Faktor Resiko Stroke pada Usia Muda (Bagian 3)

Faktor Resiko Stroke pada Usia Muda – Penggolongan Faktor Resiko

L. Faktor Resiko Stroke Terkini

Penggolongan faktor resiko stroke didasarkan pada dapat atau tidaknya resiko tersebut ditanggulangi atau diubah dibedakan menjadi tiga :
1. Faktor resiko yang tidak dapat diubah atau dicegah atau dimodifikasi.
2. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi.
3. Faktor resiko yang sangat dapat dimodifikasi.

Pengenalan faktor-faktor resiko ini penting karena banyak pasien mempunyai faktor resiko lebih dari 1 (satu) faktor atau bahkan kadang-kadang faktor resiko ini diabaikan.

Setelah mengetahui, perlu dikenal juga bagaimana cara mengatasi atau menghindari faktor-faktor resiko dan cara-cara pemeriksaan faktor.

1. Faktor Resiko yang Tidak Dapat Diubah

a. Umur
Kemunduran sistem pembuluh darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia hingga makin bertambah usia makin tinggi kemungkinan mendapat stroke. Dalam statistik faktor ini menjadi 2 kali lipat setelah usia 55 tahun.

b. Jenis Kelamin
Stroke diketahui lebih banyak laki-laki dibanding perempuan. Kecuali umur 35 – 44 tahun dan diatas 85 tahun, lebih banyak diderita perempuan. Hal ini diperkirakan karena pemakaian obat-obat kontrasepsi dan usia harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibanding laki-laki.

c. Berat Lahir Rendah
Statistik di Inggris memungkinkan orang dengan berat bayi lahir rendah menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang lahir dengan berat normal. Namun hubungan antara keduanya belum diketahui secara pasti.

d. Ras
Penduduk Afrika-Amerika dan Hispanic-Amerika berpotensi stroke lebih tinggi dibanding Eropa-Amerika. Pada penelitian penyakit artherosklerosis terlihat bahwa penduduk kulit hitam mendapat serangan stroke 38% lebih tinggi dibanding kulit putih.

e. Faktor Keturunan
Adanya riwayat stroke pada orangtua meningkatkan faktor resiko stroke. Hal ini diperkirakan melalui beberapa mekanisme antara lain :
* Faktor genetik
* Faktor life style
* Penyakit-penyakit yang ditemukan
* Interaksi antara ketiga mekanisme tersebut.

f. Kelainan Pembuluh Darah Bawaan
Faktor ini sering tidak diketahui sebelum terjadi stroke.

2. Faktor Resiko yang Dapat Diubah

Banyak data menunjukkan bahwa penderita stroke yang pertama kali menunjukkan angka penurunan terjadinya stroke setelah penanggulangan faktor resikonya, terutama mengatasi faktor resiko artherosklerosis.

a. Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi
Makin tinggi tensi darah makin tinggi kemungkinan terjadinya stroke, baik perdarahan maupun bukan.

b. Merokok
Penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor resiko terjadinya stroke, terutama dalam kombinasi dengan faktor resiko yang lain, misal pada kombinasi merokok dan pemakaian obat kontrasepsi. Hal ini juga ditunjukkan pada perokok pasif. Merokok meningkatkan terjadinya thombus karena terjadinya artherosklerosis.

c. Diabetes
Penderita diabetes cenderung menderita artherosklerosis dan meningkatkan terjadinya hipertensi, kegemukan, dan kenaikan lemak darah. Kombinasi hipertensi dan diabetes sangat menaikkan komplikasi diabetes, termasuk stroke. Pengendalian diabetes sangat menurunkan terjadinya stroke.

d. Penyakit Jantung / Atrial Fibrilation
Penderita penyakit katup jantung dengan atau tanpa atrium fibrilasi membutuhkan obat pengencer darah. Atrium fibrilasi, apapun penyebabnya, dapat menyebabkan terjadinya emboli / jendalan darah yang memicu terjadinya stroke.

