Frekuensi Berkemih dengan Jumlah Total Air Kemih

Sebagian besar orang melakukan buang air kecil sebanyak 4 – 6 kali/hari, terutama pada siang hari. Frekuensi (seringnya berkemih) tanpa disertai peningkatan dalam jumlah total air kemih dalam sehari, merupakan suatu gejala dari infeksi kandung kemih atau iritasi kandung kemih (misalnya karena benda asing, batu, atau tumor).

a. Poliuria
Berarti peningkatan volume urin yang terus meningkat. Pengeluaran urin yang normal sekiatr 1500 ml per hari dan berubah-ubah sesuai dengan jumlah cairan yang diminum. Poliuria ini akibat insufisiensi ginjal  karena gangguan penyakit yang menyerang tubulus, meskipun biasanya poliuria bersifat sedang dan jarang mencapai 3 liter per hari.

Tumor atau massa lainnya yang menekan kandung kemih juga bisa menyebabkan peningkatan frekuensi berkemih. Peradangan kandung kemih juga bisa menyebabkan disuria (nyeri ketika berkemih) dan urgensi (desakan untuk berkemih), yang bisa dirasakan sebagai tenesmus (nyeri ketika mengedan yang hampir dirasakan terus menerus). Jumlah air kemih biasanya sedikit, tetapi jika penderita tidak segera berkemih, air kemih bisa keluar dengan sendirinya (kontrol terhadap berkemih hilang).

b. Nokturia
Adalah kondisi sering berkemih pada malam hari, dimana pengeluaran urin menetap sampai sejumlah 700 ml. Dalam keadaan normal perbandingan jumlah urin siang hari dan malam hari adalah 3:1 atau 4:1. Nokturia bisa terjadi pada stadium awal penyakit ginjal, tetapi bisa juga karena respsons kegelisahan atau sesaat sebelum tidur seseorang terlalu banyak minum, terutama alkohol, kopi, atau teh. Nokturia terjadi karena ginjal tidak dapat memekatkan air kemih dengan baik.

Nokturia, terjadi pada penderita gagal jantung, gagal hati atau diabetes, meskipun tidak terdapat kelainan pada saluran kemihnya.

Nokturia dengan jumlah air kemih yang sangat sedikit bisa terjadi jika air kemih mengalir balik ke kandung kemih karena adanya penyumbatan. Salah satu penyebabnya yang paling sering ditemukan pada pria lanuut usia adalah pembesaran kelenjar prostat.

c. Enuresis
Ngompol pada usia 2-3 tahun merupakan hal yang normal. Enuresis yang terjadi setelah usia 3 tahum, menunjukkan adanya suatu masalah, misalnya :
* tertundanya kematangan otot dan saraf pada saluran kemih bagian bawah
* infeksi atau penyempitan uretra
* neurogenic bladder (tidak adekuatnya pengontrolan saraf kandung kemih)

Gejala-gejala yang sering ditemukan pada penyumbatan uretra adalah :
* keraguan untuk memulai berkemih
* kebutuhan untuk mengedan
* aliran yang lemah atau menetes
* setelah selesai berkemih, air kemih masih menetes

Pada pria, gejala tersebut paling sering disebabkan oleh pembesaran prostat dan penyimpatan uretra (struktur uretra). Gejala yang sama pada anak laki-laki, bisa menunjukkan adanya kelainan bawaan berupa penyempitan uretra atau lubang uretra yang sangat kecil. Lubang uretra yang kecil juga bisa ditemukan pada wanita.

d. Inkontinensia urin
Ketidakmampuan menahan buang air kecil, bisa terjadi pada berbagai keadaan. Sistokel (herniasi/burut kandung kemih kedalam vagina), air kemih bisa keluar ketika penderita tertawa, batuk, lari atau mengangkat beban berat. Sistokel biasanya terjadi akibat peregangan dan lemahnya otot panggul (karena melahirkan) atau akibat adanya perubahan kadar hormon  estrogen pada saat menopause.

Penyumbatan pada aliran dari kandung kemih bisa menyebabkan inkontinensia jika tekanan didalam kandung kemih melebihi tahanan dari penyumbatan, meskipun kandung kemih tidak sepenuhnya menjadi kosong.

