Gejala Gout

Serangan gout yang datang tiba-tiba kadang membingungkan bagi Kang Asep. Nyeri yang sering muncul terkadang diabaikan saja olehnya karena ia berpikir mungkin bukan karena gout. Sesekali diolesinya bagian tubuh yang sakit dengan balsam, meski kadang tidak membantu. Untungnya, kebingungan Kang Asep ini segera sirna berkat perbincangannya dengan dokter.

A. Gejala Serangan Gout

01: Gejala gout itu apa saja sih?

Ciri khas gout adalah muncul secara tiba-tiba, nyeri seperti terbakar, bengkak kemerahan, hangat, dan terasa kaku pada sendi yang diserang. Pada umumnya, gejala tersebut terjadi di ibu jari kaki, tapi bisa terjadi dimana saja. Pria maupun wanita yang berisiko gout memiliki lokasi serangan yang sama. Ada dua hal yang menyebabkan nyerinya sangat tidak tertahankan. Pertama, karena adanya kristal MSUM dalam sendi yang menggerakkan sendi sehingga otot terasa seperti sobek. Kedua, radang yang terjadi pada jaringan disekitarnya menyebabkan gesekan tipis dari selimut bisa menimbulkan nyeri yang luar biasa.

Demam yang tidak terlalu tinggi bisa ikut muncul. Umumnya, demam terjadi pada malam hari setelah sebelumnya penderita mengonsumsi makanan berpurin tinggi.

02: Bagian sendi mana yang sering terserang gout?

Sekitar 75% serangan pertama gout umumnya menyerang sendi pada pangkal ibu jari kaki. Gout bisa saja menyerang sendi lain, seperti mata kaki, tumit, lutut, pergelangan tangan, siku, jemari, dan tulang belakang. Ini disebabkan adanya luka kecil di sendi. Meskipun mudah sembuh, luka-luka kecil ini menjadikan aliran darah terganggu. Pada orang yang sehat, hal ini tidak membawa dampak apa pun. Namun, pada penderita gout, sendi tiba-tiba tidak dapat digerakkan pada saat serangan.

Tofus dan Podagra

Jika mengalami hiperurisemia dalam waktu yang lama, seseorang bisa memiliki benjolan berwarna putih yang berisi asam urat. Benjolan ini disebut tofus. Benjolan ini bisa terdapat dimana saja, misalnya didaun telinga, jemari, atau bahkan kelopak mata.

Podagra adalah benjolan yang biasa dialami oleh penderita gout sekarang. Podagra ditandai dengan bengkak, kemerahan, nyeri, dan terasa hangat bila diraba.

03: Ada benjolan di pangkal ibu jari saya. Boleh saya coblos nggak, Dok?

Tidak boleh. Pada beberapa kasus pernah dilaporkan bahwa podagra yang memerah terkontaminasi bakteri. Bisa terdapat nanah di tempat tersebut. Tofus memang mirip bisul, tapi sangat berbeda.

Benjolan itu kristal urat yang menumpuk dipersendian. Bila terkontaminasi bakteri maka banyak sel-sel darah putih yang datang ke daerah tersebut. Sel-sel darah putih itu memakan kristal urat sehingga timbul reaksi radang yang ditandai dengan bengkak kemerahan dan teraba hangat. Benjolan tersebut juga bisa mengandung nanah karena banyaknya sel-sel darah putih yang mati.

04: Mengapa benjolan itu bisa ada di sendi pangkal ibu jari ya, Dok?

Garam urat mudah mengendap menjadi kristal pada temperatur dingin. Sendi paling ujung di tangan dan kaki memiliki temperatur yang lebih dingin ketimbang sendi lainnya. Oleh karena itulah, kristal MSUM mudah mengendap di kedua tempat tersebut. Seringnya, kejadian pengendapan kristal MSUM pasa sendi paling ujung jari kaki dan tangan berhubungan juga dengan trauma (luka) ringan yang berulang-ulang di daerah tersebut.

05: Berarti, saya nggak boleh berada di tempat dingin, Dok?

Penderita gout memang perlu waspada jika berada di tempat yang dingin seperti ruangan ber-AC atau saat cuaca sedang dingin pada malam hari dan musim hujan. Selain itu, perlu juga berhati-hati jika ingin berenang, terlebih bila cuaca sedang dingin. Gout mudah sekali muncul karena hawa dingin. Untuk mencegahnya, penderita bisa menggunakan kaos kaki tebal, melakukan pemanasan sebelum berenang, dan sesekali keluar dari kolam renang untuk pemanasan lagi supaya bagian paling ujung tubuh menjadi hangat.

06: Apakah setelah bengkak dan berwarna merah baru bisa disebut gout, Dok?

Ketika kadar asam urat dalam darah melebihi normal maka disebut hiperurisemia. Ketika muncul serangan, barulah disebut gout. Bengkak dan merah adalah salah satu ciri dari reaksi radang yang terjadi pada gout. Kondisi ini menunjukkan sedang berlangsung peperangan. Tubuh kita sedang berperang terhadap asam urat.

07: Mengapa badan saya juga demam, Dok?

