Gejala Batu Ginjal

Mendeteksi Batu Ginjal

Untuk mengetahui adanya batu di dalam ginjal biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dialami, kemudian melakukan tes sebagai berikut :

* Foto rontgen dari ginjal, ureter, dan kandung kemih untuk menunjukkan adanya batu ginjal
* Ultrasonografi ginjal, merupakan tes noninvasif yang mempergunakan gelombang frekuensi tinggi akan mendeteksi obstruksi dan perubahannya.
* Pemberian intravena zat pewarna dan scan memberi konfirmasi diagnosis dan menentukan ukuran dan lokasi batu ginjal.
* Analisis batu untuk mengetahui kandungan mineralnya.
* Analisis kultur urin untuk menunjukkan jenis bakteri penyebab infeksi, dan lain-lain.

Jika batu ginjal masih kecil bentuknya, biasanya minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu dan jika batu telah terbuang, maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Namun kadangkala, batu yang berukuran terlalu besar tidak bisa keluar begitu saja lewat urin. Bila hal ini terjadi maka menimbulkan rasa sakit dan mungkin dapat menimbulkan sumbatan akibat terhambatnya aliran urin keluar sehingga diperlukan tindakan operasi pengeluaran batu.

Bila batu ginjal berpindah ke bagian pelvis ginjal, dapat menyumbat aliran urin dan ginjal pun dapat membengkak, sehingga dapat mengganggu kerja ginjal.

Cara untuk pencegahan batu ginjal tergantung kepada komposisi batu ginjal yang ditemukan pada penderita. Batu ginjal tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal di dalam air kemih. Biasanya komposisi pembentuk ginjal adalah kalsium dan asam urat.

Jika komposisi pembentuk batu ginjal adalah kalsium maka dianjurkan untuk banyak minum air putih (8-10 gelas/hari) dan melakukan diet rendah kalsium. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami kadra kalsium di dalam air kemih sangat tinggi.

Komposisi kedua pembentuk batu ginjal adalah asam urat. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah, karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa), bisa diberikan kalium sitrat. Dan sangat dianjurkan untuk banyak minum air putih. Selain itu dianjurkan untuk mengurangi asupan daging, ikan dan unggas, karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih.

Batu Ginjal

Gejala Klinis Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal biasanya sulit dideteksi pada awalnya karena tidak menimbulkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Pada umumnya, gejala penyakit berupa nyeri, yang terasa di satu sisi pinggang atau perut, dapat menjalar ke alat kelamin (buah pelir, penis, vulva), muncul mendadak, hilang timbul, dan intensitasnya kuat. Nyeri ginjal, yang terasa di pinggang, tidak menjalar, terjadi akibat regangan kapsul ginjal, sering berhubungan dengan mual dan muntah. Nyeri kandung kemih (buli-buli), terasa di bawah pusat. Rasa ingin kencing sehingga terasa sakit. Rasa nyeri saat kencing atau sulit kencing. Frekuensi kencing yang lebih sering dari biasanya. Terdapat darah atau sel darah merah (eritrosit) di air seni. Produksi air seni yang berkurang.

Pengobatan Batu Ginjal

Bila batu ginjal kecil (kurang dari 0.5 cm) biasanya batu ginjal dapat keluar dengan sendirinya, cukup dengan minum banyak, minimal 3 liter air sehari, tanpa perlu obat atau jamu apapun. Bila batu ginjal tidak terlihat dengan foto rontgen dan hanya bisa dideteksi dengan USG disebut batu radiolusen, pengobatan untuk menghancurkan batu dengan menaikkan keasaman (pH) air kencing dengan pemberian natrium bikarbonat tablet yang sangat murah harganya dan banyak tersedia sampai di Puskesmas. Bila batunya terlihat dengan foto rontgen dan lebih dari 5 mm maka sampai sekarang belum ada obat ataupun jamu tradisional yang dapat menghancurkannya baik ramuan dari negara kita maupun dari negara lain. Oleh karena itu pada batu ginjal tersebut perlu dilakukan tindakan operasi atau dihancurkan dengan tembakan laser.

Operasi batu ginjal sampai sekarang masih merupakan prosedur standar di banyak rumah sakit, tentu dengan segala resikonya baik resiko operasinya maupun resiko pembiusannya. Penembakan batu ginjal dengan cara lama yaitu penderita dibius umum dan dalam posisi telungkup dibuat lubang di pinggang bagian belakang selebar 1 cm dan dimasukkan alat pemecah batu dari lubang tersebut atau bisa juga alat dimasukkan melalui lubang kencing bila batunya berada di saluran ginjal. Penembakan yang lebih baru dan sekarang menjadi pengobatan standar diseluruh dunia yaitu dengan ESWL. Di seluruh dunia lebih dari 70% bat dipecahkan dengan cara ini dan hanya sedikit yang perlu dioperasi atau dengan dibuat lubang di pinggang bagian belakang.

Penyebab Gagal Ginjal (Bagian 9)

This entry was posted in Penyakit Ginjal. Bookmark the permalink.