Adanya gas didalam air kemih merupakan gejala yang jarang terjadi, yang biasanya menunjukkan adanya fistula (hubungan yang abnormal) antara saluran kemih dan usus. Suatu fistula bisa merupakan komplikasi dari divertikulitis, abses, maupun kanker. Fistula diantara kandung kemih dan vagina bisa juga menyebabkan terdapatnya gas didalam air kemih. Kadang bakteri didalam air kemih juga membentuk gas.

Jumlah air kemih yang sangat banyak melebihi 2,25 liter biasanya merupakan akibat dari :
* tingginya kadar gula darah
* rendahnya kadar hormon antidiuretik yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis pada otak (diabetes insipidus)
* berkurangnya respon terhadap hormon antidiuretik (diabetes insipidus nefrogenik)

Penyakit ginjal atau penyumbatan pada ureter, kandung kemih atau uretra bisa secara mendadak menyebabkan berkurangnya produksi air kemih sampai kurang dari 2 cangkir/hari. Jika produksi air kemih dengan jumlah kurang dari 1 cangkir/hari terus berlanjut, bisa terjadi penimbunan limbah metabolik didalam darah (azotemia). Penurunan jumlah air kemih ini bisa menunjukkan adanya gagal ginjal akut atau memburuknya suatu kelainan ginjal kronis.

Air kemih (urin) yang encer hampir tidak berwarna, sedangkan urin yang pekat berwarna kuning tua. Zat warna pada makanan bisa menyebabkan urin berwarna merah, sedangkan obat-obatan bisa menyebabkan urin berwarna coklat, hitam, biru, hijau atau merah. Selain karena makanan atau obat-obatan, urin yang tidak berwarna kuning adalah abnormal.

Urin coklat mungkin mengandung hasil pemecahan hemoglobin (protein pengangkut oksigen didalam sel darah merah) atau protein otot. urin yang mengandung zat warna akibat porfiria menjadi merah, sedangkan zat warna akibat melanoma menyebabkan urin menjadi hitam. Urin yang keruh menunjukkan adanya nanah akibat infeksi saluran kemih atau kristal garam dari asam urat maupun asam fosfat. Penyebab dari warna urin yang abnormal bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap sedimen urin dan analisa kimia urin.

e. Hematuria
Terdapat darah didalam urin, akan menyebabkan urin berwarna merah atau coklat, tergantung kepada jumlah darah, lamanya darah berada didalam urin dan keasaman urin. Hematuria tanpa disertai nyeri bisa terjadi akibat kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Hematuria ini biasanya hilang timbul, dan perdarahan berhenti secara spontan meskipun kankernya masih ada.
Penyebab lain dari hematuria adalah :
– glomerulonefritis
– batu ginjal
– kista ginjal
– penyakit sel sabit
– hidronefrosis

Nyeri akibat penyakit ginjal biasanya dirasakan di punggung, yaitu di daerah flank (diantara tulang rusuk dan pinggul bagian belakang). Kadang nyerinya menjalar ke tengah-tengah perut. Penyebabnya adalah peregangan kapsula renalis (bagian luar ginjal, yang peka terhadap nyeri), hal ini bisa terjadi pada berbagai keadaan yang menyebabkan pembengkakan jaringan ginjal. Jika daerah ginjal ditekan, seringkali timbul rasa nyeri.

Jika sebuah batu ginjal melewati ureter, akan timbul nyeri yang hebat. Sebagai respon terhadap batu, ureter berkontraksi sehingga terjadi nyeri kram yang hebat di punggung bagian bawah, yang sering menjalar ke selangkangan. Jika batu telah sampai ke kandung kemih, maka nyeri akan menghilang.

Nyeri pada kandung kemih paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Nyeri ini biasanya dirasakan diatas tulang kemaluan dan pada ujung uretra ketika berkemih. Penyumbatan aliran urin juga menyebabkan nyeri diatas tulang kemaluan, tetapi jika penyumbatannya terjadu secara lambat, biasanya pelebaran kandung kemih tidak disertai dengan nyeri.

Kanker dan pembesaran prostat biasanya tidak menimbulkan nyeri, tetapi peradangan prostat (prostatitis) bisa menyebabkan nyeri yang samar-samar atau rasa penuh di daerah antara anus dan kelamin. Pada saat ejakulasi, kadang keluar semen yang berdarah. Hal ini bisa terjadi pada pria yang menderita kelainan pembekuan.