e. Kenaikan Kadar Kolesterol / Lemak Darah
Penelitian menunjukkan angka stroke meningkat pada pasien dengan kadar kolesterol diatas 240mg%. Setiap kenaikan 38,7 mg% menaikkan angka stroke 25%. Sedangkan kenaikan HDL 1 m mol (38,7 mg%) menurunkan terjadinya stroke setinggi 47%. Demikian juga kenaikan trigliserid menaikkan jumlah terjadinya stroke. Pemberian obat-obat antikolesterol jenis statin sangat menurunkan terjadinya stroke.

f. Penyempitan Pembuluh Darah Carotis
Pembuluh darah carotis berasal dari pembuluh darah jantung yang menuju ke otak dan dapat diraba pada leher. Penyempitan pembuluh darah ini kadang-kadang tak menimbulkan gejala dan hanya diketahui dengan pemeriksaan. Penyempitan > 50% ditemukan pada 7% pasien laki-laki dan 5% pada perempuan pada umur diatas 65 tahun. Pemberian obat-obat aspirin dapat mengurangi terjadinya stroke, namun pada beberapa pasien dianjurkan dikerjakan carotid endarterectomy.

g. Gejala Sickle Cel
Penyakit ini diturunkan, kadang-kadang tanpa gejala apapun. Beberapa menunjukkan gejala anemia hemolitik dengan episode nyeri pada anggota badan, penyumbatan-penyumbatan pembuluh darah termasuk stroke.

h. Penggunaan Terapi Sulih Hormon
Penggunaan terapi sulih hormon dianjurkan untuk mencegah terjadinya stroke dan penyakit jantung vaskuler, namun pada beberapa penelitian pada pemakaian 6 bulan berturut-turut meningkatkan terjadinya stroke pada pemakaian restradol. Pemakaian sulih hormon untuk mencegah stroke tidak dianjurkan.

i. Diet dan Nutrisi
Asupan makanan yang mengandung banyak sayur dan buah mengurangi terjadinya stroke. Pemakaian garam dapur berlebihan meningkatkan terjadinya stroke. Mungkin ini dikaitkan dengan terjadinya kenaikan tensi.

Berbagai macam bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita setiap hari. Selain kaya akan nutrisi, makanan-makanan ini juga berkhasiat menurunkan kolesterol atau kadar lemak jahat dalam tubuh kita.

* Kacang-kacangan
Selain bekatul, kacang-kacangan kaya serat terutama yang larut, bisa membantu menurunkan kolesterol. Mengonsumsi satu cangkir segala jenis kacang-kacangan per hari, teruatam kacang merah atau kacang pinto, dapat menurunkan kolesterol hingga 10% dalam enam minggu.
Untuk mendapat manfaat kesehatan terbaik, baik FDA dan Institut Kanker Nasional (NCI) Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi 25-30 gram serat setiap harinya. Untuk kacang-kacangan, konsumsi lima porsi atau lebih setiap minggunya.

* Kedelai
Mengurangi lemak jenuh merupakan langkah terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol. Ganti daging dan keju dengan makanan berbahan kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai. Kandungan isoflavon pada kedelai dapat membantu menurunkan LDL (Low Density Lipoprotein) alias kolesterol jahat.
Lemak jenuh tidak baik untuk jantung karena hati menggunakan lemak jenuh untuk membuat kolesterol. Jadi mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama LDL. Konsumsi setidaknya 25 gram protein kedelai setiap harinya untuk membantu menurunkan kolesterol.

