Gejala Mata pada Alergi Hidung

Kira-kira 50% orang dengan alergi pada hidung juga memiliki gejala alergi pada mata, dikenal sebagai konjungtivitis alergi. Peradangan kongjungtiva (selaput lendir) mata karena reaksi alergi. Kongjungtiva adalah membran yang menutupi bagian depan mata yang melebar sampai ke kelopak mata. Gejala yang paling umum adalah beberapa kombinasi dari kemerahan, gatal, dan berair. Jika gejala mata Anda cukup serius dan Anda belum pernah mengalami sebelumnya, Anda harus diperiksa oleh dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak mengidap infeksi atau penyakit mata lainnya.

Pasien sering mendapatkan pengobatan awal gejala mata alergi dengan obat-obat bebas, meliputi antihistamin oral dan tetes mata. Antihistamin oral, cukup efektif untuk mata gatal dan berair. Kebanyakan tetes mata untuk alergi yang dijual bebas mengandung vasokonstriktor (penyempitan pembuluh darah) topikal, seperti naphazoline (Visine), yang seharusnya hanya digunakan untuk beberapa hari. Jika vasokonstriktor lokal digunakan lebih dari 1 sampai 2 minggu, pada pasien mungkin timbul kebiasaan terhadap tetes mata yang berakibat peningkatan kekambuhan gejala mata ketika obat dihentikan. Ketotifen (dijual bebas dengan nama tetes mata Zaditor, Alaway, dan Zyrtec) adalah suatu obat yang menghentikan efek histamin pada mata dan mencegah sel mast melepaskan histamin ke dalam mata. Obat ini cukup efektif dan tidak menyebabkan berbagai efek samping pada pemakaian kronis. Jika ketotifen tidak efektif dalam mengurangi gejala mata, maka konsultasikan ke dokter.

Jika obat bebas tetes mata anti alergi tidak menghilangkan gejala konjungtivitis alergi, maka dokter akan merekomendasikan obat resep tetes mata. Ada banyak obat resep tetes mata yang menunjukkan efektif mengurangi mata gatal, kemerahan, dan berair, yaitu emedastine (Emadine), cromolyn (Crolom dan generik), nedocromil (Alocrildan generik), lodoxamide (Alomide), pemirolast (Alamast), olopatadine (Patanol dan Pataday), azelastine (Optivar), epinastine (Elestat), dan ketorolac (Acular). Pasien-pasien dengan riwayat intoleransi aspirin (khususnya biduran, mengi, dan/ atau pembengkakan tenggorok) seharusnya tidak memakai ketorolac, karena termasuk golongan obat anti inflamasi bukan steroid. Kadang, obat-obat tersebut di atas tidak menghilangkan gejala konjungtivitas alergi berat dan tetes mata steroid diperlukan untuk jangka waktu pengobatan yang pendek (7 sampai 10 hari). Loteprednol (Alrex) adalah steroid topikal untuk mata yang disetujui untuk pengobatan konjungtivitis alergi jangka pendek. Yang harus diingat adalah tetes mata steroid dapat menimbulkan komplikasi berat, yaitu infeksi mata, katarak, dan glaukoma, jika tidak digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan ketat seorang dokter.

Nasal Steroid | Suntikan Alergi

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.