Ginjal Tidak Berfungsi

Sebagian besar orang melakukan buang air kecil sebanyak 4 – 6 

kali/hari, terutama pada siang hari. Frekuensi (seringnya berkemih)tanpa disertai peningkatan dalam jumlah total air kemih dalam sehari,

merupakan suatu gejala dari infeksi kandung kemih atau iritasi

kandung kemih (misalnya karena benda asing, batu, atau tumor).

a. Poliuria
Berarti peningkatan volume urin yang terus meningkat. Pengeluaran

urin yang normal sekiatr 1500 ml per hari dan berubah-ubah sesuai

dengan jumlah cairan yang diminum. Poliuria ini akibat insufisiensi

ginjal  karena gangguan penyakit yang menyerang tubulus, meskipun

biasanya poliuria bersifat sedang dan jarang mencapai 3 liter per

hari.

Tumor atau massa lainnya yang menekan kandung kemih juga bisa

menyebabkan peningkatan frekuensi berkemih. Peradangan kandung kemih

juga bisa menyebabkan disuria (nyeri ketika berkemih) dan urgensi

(desakan untuk berkemih), yang bisa dirasakan sebagai tenesmus (nyeri

ketika mengedan yang hampir dirasakan terus menerus). Jumlah air

kemih biasanya sedikit, tetapi jika penderita tidak segera berkemih,

air kemih bisa keluar dengan sendirinya (kontrol terhadap berkemih

hilang).

b. Nokturia
Adalah kondisi sering berkemih pada malam hari, dimana pengeluaran

urin menetap sampai sejumlah 700 ml. Dalam keadaan normal

perbandingan jumlah urin siang hari dan malam hari adalah 3:1 atau

4:1. Nokturia bisa terjadi pada stadium awal penyakit ginjal, tetapi

bisa juga karena respsons kegelisahan atau sesaat sebelum tidur

seseorang terlalu banyak minum, terutama alkohol, kopi, atau teh.

Nokturia terjadi karena ginjal tidak dapat memekatkan air kemih

dengan baik.

Nokturia, terjadi pada penderita gagal jantung, gagal hati atau

diabetes, meskipun tidak terdapat kelainan pada saluran kemihnya.

Nokturia dengan jumlah air kemih yang sangat sedikit bisa terjadi

jika air kemih mengalir balik ke kandung kemih karena adanya

penyumbatan. Salah satu penyebabnya yang paling sering ditemukan pada

pria lanuut usia adalah pembesaran kelenjar prostat.

c. Enuresis
Ngompol pada usia 2-3 tahun merupakan hal yang normal. Enuresis yang

terjadi setelah usia 3 tahum, menunjukkan adanya suatu masalah,

misalnya :
* tertundanya kematangan otot dan saraf pada saluran kemih bagian

bawah
* infeksi atau penyempitan uretra
* neurogenic bladder (tidak adekuatnya pengontrolan saraf kandung

kemih)

Gejala-gejala yang sering ditemukan pada penyumbatan uretra adalah :
* keraguan untuk memulai berkemih
* kebutuhan untuk mengedan
* aliran yang lemah atau menetes
* setelah selesai berkemih, air kemih masih menetes

Pada pria, gejala tersebut paling sering disebabkan oleh pembesaran

prostat dan penyimpatan uretra (struktur uretra). Gejala yang sama

pada anak laki-laki, bisa menunjukkan adanya kelainan bawaan berupa

penyempitan uretra atau lubang uretra yang sangat kecil. Lubang

uretra yang kecil juga bisa ditemukan pada wanita.

d. Inkontinensia urin
Ketidakmampuan menahan buang air kecil, bisa terjadi pada berbagai

keadaan. Sistokel (herniasi/burut kandung kemih kedalam vagina), air

kemih bisa keluar ketika penderita tertawa, batuk, lari atau

mengangkat beban berat. Sistokel biasanya terjadi akibat peregangan

dan lemahnya otot panggul (karena melahirkan) atau akibat adanya

perubahan kadar hormon  estrogen pada saat menopause.

Penyumbatan pada aliran dari kandung kemih bisa menyebabkan

inkontinensia jika tekanan didalam kandung kemih melebihi tahanan

dari penyumbatan, meskipun kandung kemih tidak sepenuhnya menjadi

kosong.

Adanya gas didalam air kemih merupakan gejala yang jarang terjadi,

yang biasanya menunjukkan adanya fistula (hubungan yang abnormal)

antara saluran kemih dan usus. Suatu fistula bisa merupakan

komplikasi dari divertikulitis, abses, maupun kanker. Fistula

diantara kandung kemih dan vagina bisa juga menyebabkan terdapatnya

gas didalam air kemih. Kadang bakteri didalam air kemih juga

membentuk gas.

