Diagnosis Osteoporosis

Upaya Diagnosis Osteoporosis

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lain yang dapat menyebabkan osteoporosis. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan radiologi, radioisotop, MRI (Magnetic Resonance Imaging / pencitraan secara magnetik), serta pemeriksaan dengan densitometer (untuk mengetahui kepadatan tulang).

Untuk men diagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, serta dapat dilakukan dalam waktu 5 – 15 menit. DXA sangat berguna untuk :

* Perempuan yang memiliki resiko tinggi menderita osteoporosis.
* Penderita yang diagnosisnya belum pasti.
* Penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.

Gejala Osteoporosis | Pengobatan Osteoporosis

This entry was posted in Osteoporosis. Bookmark the permalink.