* Avokad
Avokad merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik dan dapat meningkatkan HDL. Selain itu, juga mengandung betasitosterol yang dapat mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dari makanan. Kombinasi betasitosterol dan lemak tak jenuh tunggal membuat avokad merupakan makanan yang baik untuk memecah kolesterol.
Meski begitu, avokad mempunyai kalori yang sedikit tinggi. Untuk itu, jangan menambahkan avokad dengan campuran makanan tinggi lemak. Asosiasi jantung Amerika (AHA) merekomendasikan 15% kalori harian diambil dari lemak tak jenuh tunggal seperti yang terkandung pada acokad. Ini sama artinya dengan 30 gram lemak tak jenuh tunggal. Sebagai gambaran, satu buah advokad mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak.

* Ikan Salmon
Ikan salmon merupakan sumber protein terbaik karena tinggi asam lemak omega-3 yang disebut EPA dan DHA yang baik untuk jantung. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 yang terkandung pada ikan salmon dan ikan air dingin lainnya dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL), trigliserida, dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Untuk mendapatkan omega-3, pilih ikan salmon, trout, herring, sardin, dan makarel. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) merekomendasikan konsumsi ikan salmon setidaknya dua porsi seminggu.

* Cokelat
Untuk mendapatkan efek terhadap kesehatan jantung, pilihlah cokelat hitam atau yang tidak manis. Dibandingkan dengan cokelat susu, cokelat hitam mengandung tiga kali lebih banyak flavonoid yang merupakan antioksidan. Cokelat putih tidak mengandung flavonoid. Makan satu ons (28,3 gram) cokelat setiap hari akan meningkatkan kolesterol HDL dan mencegah oksidasi kolesterol jahat. Ingat, jangan terlalu banyak, kalau tidak mau berat badan bertambah.

* Bawang Putih
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah penggumpalan dan menurunkan tekanan darah, serta melindungi tubuh terhadap infeksi. Namun, penelitian lain juga membuktikan bahwa bawang putih dapat menghentikan plak pada arteri pada tahap awal. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, konsumsi 2-4 siung bawang putih segar setiap hari.

* Margarin
Ada dua jenis margarin yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, yaitu Take Control dan Benecol. Sayangnya, margarin ini sepertinya belum beredar luas di Indonesia. Margarin Take Control dibuat dari sterol tumbuhan yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL hingga 14%. Begitu juga dengan margarin Benecol yang bekerja seperti Take Control. Akan tetapi, ada efek samping yang ditimbulkan kedua margarin tersebut, yaitu mengurangi penyerapan betakaroten.

* Bayam
Bayam banyak mengandung lutein, zat warna kuning yang ditemukan pada daun sayuran berwarna hijau dan kuning telur. Lutein memperlambat terjadinya kebutaan pada orangtua. Konsumsi setengah cangkir makanan kaya lutein setiap hari dapat mencegah terjadinya serangan jantung.

* Kacang Walnut, Mete, dan Almond
Diet lemak secara moderat yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal pada kacang, dua kali lebih baik untuk jantung daripada diet rendah lemak. Kacang juga mengandung vitamin E, magnesium, tembaga, dan fitokemikal yang berhubungan dengan kesehatan jantung. Walnut juga kaya akan omega-3.
Karena kacang tersebut tinggi kalori, sebaiknya konsumsi dalam jumlah moderat. Simpan kacang yang sudah dipotong dalam lemari pendingin. Taburkan sebanyak dua sendok makan pada sereal, salad, ataupun yoghurt. Konsumsi dua sendok makan kacang cincang lima kali atau segenggam kecil sebagai makanan selingan 3-4 kali seminggu.

* Teh
Teh mempunyai kandungan antioksidan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa teh menjaga kelenturan pembuluh darah dan mencegah penggumpalan darah. Flavonoid, antioksidan utama pada teh, terbukti mampu mencegah terjadinya oksidasi LDL yang dapat membentuk plak pada dinding arteri. Antioksidan juga dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Sebaiknya konsumsi satu cangkir teh setiap hari.

j. Latihan Fisik
Kegiatan fisik yang teratur dapat mengurangi terjadinya stroke (>= 30 emnit gerakan moderat setiap hari).

k. Kegemukan
BMI (Body Mass Index) yaitu BB (kg) = TB (m) > 25 – 29.9 dikategorikan berat berlebih (over weight). Sedang > 30 dikategorikan obesitas. Central obesitas / gemuk perut dihitung jika lingkar perut > 102 cm pada laki-laki dan > 88 cm pada perempuan.