Jumlah air kemih yang sangat banyak melebihi 2,25 liter biasanya

merupakan akibat dari :
* tingginya kadar gula darah
* rendahnya kadar hormon antidiuretik yang dihasilkan oleh kelenjar

hipofisis pada otak (diabetes insipidus)
* berkurangnya respon terhadap hormon antidiuretik (diabetes

insipidus nefrogenik)

Penyakit ginjal atau penyumbatan pada ureter, kandung kemih atau

uretra bisa secara mendadak menyebabkan berkurangnya produksi air

kemih sampai kurang dari 2 cangkir/hari. Jika produksi air kemih

dengan jumlah kurang dari 1 cangkir/hari terus berlanjut, bisa

terjadi penimbunan limbah metabolik didalam darah (azotemia).

Penurunan jumlah air kemih ini bisa menunjukkan adanya gagal ginjal

akut atau memburuknya suatu kelainan ginjal kronis.

Air kemih (urin) yang encer hampir tidak berwarna, sedangkan urin

yang pekat berwarna kuning tua. Zat warna pada makanan bisa

menyebabkan urin berwarna merah, sedangkan obat-obatan bisa

menyebabkan urin berwarna coklat, hitam, biru, hijau atau merah.

Selain karena makanan atau obat-obatan, urin yang tidak berwarna

kuning adalah abnormal.

Urin coklat mungkin mengandung hasil pemecahan hemoglobin (protein

pengangkut oksigen didalam sel darah merah) atau protein otot. urin

yang mengandung zat warna akibat porfiria menjadi merah, sedangkan

zat warna akibat melanoma menyebabkan urin menjadi hitam. Urin yang

keruh menunjukkan adanya nanah akibat infeksi saluran kemih atau

kristal garam dari asam urat maupun asam fosfat. Penyebab dari warna

urin yang abnormal bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan

mikroskopik terhadap sedimen urin dan analisa kimia urin.

e. Hematuria
Terdapat darah didalam urin, akan menyebabkan urin berwarna merah

atau coklat, tergantung kepada jumlah darah, lamanya darah berada

didalam urin dan keasaman urin. Hematuria tanpa disertai nyeri bisa

terjadi akibat kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Hematuria ini

biasanya hilang timbul, dan perdarahan berhenti secara spontan

meskipun kankernya masih ada.
Penyebab lain dari hematuria adalah :
– glomerulonefritis
– batu ginjal
– kista ginjal
– penyakit sel sabit
– hidronefrosis

Nyeri akibat penyakit ginjal biasanya dirasakan di punggung, yaitu di

daerah flank (diantara tulang rusuk dan pinggul bagian belakang).

Kadang nyerinya menjalar ke tengah-tengah perut. Penyebabnya adalah

peregangan kapsula renalis (bagian luar ginjal, yang peka terhadap

nyeri), hal ini bisa terjadi pada berbagai keadaan yang menyebabkan

pembengkakan jaringan ginjal. Jika daerah ginjal ditekan, seringkali

timbul rasa nyeri.

Jika sebuah batu ginjal melewati ureter, akan timbul nyeri yang

hebat. Sebagai respon terhadap batu, ureter berkontraksi sehingga

terjadi nyeri kram yang hebat di punggung bagian bawah, yang sering

menjalar ke selangkangan. Jika batu telah sampai ke kandung kemih,

maka nyeri akan menghilang.

Nyeri pada kandung kemih paling sering disebabkan oleh infeksi

bakteri. Nyeri ini biasanya dirasakan diatas tulang kemaluan dan pada

ujung uretra ketika berkemih. Penyumbatan aliran urin juga

menyebabkan nyeri diatas tulang kemaluan, tetapi jika penyumbatannya

terjadu secara lambat, biasanya pelebaran kandung kemih tidak

disertai dengan nyeri.

Kanker dan pembesaran prostat biasanya tidak menimbulkan nyeri,

tetapi peradangan prostat (prostatitis) bisa menyebabkan nyeri yang

samar-samar atau rasa penuh di daerah antara anus dan kelamin. Pada

saat ejakulasi, kadang keluar semen yang berdarah. Hal ini bisa

terjadi pada pria yang menderita kelainan pembekuan.

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.