Deteksi Dini Kanker Nasofaring

Deteksi Dini Kanker Nasofaring

Tingkat kematian pasien kanker nasofaring terbilang tinggi. Padahal jenis kanker ini sebetulnya bisa disembuhkan jika sejak awal sudah ditangani. Hanya karena terlambat ditangani, penderita kanker nasofaring sering kali segera tutup usia. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk waspada terhadap tanda dan gejala kanker nasofaring masih rendah. Oleh karena itu, yang pertama harus dilakukan sebagai metode deteksi dini kanker nasofaring sebenarnya adalah sosialisasi soal pengecekan kesehatan organ nasofaring.

Sebagaimana telah disebut berkali-kali, orang acap kali kurang tanggap dengan gejala-gejala kanker nasofaring jika stadiumnya masih awal. Bahkan ketika gejala itu sudah mulai jelas pun orang masih bergeming. Apalagi umumnya tidak ada gejala yang khas dari kanker nasofaring. Kalau seseorang pilek dan ternyata ingusnya berdarah, itu pun masih dianggap biasa oleh masyarakat.

Jangankan masyarakat, si penderita sendiri juga masih tenang-tenang saja menjalani kehidupannya; selama pilek berdarahnya masih bisa diatasi, aktivitas dan gaya hidupnya masih tetap berlangsung seperti hari-hari lalu. Sama sekali tak ada kecurigaan akan hadirnya kanker. Paling jauh gejala itu dianggap sebagai mimisan biasa. Bukan sebagai indikator adanya penyakit lain yang lebih serius. Ketika durasi mimisannya makin sering; barulah si penderita menemui dokter. Sayangnya hanya sedikit orang yang langsung menuju dokter THT. Rata-rata orang mendatangi dokter umum terlebih dahulu untuk mengatasi mimisannya. Celakanya, banyak juga dokter umum yang tidak tahu bahwa mimisan yang sedang dihadapinya adalah gejala kanker nasofaring. Maklum, gejala mimisan umum dijumpai pula pada penyakit THT lain seperti sinusitis dan pilek kronis. Padahal gejala mimisan yang sering diabaikan mengakibatkan kondisi tubuh kian menurun. Dan kondisi tubuh yang kian menurun justru memperburuk keadaan. Kankernya makin menjadi!

Jadi, metode deteksi dini yang paling tepat bagaimanapun juga memang penanaman kesadaran untuk waspada terhadap gejala-gejala awal kanker nasofaring. Ringkasnya, jika wilayah telinga – hidung – tenggorokan mengalami gangguan yang sedikit “luar biasa”; maka bersiaplah meluncur ke dokter spesialis THT. Tak usah ditunda-tunda lagi! Siapa tahu itu merupakan pertanda kanker nasofaring?

Seseorang yang bermaksud melakukan deteksi dini terhadap kanker nasofaring biasanya memang disarankan untuk menemui dokter spesialis THT (Telinga – Hidung – Tenggorokan). Dokter spesialis THT kemudian akan memeriksa tenggorokannya, juga kondisi kesehatan organ nasofaringnya secara menyeluruh. Jika ditemukan massa (benjolan) biasanya akan dilakukan biopsi. Biopsi atau pengambilan jaringan mutlak dilakukan untuk memastikan tingkat keganasan kankernya beserta jenis pengobatannya. Untuk memeriksa tumor ganas ini dokter juga harus menggunakan endoskopi, yakni alat pendeteksi kanker nasofaring yang dimasukkan ke lubang telinga penderita.

Pencegahan Kanker Nasofaring |

This entry was posted in Kanker Nasofaring. Bookmark the permalink.