disebut EPA dan DHA. Ikan berlemak seperti herring, mackerel, salmon, sardin, dan tuna kaya dalam asam lemak omega 3. Akan tetapi, beberapa ikan ini mengandung zat beracun, yang terpusat dalam lemaknya, seperti air raksa. Sebagai pedoman ikan herring, salmon, dan sardin mempunyai kadar air raksa yang lebih rendah daripada ikan berlemak yang lain.

Mengubah diet menjadi tinggi asam lemak tak jenuh dan rendah asam lemak jenuh, kaya asam lemak esensial, dan asam lemak omega-3/omega-6 yang seimbang menurunkan resiko kematian akibat dari serangan jantung dan stroke. Dengan mengurangi peradangan, diet seperti itu mungkin juga membantu memperlambat perkembangan parkinson. Pasien yang belum lama didiagnosis menderita parkinson seharusnya mempertimbangkan mengganti diet dengan yang rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh: diet yang “bersahabat dengan jantung dan stroke”. Di samping itu, minum minyak ikan dengan dosis paling sedikit 1 gram tiga kali sehari.

Bagaimana Radikal Bebas Dapat Memperburuk Parkinson? | Freezing of Gait (FOG) atau Gerakan Berjalan yang Tiba-tiba Berhenti

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.