Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik

Macam-macam Gagal Ginjal

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut (GGA) atau acute renal failure (ARF) adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara mendadak dan cepat (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) sehingga kemampuan ginjal dalam membersihkan darah dari bahan-bahan racun menurun pula menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah (misalnya ureum dan kreatinin). Gagal ginjal akut biasanya dapat sembuh seperti sediakala dan tidak menimbulkan gejala, yang dapat dilihat dengan pemeriksaan laboratorium darah, yaitu adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Penyebab * Berkurangnya aliran darah ke ginjal : perdarahan yang hebat, dehidrasi berat (muntah, diare), cedera fisik yang menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah, kegagalan jantung untuk memompa darah. * Penyumbatan aliran kemih setelah meninggalkan ginjal : batu, tumor yang menekan saluran kemih, pembesaran prostat * Trauma pada ginjal * Keracunan : obat, jengkol Gejala * Berkurangnya produksi air kemih (oliguria = volume air kemih berkurang atau anuria = sama sekali tidak terbentuk air kemih) * Nokturia (berkemih di malam hari) * Pembengkakan tungkai, kaki atau pergelangan kaki * Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan) * Berkurangnya rasa, terutama di tangan atau kaki * Perubahan mental atau suasana hati * Kejang * Tremor tangan * Mual, muntah * Darah dalam urin (10%) Gejala yang timbul tergantung kepada beratnya kegagalan ginjal, progresivitas penyakit dan penyebabnya. Keadaan yang menimbulkan terjadinya kerusakan ginjal biasanya menghasilkan gejala-gejala serius yang tidak berhubungan dengan ginjal. Sebagai contoh, demam tinggi, syok, kegagalan jantung dan kegagalan hati, bisa terjadi sebelum kegagalan ginjal dan bisa lebih serius dibandingkan gejala gagal ginjal. Gagal Ginjal Akut Kronik

Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (GGK) atau chronic kidney disease (CKD) adalah : 1. Kerusakan ginjal > 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan : * Kelainan patologik * Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria atau kelainan pada pemeriksaan pencitraan 2. Laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit/1,73m² selama > 3 bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal Penyebab Cukup banyak antara lain ginjal polikistik, tuberkulosis ginjal, nefritis lupus, diabetes mellitus, gout, pembesaran prostat, batu saluran kemih, hipertensi, trauma langsung pada ginjal, infeksi berulang pada saluran kemih. Penurunan fungsi ginjal ini bersifat progresif dan ireversibel Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, klasifikasi stadium (ada 5 stadium) ditentukan oleh nilai laju filtrasi glomerulus, yaitu stadium yang lebih tinggi menunjukkan nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah. Stadium 1 adalah kerusakan ginjal dengan fungsi ginjal yang masih normal, stadium 2 kerusakan ginjal dengan penurunan fungsi ginjal yang ringan, stadium 3 kerusakan ginjal dengan penurunan fungsi ginjal yang sedang, stadium 4 kerusakan ginjal dengan berat fungsi ginjal, dan stadium 5 adalah gagal ginjal terminal. Faktor resiko Diabetes mellitus atau hipertensi, obesitas atau perokok, berumur lebih dari 50 tahun, dan individu dengan riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit ginjal dalam keluarga. Pencegahan Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini. Berbagai upaya pencegahan yang telah terbukti bermanfaat dalam mencegah penyakit ginjal dan jantung pembuluh darah, yaitu pengobatan hipertensi (makin rendah tekanan darah makin kecil resiko penurunan fungsi ginjal), pengendalian gula darah, lemak darah, anemia, penghentian merokok, peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian berat badan.

Mencegah Batu Ginjal

Gagal ginjal akut (GGA) atau acute renal failure (ARF) adalah suatu  keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara mendadak dan cepat (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) sehingga kemampuan ginjal dalam membersihkan darah dari bahan-bahan racun menurun pula menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah (misalnya ureum dan kreatinin). Gagal ginjal akut biasanya dapat sembuh seperti sediakala dan tidak menimbulkan gejala, yang dapat dilihat dengan pemeriksaan laboratorium darah, yaitu adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Penyebab : * Berkurangnya aliran darah ke ginjal : perdarahan yang hebat, dehidrasi berat (muntah, diare), cedera fisik yang menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah, kegagalan jantung untuk memompa darah. * Penyumbatan aliran kemih setelah meninggalkan ginjal : batu, tumor yang menekan saluran kemih, pembesaran prostat * Trauma pada ginjal * Keracunan : obat, jengkol Gejala : * Berkurangnya produksi air kemih (oliguria = volume air kemih berkurang atau anuria = sama sekali tidak terbentuk air kemih) * Nokturia (berkemih di malam hari) * Pembengkakan tungkai, kaki atau pergelangan kaki * Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan) * Berkurangnya rasa, terutama di tangan atau kaki * Perubahan mental atau suasana hati * Kejang * Tremor tangan * Mual, muntah * Darah dalam urin (10%) Gejala yang timbul tergantung kepada beratnya kegagalan ginjal, progresivitas penyakit dan penyebabnya. Keadaan yang menimbulkan terjadinya kerusakan ginjal biasanya menghasilkan gejala-gejala serius yang tidak berhubungan dengan ginjal. Sebagai contoh, demam tinggi, syok, kegagalan jantung dan kegagalan hati, bisa terjadi sebelum kegagalan ginjal dan bisa lebih serius dibandingkan gejala gagal ginjal.

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.