Gejala Polisitemia

Gejala polisitemia bisa tersamar atau tak ada sama sekali, tetapi bisa juga minimal. Namun ada gejala-gejala umum dan non spesifik yang bisa diketahui/dilihat. Berikut ini beberapa diantaranya.

– Rasa lemah yang berkepanjangan
– Rasa lelah yang terus-menerus
– Gatal-gatal
– Memar-memar
– Nyeri sendi-sendi
– Pening atau vertigo
– Nyeri perut

Gatal-gatal umumnya dialami oleh pasien polisetemia setelah mandi terutama mandi dengan pancuran. Penyebabnya tidak jelas. Sedangkan nyeri sendi-sendi juga umum diderita para pasien polisitemia.

Gejala pada pasien polisitemia sekunder lebih dekat dihubungkan dengan kondisi yang mendasarinya daripada dengan gejala polisitemia itu sendiri, misalnya penyakit paru kronis, maka gejalanya bisa sesak napas, batuk kronis, ganggguan tidur (sleep apnea), pening, kelelahan dan gejala polisitemia lainnya.

Jika polisitemia dihubungkan dengan kanker ginjal, kanker hati, atau tumor-tumor lainnya yang mengeluarkan eritropoietien, maka gejala dari kondisi semacam ini bisa jadi: kehilangan berat badan, nyeri perut, sebah perut, jaundice (muncul warna kekuningan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti mata, kuku jari).

Gejala Umum PV

Gejala pada PV bervariasi mulai dari yang sifatnya ringan seperti gatal-gatal, rasa terbakar di estremitas distal (eritromelalgia) atau perdarahan berat seperti trombosis. Bisa disertai gejala-gejala non-spesifik seperti rasa lemah, sakit kepala dan pusing, sesak napas, lelah. Keluhan gatal-gatal dialami oleh sekitar dialami oleh sekitar 40% pasien PV. Rasa gatal bertambah setelah mandi, terutama jika mandi dengan air hangat. Menurut penelitian, rasa gatal itu disebabkan oleh meningkatnya sel mast dan kadar histamin.

Ada pula manifestasi perdarahan gusimeski ringan, berupa perdarahan gusi dan memar, atau kulit kemerahan. Keluhan rasa panas lebih jarang dibanding keluhan gatal-gatal, kurang dari 5% pasien. Gejalanya berupa rasa seperti terbakar terutama pada kaki dan tangan.
Bisa berkembang menjadi peembesaran hati dan limpa yang menimbulkan sakit perut yang hilang timbul.

Gejala Klinis PV

Permasalahan yang ditimbulkan oleh PV berkaitan dengan massa eritrosit dan trombosit yang meningkat berlebihan: juga perjalanan alami penyakit yang menuju ke arah fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemullihan) sumsum tulang. Fibrosis yang ditimbulkan bersifat poliklonal (berasal dari berbagai sel), bukan neoplastik (pertumbuhan jaringan baru yang abnormal) jaringan ikat. Karena itu, tanda dan gejala yang predominan pada PV adalah sebagai akibat dari:

1. Hiperviskositas

Peningkatan jumlah eritrosit akan meningkatkan viskositas darah yang kemudian akan menyebabkan :
– Penurunan kecepatan aliran darah (shear rate), lebih jauh lagi akan menimbulkan eritrostasis sebagai akibat pengumpulan eritrostasis sebagai akibat penggumpulan eritrosit.
– Penurunan laju transportasi oksigen.
Kedua hal tersebut di atas akan membuat oksigenasi jaringan terganggu sehingga berakibat munculnya berbagai gejala pada organ sasaran seperti otak, mata, telinga, jantung, paru.

2. Penurunan shear rate

Ini akan menimbulkan gangguan fungsi hemostatis (penghentian perdarahan) primer, yaitu agregasi (massa) trombosit pada endotel (lapisan sel gepeng yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah). Akibatnya lebih lanjut adalah perdarahan, walaupun jumlah trombosit.450.000/ml. Perdarahan terjadi pada 10-30% kasus PV. Manifetasinya dapat berupa epistaksis (mimisan), ekimosis (bercak perdarahan pada kulit dan selaput lendir), dan perdarahan gastrointestinal (lambung dan usus).

3. Trombositosis (hitung trombosit >400.000/ml)

Trombositosis (meningkatnya jumlah trombosit dalam sikulasi darah) dapat menimbulkan trombosis (proses pembekuan darah dalam rongga pembuluh darah). Pada PV tidak ada hubungan antara tromboflebitis (radang vena disertai bekuan darah setempat) dengan emboli (penyumbatan pembuluh darah oleh embolus yaitu benda yang dapat menyebabkan sumbatan seperti bekuan darah, lemak, udara) terjadi pada 30-50% kasus PV.

4. Basofilia (hitung basofil >65/ml)

Lima puluh persen kasus PV disertai gejala gatal-gatal (pruritus) diseluruh tubuh terutama setelah mandi air panas, dan 10% kasus PV dengan gejala urtikaria (tonjolan pada kulit yang gatal dan kemerahan), suatu kondisi yang disebabkan meningkatnya kadar histamin dalam darah sebagai akibat adanya basofilia. (peningkatan abnormal eritrosit basofilik dalam darah) Terjadi gastritis dan pendarahan lambung sebagai akibat meningkatkan kadar histamin.

5. Splenomegali (pembesaran limpa)

Tercatat pada sekitar 75% pasien PV. Terjadi sebagai akibat hiperaktivitas hemopoesis ekstramedular.

6. Hepatomegali (pembesaran hati)

Dijumpai pada sekitar 40% kasus PV. Seperti juga splenomegali, hepatomegali juga merupakan akibat hiperaktivitas hemopoesis ekstramedular.

7. Laju siklus sel yang tinggi

Ini sebagai konsekuensi dari hiperaktivitas hemopoesis dan splenomegali adalah sekuetasi sel darah yang makin cepat dan banyak sehingga produksi asam urat darah meningkat. Di sisi lain laju filtrasi gromenular menurun karena penurunan shear rate. Artritis gout di jumpai pada 5-10% kasus PV.

8. Defisiensi vitamin B12 dan asam folat

Laju siklus darah yang tinggi dapat mengakibatkan defisensi asam folat dan vitamin B12. Ini ditemukan pada sekitar 30% kasus PV yang disebabkan oleh penggunaan/metabolisme untuk pembuatan sel darah, sedangkan kapasitas protein tidak tersaturasi pengikat vitamin B12 (UB12-protein binding capacity) meningkat pada lebih dari 75% kasus. Defisiensi kedua vitamin tersebut berperan pada timbulnya kelainan kulit dan mukosa, neuropati, atrofi N.optikus, serta psikosis.

Faktor Resiko, Perbedaan, dan Jenis Polisitemia | Komplikasi Polisitemia Vera

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.