Demam merupakan tanda dari reaksi radang yang terjadi pada tubuh. Sel-sel kekebalan kita, termasuk sel darah putih, sedang berperang terhadap asam urat. Bengkak, warna kemerahan, nyeri, dan terasa ada hambatan dalam fungsinya adalah tanda-tanda radang. Kalau seluruh tubuh sedang demam maka”peperangan” itu terjadi di seluruh tubuh.

08: Apakah peperangan ini baik, Dok?

Tentu saja baik. Hanya, seringkali peperangan ini kebablasan sehingga membuat penderitanya mengalami rasa sakit tak tertahankan. Ini adalah proses alami. Namun, karena efek sampingnya sangat menganggu, kita bantu dengan obat-obatan, misalnya antinyeri, penurun panas, anti bengkak, dan sebagainya. Asalkan kita tidak lupa akan penyebab terjadinya peperangan tersebut, yakni adanya asam urat. Oleh karenanya, kita juga harus menyingkirkan penyebab utamanya.

B. Gout juga bisa Bersembunyi

09: Setahun lalu, saya dinyatakan sembuh dari gout. Tapi kenapa sekarang muncul lagi? Apakah dokter saya berbohong?

Dokter Anda tidak berbohong. Dalam beberapa kasus, bahkan seorang olahragawan dapat berprestasi dan berulang kali mendapat medali dan penghargaan, padahal tahun sebelumnya dia menderita gout. Ini karena gout punya empat tahapan yang berurutan, yakni stadium asimptomatis, stadium akut, stadium interkritikal, dan stadium kronis.

10: Apakah keempat stadium gout itu bisa dijelaskan, Dok?

Stadium asimptomatis adalah fase sebelum serangan. Awal mula stadium ini tidak diketahui, karena kita tidak tahu waktu yang tepat saat asam urat mulai menumpuk dalam tubuh. Tahu-tahu saat pemeriksaan darah diketahui kadar asam urat kita lebih dari normal. Kondisi tubuh seperti hipertensi, sakit jantung, dan sindroma metabolik lainnya juga harus diwaspadai karena bisa jadi kita mengalami hiperurisemia tanpa gejala gout. Stadium ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, ada yang menyebutkan dua puluh tahun. Misalnya, pada usia 12-16 tahun mulai menumpuk asam urat sehingga pada usia 32-36 tahun bisa terkena serangan gout. Apalagi yang punya bakat dari keluarga. Kalau sudah begitu, berarti kita harus waspada, suatu saat, kapan saja, dan dimana saja, bisa terjadi serangan.

Stadium akut adalah fase saat gout menyerang. Fase ini muncul karena pemicu tertentu, seperti Kang Asep yang ikut tumpengan, hawa dingin, setelah melakukan aktivitas berat yang melebihi kemampuan, dan sebagainya. Keadaan ini sering menyadarkan kita bahwa ada bakat hiperurisemia dalam tubuh. Stadium ini bisa berlangsung dari beberapa jam saja, tiga hari, bahkan bisa sampai sepuluh hari. Di sinilah pentingnya pemilihan obat dan terapi untuk penanganan pertama pada serangan gout stadium akut. Dengan demikian, stadium ini dapat segera terlewati.

Stadium interkritikal adalah fase saat seseorang merasa sembuh, segar bugar, sehat wal afiat, tanpa keluhan asam urat. Anggapan ini ada benernya. Bahkan, seorang olahragawan bisa berulang kali mendapat medali sebagai penghargaan atas prestasinya. Kalau dalam stadium ini penderita lalai, asam urat bisa semakin banyak menumpuk dan akhirnya membentuk tofus yang bisa menghancurkan tulang di persendian. Karena suatu pemicu tertentu, bisa saja dari stadium interkritikal kembali ke stadium akut hingga ada yang bilang bahwa gout itu penyakit kambuhan.

Stadium kronis ditandai dengan munculnya tofus. Tofus adalah endapan kristal, semacam batu yang terselip diantara dua tulang sendi. Benar-benar batu karena padat dan keras! Tofus ini yang bisa menyebabkan rapuhnya tulang di sendi yang terkena. Kondisi ini sangat berbahaya.

C. Nefropati Gout : Gout yang Menyerang Ginjal

11: Apakah batu ginjal bisa memicu terjadinya gout?

Justru gout yang dapat memicu terjadinya batu ginjal. Peningkatan kadar asam urat di dalam air seni dapat menyebabkan pengendapan kristal urat di ginjal atau kandung kemih, menjadi batu urat saluran kemih. Batu urat ini bisa menjadi tanda awal seseorang mengalami kondisi hiperurisemia dalam dirinya. Inilah yang disebut sebagai nefropati gout, yakni gangguan ginjal yang disebabkan gout.

Batu urat juga sebagai tanda bahwa dia mengalami hiperekskresi, yakni ekskresi atau pembuangan asam urat melebihi 1000mg dalam 24 jam. Kedua kondisi ini, baik hiperurisemia maupun hiperekskresi harus segera diatasi dengan konsumsi obat-obatan yang sesuai.

Para Penderita Gout | Pemeriksaan Gout dan Hiperurisemia

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.