Kegemukan meningkatkan terjadinya stroke, baik jenis penyumbatan ataupun perdarahan. Penurunan berat badan akan menurunkan juga tekanan darah.

3. Faktor Resiko yang Sangat Dapat Diubah

a. Metabolik Sindrom
Dikatakan metabolik sindrom jika terdapat 3 atau lebih gejala-gejala sebagai berikut :
* Gemuk perut
* Trigliceride > 150 mg%
* HDL < 40 mg%
* Tensi >= 130 / >= 85 mm Hg
* Gula puasa >= 110 mg%
* Perubahan gaya hidup, pola makan, penurunan BB, dan diet seimbang akan menurunkan terjadinya stroke.

b. Pemakaian Alkohol Berlebihan
Pemakaian alkohol berlebihan memicu terjadinya stroke. Pemakaian jumlah sedikit dapat menaikkan HDL kolesterol dan mengurangi perlengketan trombosit dan menurunkan kadar fibrinogen. Alkohol berlebihan akan menyebabkan peningkatan tensi darah, darah gampang menjendal, penurunan aliran darah, dan juga atrium fibrilasi.

c. Drug Abuse / Narkoba
Pemakaian obat-obat terlarang seperti kokain, amfetamin, heroin, dan sebagainya meningkatkan terjadinya stroke. Obat-obat ini dapat mempengaruhi tensi darah secara tiba-tiba, menyebabkan terjadinya emboli karena adanya endokarditis dan menaikkan kekentalan darah dan perlengketan trombosit.

d. Pemakaian Obat Kontrasepsi (OC)
Resiko stroke meningkat jika memakai OC dengan dosis obstradial >= 50 ug. Umumnya, resiko stroke terjadi jika pemakaian ini dikombinasi dengan adanya usia > 35 tahun, perokok, hipertensi, diabetes, dan migrain.

e. Gangguan Pola Tidur
Penelitian membuktikan bahwa tidur ngorok meningkatkan terjadinya stroke. Pola tidur ngorok sering disertai apneu (henti nafas) yang tidak hanya berpotensi menyebabkan stroke, tetapi juga gangguan jantung. Hal ini disebabkan penurunan aliran darah ke otak, kenaikan tensi, dan sebagainya. Pengobatan dilakukan dengan pemeriksaan yang cermat dengan mencari penyebabnya.

f. Kenaikan Homocystein
Homocystein adalah sulpenydril yang mengandung asam amino dan diet yang mengandung methirin. Kenaikan homocystein meningkatkan artheriosclerosis. Diet kaya sayur dan buah akan menurunkan homocystein.

g. Kenaikan Lipoprotein (a)
Lipid protein kompleks yang meningkat merupakan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Lp (a) merupakan partikel dari LDL dan peningkatannya akan meningkatkan terjadinya trombosis dengan mekanisme menghambat plasminogen aktivator. Pengobatan dengan niacin akan menurunkan lp (a).

h. Hypercoagubility
Ada kecenderungan darah mudah mengumpal dikarenkan adanya autiphospolipid antibody. Tes dapat dikerjakan dengan pemeriksaan anticardiolipin antibody dan anticoagulant lypus.

i. Peradangan
Infeksi dan peradangan pembuluh darah antara lain TBC, syphilis, AIDS, cacing dapat memicu terjadinya stroke. Kebersihan dan pola hidup sehat diperlukan untuk mencegahnya.

Faktor Resiko Stroke pada Usia Muda (Bagian 2) | Komplikasi Lanjut pada Stroke

This entry was posted in Stroke. Bookmark the permalink.