Definisi dan Jenis Obat

Definisi Obat

Obat adalah zat yang dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari binatang, tumbuh-tumbuhan, mineral, dan obat sintetis. Selain itu, obat adalah obat jadi termasuk produk biologi yang merupakan paduan zat aktif, seperti narkotika dan psikotropika, serta zat tambahan, termasuk kontrasepsi, juga alat kesehatan yang mengandung obat.

Obat adalah bahan yang menyebabkan perubahan dalam fungsi biologis melalui proses kimia. Di samping itu, obat juga merupakan bahan atau campuran bahan yang digunakan dalam pengobatan, peredaan, pencegahan, diagnosis terhadap suatu penyakit, dan kelainan fisik atau gejala-gejalanya pada manusia atau hewan. Obat dapat berasal dari bahan yang disintesis di dalam tubuh, misalnya hormon dan vitamin D maupun bahan-bahan kimia yang tidak disintesis di dalam tubuh.

Obat Herbal / Alternatif

Dahulu, kebanyakan obat yang digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang dibuat dengan cara mencoba-coba. Pengetahuan ini secara turun-temurun disimpan dan dikembangkan sehingga muncul ilmu pengobatan tradisional jamu yang telah berkembang lama di Indonesia.

Saat ini, obat herbal mulai banyak digunakan dan menjadi fokus penelitian di beberapa negara. Meskipun demikian, sistem kesehatan formal belum dapat menerima obat herbal sebagai obat yang boleh (legal) diresepkan karena banyak pro dan kontra seputar penggunaannya.

Dalam perspektif sejarah, produksi dan terapi obat (farmakologi) berasald ari herbal. Faktanya, kata drug berasal dari bahasa Belanda droog yang sering digunakan dalam penyiapan bahan obat yang berarti to dry, yaitu pengeringan herbal agar dapat digunakan sebagai bahan obat.

Dalam pengobatan tradisional Eropa, telah ditemukan buku panduan herbal pertama, yakni De Materia Medica, yang ditulis oleh Pedanois Dioscorides pada awal-awal Masehi. Pada saat ini, tumbuhan obat dikategorikan menjadi 4 macam, yaitu imperceptible, perceptible, powerful, dan very powerful. Sebagai contoh, opium yang dihasilkan dari tanaman papaver somniferum masuk dalam kategori very powerful.

Di Eropa, pada zaman renaisans, dibuatlah semacam monografi herbal (standarisasi herbal) yang berisi nama tanaman, sinonim, cara kerja, dan indikasi. Indikasi tidak disebutkan untuk penyakit seperti saat ini, tetapi disebutkan gejala penyakit, contohnya untuk penyakit flu (influenza), batuk, pilek, dan lain sebagainya.

Sebelum tahun 1800, saat pengobatan memasuki era sains modern, pengobatan herbal tradisional tidak dipertanyakan keilmiahannya pada semua buku teks farmakologi hingga datangnya masa sains kimia modern. Setelah adanya pengembangan farmakoterapi modern atau sains medis, maka status pengobatan herbal (fitoterapi) diturunkan menjadi pengobatan alternatif. Melalui perspektif historis, kita tidak bisa memasukkan terapi herbal ke dalam pengobatan alternatif karena metode inilah yang dipakai peradaban manusia selama lebih dari 2500 tahun, secara sistematis, meskipun sederhana.

Obat Sintesis / Kimia

Pada permulaan abad ke 20, obat-obat kimia sintesis mulai tampak kemajuannya, yakni dengan ditemukannya obat-obat terkenal, seperti salvarsan dan aspirin sebagai pelopor, yang kemudian disusul oleh sejumlah obat lain. Sementara itu, perkembangan sejati baru tercapai dengan adanya penemuan dan penggunaan kemoterapeutika sulfatilamid (1935), serta penisilin (1940).

Sebetulnya, sudah lebih dari 2000 tahun diketahui bahwa borok bernanah dapat disembuhkan dengan menutupi luka menggunakan kapang-kapang tertentu. Akan tetapi, baru pada tahun 1928, khasiat obat ini diselidiki secara ilmiah oleh penemu penisilin, Dr. Alexander Fleming.

Sejak tahun 1945, ilmu kimia, fisika, dan kedokteran berkembang pesat, yaitu ditandai dengan adanya sintesis kimia, fermentasi, dan teknologi rekombinan (DNA) yang sangat menguntungkan bagi penelitian sistematis obat-obat baru. Beribu-ribu zat sintetik telah ditemukan dan rata-rata 500 zat mengakibatkan perkembangan revolusioner di bidang farmakoterapi sehingga kebanyakan obat kuno ditinggalkan dan diganti dengan obat-obat mutakhir.

Berbagai Nama Obat (Sinonim)

Sebetulnya, jenis obat tidak begitu banyak, tetapi karena obat dapat tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dengan berbagai jenis dan nama sehingga item obat menjadi sangat banyak. Adapun nama-nama obat yang umum digunakan adalah sebagai berikut :
a. Nama dagang atau obat paten, seperti viagra (pfizer), amoxil (beecham).
b. Nama resmi, misalnya acetaminophenum, methampyron, acidum folicum, dan lain sebagainya.
c. Nama kimia, contohnya asam asetil-salisilat, N-asetil paminofenol (parasetamol), chlortrimeton, phenilbhutazon, dan chlortetracycline.
d. Nama generik (non proprietary name), seperti parasetamol, antalgin, ampicillin, cefadroxil, amoxicillin, dan lain-lain.
e. Kelompok lain diantaranya :
1) obat generik biasa, tidak ada lambang logonya (obat standar),
2) obat generik berlogo, yang dibuat dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sama levelnya dengan FDA,
3) obat esensial,
4) obat tradisional,
5) kosmetik (kosmetika dekoratif, rawat, dan obat), dan
6) alat kesehatan.

Plus Minus Obat-obatanPermasalahan Seputar Obat

This entry was posted in Hidup Sehat Tanpa Obat. Bookmark the permalink.