Bagaimana Radikal Bebas Dapat Memperburuk Parkinson?

Molekul tersusun dari banyak atom yang terikat menjadi satu, yang dapat terjadi karena berbagai elektron. Ketika dua buah atom berdekatan dan elektron dari keduanya berpasangan, terbentuklah ikatan. Pasangan elektron seperti itu stabil; hampir 100% dari semua elektron dalam badan ada dalam keadaan berpasangan. Kalau sebuah ikatan kimia antara dua buah atom terputus, elektronnya dapat tetap bersama dengan satu atom atau yang lain, atau elektron itu dapat terpisah. Bila sebuah atom menangkap kedua elektron, atom itu menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang lain akan bermuatan positif. Kedua atom bermuatan ini sekarang menjadi radikal bebas.

Daya yang mengganggu ikatan kimia termasuk radiasi seperti sinar ultraviolet, sinar infra merah, radiasi dari inti bumi, dan sinar kosmis. Daya yang mengganggu juga termasuk senyawa kimia lain, yang disebut racun. Di antara racun ini adalah gas (karbon monoksida, uap mangan, ozon), senyawa kimia (arsenikum, sianida, air raksa), senyawa yang dikeluarkan oleh bakteri dan jamur yang menginfeksi, dan senyawa kimia yang dihasilkan dalam sel-sel Anda, terutama dalam mitokondria Anda. Radikal bebas yang dihasilkan bisa berumur panjang atau pendek; beberapa dapat tetap ada seumur hidup, banyak yang bertahan selama kurang dari lima detik, dan beberapa hanya satu per seratus mikrodetik.

Untuk menghargai pentingnya radikal bebas dan untuk memahami besarnya perubahan yang diakibatkannya dalam setiap 100 miliar neuron Anda, Anda hanya perlu membelah satu buah apel dan membiarkannya di udara terbuka. Zat besi dalam buah apel berinteraksi dengan oksigen diudara dan warna apel itu berubah menjadi seperti “berkarat”. Memang membingungkan untuk berpikir demikian, tetapi sesuatu yang serupa terjadi ketika zat besi, yang disimpan sebagai kofaktor untuk enzim yang amat penting dalam sel-sel kita, terpapar pada jenis oksigen yang reaktif. Dalam setiap neuron yang berjumlah 100 miliar dalam otak kita, dan dalam setiap 20 sampai 1.000 mitokondria dalam setiap neuron, perjuangan berkelanjutan terjadi setiap detik antara kebutuhan sel untuk menghasilkan energi dan kemudahan sel rusak akibat produk beracun yang dihasilkan oleh kebutuhan ini.

Banyak antioksidan yang dipasarkan sebagai suplemen nutrisi, dan wajar kalau orang ingin tahu mana antioksidan paling baik dan paling berdaya guna. Secara teknis, bila kita mnegetahui bahwa salah satu antioksidan lebih selektif terhadap radikal bebas tertentu, dan bahwa antioksidan tertentu dapat siap mencapai sel, memasukinya, dan menonaktifkan radikal bebas, maka suatu antioksidan sebagai “peluru kendali” dapat dikirimkan ke sel. Sayangnya, saat ini, kita masih belum mempunyai “peluru kendali” seperti itu. Dalam mencoba merancang ancangan rasional untuk penggunaannya, riset difokuskan pada antioksidan yang memainkan peran penting dalam memfungsikan mitokondria, pembangkit daya dari sel, secara efisien. Di antara yang paling menjanjikan adalah sebagai berikut.

Kelompok Vitamin “B”. Walaupun bukan antioksidan, semua senywa ini diperlukan dalam siklus asam sitrat dan sistem transpor elektron. vitamin B termausk tiamin (B-1), riboflavin (B-2), niasin (B-3), asam pantotenat (B-5), piridoksin (B-6), biotin (B-7), dan sianokobalamin (B-12). Asam folat dan vitamin B-12 diperlukan untuk sistem saraf yang sehat. Kombinasi vitamin B-6, asam folat, dan vitamin B-12 mengurangi kadar homosistein. Homosistein, suatu asam amino, mungkin suatu faktor resiko untuk serangan jantung dan stroke, dan mungkin meningkat pada pasien parkinson yang minum levodopa/carbidopa. Karena vitamin B-6, dengan dosis 50 mg atau lebih per hari, mungkin menurunkan penyerapan levodopa, vitamin B kompleks sebaiknya diminum di malam hari, berjarak 4 jam antara minum levodopa/carbidopa terakhir dan berikutnya.

Vitamin C dan E. Vitamin C adalah antioksidan utama. Vitamin C mungkin efektif untuk mengikat radikal bebas amat reaktif yang dihasilkan oleh oksigen dan oleh logam seperti tembaga, besi, dan mangan. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang mungkin terutama efektif untuk mengikat radikal bebas amat reaktif yang dihasilkan oleh oksigen yang menyerang lapisan lemak dari membran sel.

Koenzim Q10. Koenzim Q10 adalah antioksidan di dalam mitokondria yang menetralkan banyak radikal bebas beracun yang dihasilkan dalam fungsi mitokondria secara normal. Dalam dosis 1.200 – 2.400 mg per hari, Koenzim Q10 mungkin memperlambat perkembangan parkinson. Pernyataan ini adalah hasil dari satu studi kecil tunggal. Penelitian lain untuk mendukung pernyataan sedang dilakukan.

Glutation. Glutation, suatu tripeptida, adalah antioksidan intraseluler utama yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam neuron berwarna hitam. Ketika parkinson terus berkembang dan neuron berwarna hitam mati, konsentrasi glutation menurun. Saat ini belum diketahui apakah hal ini disebabkan oleh atau konsekuensi dari parkinson.

Asam lipoat alfa dan asetil L karnitin adalah antioksidan yang “merendam” radikal bebas yang dihasilkan oleh siklus asam sitrat. Selain itu asam lipoat dapat membuang (chelate) besi dan tembaga sampai kadar tertentu, walaupun belum ada bukti nyata apakah salah satu antioksidan di atas membantu dalam mengobati parkinson.

Apakah Zat Besi Memperburuk Parkinson? | Apa Peran Lemak dalam Diet dari Penderita Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.