Definisi Air

Ketika Anda mencoba menguraikan apakah air itu, Anda akan mengetahui bahwa air ternyata tidak sesederhana kelihatannya. Air bukan hanya sekedar benda yang kita minum saat kehausan atau setelah makan. Air juga bukan sekedar wujud cairan dengan sifat-sifatnya yang khas. Namun, lepas dari itu semua, air adalah suatu bentuk zat atau materi. Air, sebagaimana dijelaskan dalam situs Wikipedia Bahasa Indonesia, adalah substansi kimia yang mempunyai rumus kimia H2O. H20 adalah suatu molekul air yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen.

Air yang bersih mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berasa, dan juga tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) dan temperatur 273,15 K (0 deracjat celcius). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas, dan berbagai macam molekul organik.

Air adalah materi yang berbentuk cair. Berbentuk cair ini merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi jika kita memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana yang terjadi dengan hidrogen sulfida.

Unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flour, fosfor, sulfur, dan klorin. Semua elemen-elemen ini apabila berkaitan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrigen berkaitan dengan oksigen membentuk senyawa dalam keadaan cair adalah karena oksigen lebih bersifat elektro-negatif ketimbang elemen-elemen tersebut (kecuali flour). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen.

Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibatnya adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan, yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan cara mengalirkan arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada percobaan menggunakan katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, lalu tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). sementara¬† itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi oksigen (o2), melepaskan 4 ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai 2H2O(l)’!2H2(g)=o2(g).

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini mebentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hidrogen. Demikian penjelasan air dari segi ilmu kimia.

Air juga sering disebut sebagai pelarut universal karena air dapat melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam keseimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidrosikda (OH-). Air adalah pelarut yang kuat, mampu melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut juga sebagai zat-zat “hidrofili” (pecinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat “hidrofobik” (takut air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.

Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif dekat atom oksigen. Hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hydrogen, yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki “kekuatan tarik” yang lebih kuat pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut), dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adhesi yang tingggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya.

Purtier | Air dalam Tubuh Manusia

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.